Ganja Dapat Cegah Gejala Penyakit Paru-paru Akibat Covid-19 pada Tikus

Senin, 06 Juli 2020 | 12:30 WIB
Ganja Dapat Cegah Gejala Penyakit Paru-paru Akibat Covid-19 pada Tikus
Lelaki sedang menderita influenza atau flu. (Shutterstock)

Suara.com - Penelitian baru yang diterbitkan dalam Frontiers In Pharmacology menunjukkan bahwa Tetrahydrocannabinol (THC), komponen psikoaktif utama ganja yang bisa membuat efek "melayang" pada penggunanya, dapat mencegah gejala mematikan dari kelainan paru-paru terkait dengan virus Covid-19, influenza, dan banyak lagi, setidaknya pada tikus.

Sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS) mempengaruhi lebih dari 3 juta orang di seluruh dunia setiap tahun. Biasanya, setelah infeksi paru-paru, pasien mengalami peradangan yang cepat, sesak napas, dan kulit menjadi kebiru-biruan.

Ini hal yang fatal pada 35-50 persen orang. Ditambah dengan munculnya Covid-19, ARDS adalah komplikasi serius dan pengobatan apapun untuk penyakit itu mungkin dapat membantu dalam melawan virus.

Pada pasien dengan penyakit pernapasan, gejala mematikan yang terkait dengan ARDS biasanya mengikuti gelombang sinyal di paru-paru yang disebut badai sitokin. Sitokin adalah protein yang dihasilkan sistem kekebalan tubuh untuk melakukan berbagai fungsi penting dalam penanda sinyal sel.

Sitokin bisa bersifat pro-inflamasi yang bisa memberitahu tubuh untuk bereaksi terhadap tempat infeksi dengan sel-sel kekebalan atau anti-inflamasi. Sitokin memperlambat reaksi dan menghentikan sel-sel kekebalan yang merusak area terlalu banyak.

Pada penyakit pernapasan, terkadang sistem kekebalan bereaksi berlebihan dan melepaskan terlalu banyak sitokin pro-inflamasi, menyebabkan hiperinflamasi hingga kematian.

Untuk mengetahui apakah THC membantu mencegah gelaja mematikan penyakit paru-paru, Amira Mohammed dan timnya dari University of South Carolina merawat tikus yang mengalami ARDS dengan THC.

Ilustrasi daun ganja.[Pexels/Michael Fischer]
Ilustrasi daun ganja.[Pexels/Michael Fischer]

THC telah terbukti bertindak sebagai agen anti-inflamasi, sehingga tampaknya itu dapat berperan dalam menghentikan peradangan di paru-paru. Para ahli menemukan bahwa dalam 100 persen kasus, THC melindungi tikus dari gejala mematikan yang terjadi setelah badai sitokin, dengan memblokir sitokin pro-infalamsi yang membawa sel-sel kekebalan ke daerah tersebut dan menyebabkan kerusakan.

Tidak hanya itu, THC sebenarnya meningkatkan aktivitas anti-inflamasi, memperlambat peradangan, dan menghentikan kerusakan parah yang disebabkan.

Baca Juga: Studi: Ganja Digunakan dalam Ritual Keagamaan Yahudi Kuno

Dilansir dari IFL Science, Senin (6/7/2020), temuan ini hanya pada tikus dan masih membutuhkan lebih banyak pengujian dan uji klinis sebelum bisa diterapkan pada manusia. Tetapi penelitian ini menunjukkan aplikasi yang menarik untuk ganja di masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI