Ini Peringkat Perlindungan Masker Terbaik dan Terburuk untuk Covid-19

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Jum'at, 17 Juli 2020 | 09:00 WIB
Ini Peringkat Perlindungan Masker Terbaik dan Terburuk untuk Covid-19
Ilustrasi seorang perempuan mengenakan masker kain. [Shutterstock]

Suara.com - Penggunaan masker penutup wajah telah berulang kali direkomendasikan, sebagai salah satu cara mencegah penyebaran penularan virus Corona (Covid-19).

Sebuah analisis pendahuluan dari 194 negara menemukan bahwa negara-negara yang tidak mengikuti aturan penggunaan masker, mengalami peningkatan kematian Covid-19 per kapita setiap minggu sebesar 55 persen setelah kasus pertama dilaporkan, dibandingkan dengan 7 persen di negara-negara yang mendukung penggunaan masker.

Tetapi tidak semua masker penutup wajah memberikan tingkat perlindungan yang sama. Masker wajah yang ideal, memblokir tetesan pernapasan besar dari batuk atau bersin bersama dengan partikel udara yang lebih kecil, yang disebut aerosol, diproduksi ketika orang berbicara atau menghembuskan napas.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan penggunaan masker medis untuk petugas kesehatan, orang lanjut usia, orang-orang dengan kondisi kesehatan yang mendasarinya, dan orang-orang yang telah positif terinfeksi virus atau menunjukkan gejala.

Logo Organisasi Kesehatan Dunia, WHO. [AFP]
Logo Organisasi Kesehatan Dunia, WHO. [AFP]

Menurut WHO, orang sehat yang tidak termasuk dalam kategori tersebut, harus memakai masker kain. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit juga merekomendasikan masker kain untuk masyarakat umum.

Tetapi, masker kain juga bervariasi karena jenis-jenis kain tertentu memiliki serat pori yang lebih besar.

"Itu tergantung pada kualitasnya," kata Dr. Ramzi Asfour, dokter penyakit menular di Marin County, California, seperti dikutip dari Science Alert, Jumat (17/7/2020).

Selama beberapa bulan terakhir, para ilmuwan telah mengevaluasi berbagai bahan masker paling efektif. Berikut ini, peringkat tingkat perlindungan masker penutup wajah untuk Covid-19:

1. Masker N99 dan N95 paling efektif dalam menyaring partikel virus

baca juga

Ada alasan mengapa WHO merekomendasikan menggunakan masker N99 dan N95, terlebih dahulu bagi petugas kesehatan. Kedua jenis masker ini rapat di sekitar hidung dan mulut, sehingga sangat sedikit partikel virus yang bisa keluar dan masuk. Masker juga mengandung serat kusut untuk menyaring patogen di udara.

Ilustrasi masker N95. (Unsplash)
Ilustrasi masker N95. (Unsplash)

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Hospital Infection pada bulan lalu, mengevaluasi lebih dari 10 masker berdasarkan kemampuannya untuk menyaring partikel virus Corona yang ditularkan melalui udara.

Para ilmuwan menemukan bahwa masker N99 mengurangi infeksi seseorang sebesar 94 hingga 99 persen, setelah 20 menit paparan di lingkungan yang sangat terkontaminasi. Sementara masker N95 menawarkan perlindungan yang hampir sama, pada efisiensi minimum 95 persen dalam menyaring aerosol.

2. Masker bedah sekali pakai

Masker bedah sekali pakai berada di urutan kedua karena terbuat dari kain bukan tenunan, sehingga menjadi pilihan paling aman bagi petugas kesehatan yang tidak memiliki masker N99 atau N95.

Sebuah penelitian pada April lalu menemukan bahwa masker bedah mengurangi penularan beberapa virus Corona melalui pernapasan dan aerosol yang lebih kecil.

Secara umum, masker bedah sekitar tiga kali lebih efektif untuk memblokir aerosol yang mengandung virus daripada masker wajah buatan sendiri.

3. Masker "hybrid" buatan sendiri

Dalam sebuah makalah baru-baru ini, para ilmuwan di Inggris menetapkan bahwa masker "hybrid" yang menggabungkan dua lapisan kapas 600 benang dengan bahan lain seperti sutra, sifon, atau flanel, mampu menyaring lebih dari 80 persen partikel kecil (kurang dari 300 nanometer) dan lebih dari 90 persen partikel yang lebih besar (lebih besar dari 300 nanometer).

Para ilmuwan menemukan bahwa kombinasi kapas dan sifon, memberikan perlindungan yang paling besar dalam kategori masker buatan sendiri, diikuti oleh perpaduan kapas dan kain flanel, katun dan sutra, dan empat lapis sutra alam.

Para ahli menyarankan bahwa opsi ini mungkin lebih baik dalam menyaring partikel kecil daripada masker N95, meskipun jenis ini tidak selalu lebih baik dalam menyaring partikel yang lebih besar.

