Tak Paham Konsep Preloved, Ulasan Pembeli Ini Bikin Geleng-geleng Kepala

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
Tak Paham Konsep Preloved, Ulasan Pembeli Ini Bikin Geleng-geleng Kepala
Ilustrasi paket belanja online. [Shutterstock]

Pembeli menulis bahwa penjual tidak niat berjualan karena menjual barang yang sudah terpakai.

Suara.com - Beberapa barang yang dijual secara online tidak selalu baru dan belum dipakai, terkadang penjual juga menjual yang sudah pernah dipakai sebelumnya atau yang sering disebut barang preloved. Barang preloved umumnya masih sangat layak digunakan oleh pemilik baru dan biasanya penjual akan mencantumkan keterangan preloved pada judul produknya.

Beberapa kriteria barang preloved mencakup produk yang pernah dibeli dan sempat dipakai beberapa kali, produk yang sempat dibeli namun belum pernah digunakan, dan produk yang diberikan orang lain kepada pengguna tetapi tidak pernah dipakai.

Namun, tidak semua orang mengerti dengan konsep barang preloved dan sering mengira membeli barang baru. Hal tersebut juga terjadi pada pembeli yang menuliskan ulasan buruk karena kemungkinan besar ia tidak mengerti konsep preloved.

Dibagikan melalui akun Twitter @txtdarionlshop pada 8 Juli, pemilik akun mengunggah gambar tangkapan layar produk dan bagian ulasan pembeli. Pada bagian depan produk, salah satu toko online di e-commerce menjual lipstick preloved seharga Rp 25.000. Penjual pun telah mencantumkan keterangan preloved dengan jelas pada judul produknya.

Dalam foto produk yang diunggah penjual, ia memotret penampakan tangan yang memegang kemasan lipstik tersebut. Mengingat barang preloved umumnya hanya tersedia satu barang, keterangan gambar tersebut pun memiliki tulisan "habis" di bagian tengahnya yang menandakan bahwa barang telah terjual.

Ulasan belanja online konsep preloved. [Twitter]
Ulasan belanja online konsep preloved. [Twitter]

Namun, dalam tangkapan layar kolom ulasan, pembeli memberikan bintang satu dan menulis ulasan buruk. Ia menulis bahwa penjual tidak niat berjualan karena menjual barang yang sudah terpakai.

"Jualan kok barang bekas. Nggak ada segelnya. Lipsticknya pun sudah terpakai dan pendek. Kalau tidak niat jualan jangan jualan!" tulis pembeli tersebut. Ia diketahui menulis ulasan itu pada 28 April 2020.

Ulasan tersebut pun menarik perhatian warganet pengguna media sosial dan membuat geleng-geleng kepala karena menulis ulasan buruk karena mendapat barang sudah terpakai. Padahal, lipstick yang dibelinya memang barang yang sebelumnya sudah pernah dimiliki dan dipakai oleh orang lain sehingga ditulis dengan keterangan preloved.

Unggahan yang telah dibagikan sebanyak lebih dari 1.300 kali ke sesama pengguna Twitter ini pun menuai beragam komentar dari warganet.

Ulasan belanja online konsep preloved. [Twitter]
Ulasan belanja online konsep preloved. [Twitter]

"Pre = sebelum. Love = sayang. Preloved = sebelumnya pernah disayang-sayang dan nggak dipake terus dijual. Mungkin itu yang dipikir sama si pembeli," tulis akun @av3cmoi.

"Masih masalah yang sama yaitu budaya membaca yang sangat kurang di kalangan warga pengguna e-commerce," komentar @iqbebal.

"Mungkin dia baca tapi nggak tau arti preloved itu apa," tambah @soerumreegal.

"Itu preloved astaga," cuit @yezngin.

"Saran buat penjual-penjual di Indonesia. Waktu kasih nama produk sama deskripsi mending pake bahasa Indonesia aja deh. Kasih judulnya 'lipstik bekas' kelar deh, emang pembeli indo tuh," ungkap @fahrimuzzakii.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS