Astronom Temukan Petunjuk Baru Asal Karbon di Alam Semesta

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Rabu, 08 Juli 2020 | 12:00 WIB
Astronom Temukan Petunjuk Baru Asal Karbon di Alam Semesta
Ilustrasi Bimasakti. [Shutterstock]

Suara.com - Penelitian baru yang diterbitkan di Nature Astronomy, memberikan wawasan baru tentang asal-usul karbon di alam semesta. Analisis ini menetapkan katai putih sebagai penghasil karbon aktif selama bintang aslinya memiliki setidaknya 1,5 kali massa Matahari.

Katai putih merupakan bintang kecil yang sudah tidak lagi bersinar dan tahap evolusi terakhir bintang bermassa kecil, dan menengah yang tidak cukup masif untuk menjadi supernova.

Ketika bahan bakar nuklir dari bintang-bintang ini dihabiskan, itu berkembang menjadi raksasa merah dan akhirnya kehilangan lapisan luar yang hanya meninggalkan inti. Sekitar 90 persen dari semua bintang akan mengakhiri hidup sebagai katai putih.

Para ilmuwan percaya bahwa ada hubungan langsung antara massa bintang asli dan massa katai putih. Ini dikenal sebagai hubungan massa awal-akhir dan dapat diuji dengan melihat sekelompok bintang yang terikat bersama.

Semua bintang ini terbentuk dari awan molekul raksasa yang sama pada waktu yang bersamaan. Para ahli dapat merekonstruksi distribusi massa asli dan memperkirakan, seberapa besar seharusnya nenek moyang para katai putih ini.

Namun, para ilmuwan menemukan bahwa hubungan massa awal-akhir memiliki sesuatu yang tak terduga.

"Studi kami menginterpretasikan masalah ini dalam hubungan massa awal-akhir sebagai tanda sintesis karbon yang dibuat oleh bintang bermassa rendah di Bimasakti," ucap Dr Paola Marigo, penulis utama penelitian dari Universitas Padua di Italia, seperti dikutip dari IFL Science, Rabu (8/7/2020).

Menurut tim ahli, kehadiran karbon di interior bintang mengubah evolusi bintang dalam satu cara penting. Unsur dilucuti dari mantel bintang selama periode waktu yang lebih lama dan selama interval tersebut, inti bintang akan akan menjadi katai putih dapat terus mendapatkan massa.

Ilustrasi Astronomi. [Shutterstock]
Ilustrasi Astronom. [Shutterstock]

Para ilmuwan menemukan bahwa bintang-bintang yang lebih besar dari dua massa Matahari berkontribusi terhadap karbon di galaksi, sedangkan yang kurang dari 1,5 massa Matahari tidak. Hal ini menempatkan kendala pada massa minimum bintang harus menyebarkan bahan kaya karbon ketika mati.

baca juga

"Salah satu aspek yang paling menarik dari penelitian ini adalah bahwa hal itu berdampak pada usia katai putih untuk memahami sejarah pembentukan Bimasakti. Hubungan massa awal-akhir juga yang menentukan batas massa minimum untuk supernova," kata Dr Pier-Emmanuel Tremblay, rekan penulis penelitian dari Universitas Warwick.

Temuan ini memiliki konsekuensi di luar kimiawi kosmos. Ini juga memberi tahu para ilmuwan tentang usia bintang-bintang tersebut dan mengingat peran katai putih dalam studi kosmologis, hal ini akan memiliki dampak luas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aplikasi China Dilarang di India, Seleb Medsos Hadapi Ketidakpastian

Aplikasi China Dilarang di India, Seleb Medsos Hadapi Ketidakpastian

Tekno | Sabtu, 04 Juli 2020 | 08:00 WIB

Astronom Temukan Lubang Hitam Paling Masif, 34 Miliar Kali Matahari

Astronom Temukan Lubang Hitam Paling Masif, 34 Miliar Kali Matahari

Tekno | Rabu, 01 Juli 2020 | 09:15 WIB

Beri Bintang 1 ke Ojol Gegara Salah Hitung Kembalian, Pelanggan Ini Dihujat

Beri Bintang 1 ke Ojol Gegara Salah Hitung Kembalian, Pelanggan Ini Dihujat

News | Selasa, 23 Juni 2020 | 22:20 WIB

Astronom Temukan Bintang Neutron Termuda

Astronom Temukan Bintang Neutron Termuda

Tekno | Senin, 22 Juni 2020 | 11:25 WIB

Buzzer dalam Perspektif Komunikasi Politik

Buzzer dalam Perspektif Komunikasi Politik

Your Say | Senin, 22 Juni 2020 | 10:22 WIB

Tips Komika Abdur Arsyad Lakukan Open Mic Virtual

Tips Komika Abdur Arsyad Lakukan Open Mic Virtual

Video | Minggu, 21 Juni 2020 | 19:00 WIB

Terkini

Barang Mewah Tak Lagi Sekadar Gaya Hidup, Kini Bisa Jadi Aset yang Lebih Fleksibel

Barang Mewah Tak Lagi Sekadar Gaya Hidup, Kini Bisa Jadi Aset yang Lebih Fleksibel

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 09:44 WIB

Jejak Kontroversi Jule sebelum Terseret Kasus Narkoba: Perselingkuhan hingga Lepas Hijab

Jejak Kontroversi Jule sebelum Terseret Kasus Narkoba: Perselingkuhan hingga Lepas Hijab

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 09:44 WIB

Penjaga Gedung Walet di Metro Ditemukan Tewas Membusuk di Kamar Mandi

Penjaga Gedung Walet di Metro Ditemukan Tewas Membusuk di Kamar Mandi

Lampung | Senin, 21 September 2026 | 09:43 WIB

Pasar Kripto Menguat, CFX10 Naik 5,44% dalam Sepekan

Pasar Kripto Menguat, CFX10 Naik 5,44% dalam Sepekan

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 09:40 WIB

Road to Pertamina Eco RunFest 2026, Ajak Masyarakat Wujudkan Aksi Nyata Jaga Lingkungan

Road to Pertamina Eco RunFest 2026, Ajak Masyarakat Wujudkan Aksi Nyata Jaga Lingkungan

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 09:37 WIB

Bangladesh Panggil Striker Fulham hingga Pemain Liga Jepang: Siap Teror Timnas Indonesia

Bangladesh Panggil Striker Fulham hingga Pemain Liga Jepang: Siap Teror Timnas Indonesia

Bola | Senin, 21 September 2026 | 09:35 WIB

Bechi Anak Kiai Jombang Terpidana Kekerasan Seksual Santriwati Ternyata Diam-diam Bebas

Bechi Anak Kiai Jombang Terpidana Kekerasan Seksual Santriwati Ternyata Diam-diam Bebas

Jatim | Senin, 21 September 2026 | 09:34 WIB

Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Merosot Jadi Rp2.628.000/Gram

Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Merosot Jadi Rp2.628.000/Gram

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 09:30 WIB

Pramono Ungkap Jurus Atasi Macet ke Wali Kota New York

Pramono Ungkap Jurus Atasi Macet ke Wali Kota New York

News | Senin, 21 September 2026 | 09:26 WIB

UMKM Sudah Bisa Produksi, Kini Pemerintah Fokus Buka Akses Pasar

UMKM Sudah Bisa Produksi, Kini Pemerintah Fokus Buka Akses Pasar

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 09:25 WIB

×