Ilustrasi masker kain buatan sendiri. [Shutterstock]
Ilustrasi masker kain buatan sendiri. [Shutterstock]

Tim juga menemukan bahwa dua lapis kapas 600 benang atau dua lapis sifon, mungkin lebih baik dalam menyaring partikel kecil daripada masker bedah.

4. Masker tiga lapis kapas atau sutra

WHO merekomendasikan bahwa masker kain harus memiliki tiga lapisan, yaitu lapisan dalam yang menyerap, lapisan tengah yang menyaring, dan lapisan luar yang terbuat dari bahan nonabsorben seperti poliester.

Sebuah penelitian di University of Illinois menemukan bahwa tiga lapis kemeja sutra atau 100 persen katun T-shirt, mungkin sama protektifnya dengan masker tingkat medis. Sutra khususnya memiliki sifat elektrostatik yang dapat membantu menjebak partikel virus yang lebih kecil.

5. Handuk dan sarung bantal antimikroba bukan bahan masker yang ideal, tetapi lebih baik dari pada satu lapis kapas

Handuk dan sarung bantal antimikroba adalah alternatif terbaik berikutnya. Handuk harus dijalin rapat untuk memberikan perlindungan.

Sementara sarung bantal antimikroba yang biasanya terbuat dari satin atau sutra lebih protektif daripada sarung bantal katun standar.

6. Menggunakan syal atau kaus katun di sekitar hidung dan mulut tidak terlalu efektif, tetapi masih lebih baik daripada tidak sama sekali

Penelitian di Inggris menemukan bahwa satu lapisan kapas 80 benang adalah di antara bahan paling tidak efektif untuk memblokir partikel virus Corona, baik besar maupun kecil.

Ilustrasi seorang perempuan menutup mulut dan hidung dengan syal atau scraf. [Shutterstock]
Ilustrasi seorang perempuan menutup mulut dan hidung dengan syal atau scraf. [Shutterstock]

Journal of Hospital Infection menemukan bahwa selendang atau syal dan kaus katun mengurangi risiko infeksi sekitar 44 persen setelah terpapar virus selama 30 detik. Setelah 20 menit terkena paparan di lingkungan yang sangat terkontaminasi, pengurangan risiko turun menjadi hanya 24 persen.

Tetapi penggunaan keduanya lebih baik daripada tidak sama sekali.

Para peneliti di India baru-baru ini memutuskan masker katun yang dipasang longgar secara substansial, mengurangi penyebaran partikel virus ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin.

Para peneliti menemukan bahwa tetesan bergerak hingga 16 kaki ketika seseorang tidak mengenakan masker, dibandingkan dengan hanya 5 kaki ketika partikel virus bocor keluar dari sisi-sisi masker.

7. Masker kapas satu lapis lebih disukai daripada masker kertas satu lapis

Ilustrasi masker kain. [Shutterstock]
Ilustrasi masker kain. [Shutterstock]

Peneliti Inggris menemukan bahwa orang yang memakai masker kapas memiliki kemungkinan infeksi 54 persen lebih rendah daripada orang yang tidak memakai topeng sama sekali. Orang-orang yang memakai topeng kertas memiliki kemungkinan infeksi 39 persen lebih rendah daripada kelompok tanpa masker.

Tidak seperti masker bedah yang biasanya berlipat dan terbuat dari tiga lapisan kain, masker kertas lebih tipis sehingga jenis masker itu memberikan perlindungan yang lebih sedikit.

Meski begitu, dari tingkat peringkat perlindungan masker-masker di atas akan sia-sia penggunaannya jika orang mengenakan masker secara asal. Masker N99 atau N95 bisa menurun perlindungannya jika ada celah antara masker dan kulit, sehingga cara penggunaan masker juga sangat penting.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hasil Penelitian: Ini Bahan Terbaik untuk Masker Kain

Hasil Penelitian: Ini Bahan Terbaik untuk Masker Kain

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2020 | 17:45 WIB

Banyak Orang Pakai Bandana dan Syal Sebagai Masker, Efektifkah?

Banyak Orang Pakai Bandana dan Syal Sebagai Masker, Efektifkah?

Health | Kamis, 16 Juli 2020 | 13:19 WIB

Banyak Orang Salah Pakai Masker, Ikuti 7 Aturan Ini untuk Lindungi Diri!

Banyak Orang Salah Pakai Masker, Ikuti 7 Aturan Ini untuk Lindungi Diri!

Health | Rabu, 15 Juli 2020 | 16:54 WIB

Untuk Pertama Kali, Donald Trump Terlihat Mengenakan Masker di Depan Publik

Untuk Pertama Kali, Donald Trump Terlihat Mengenakan Masker di Depan Publik

News | Minggu, 12 Juli 2020 | 17:12 WIB

Viral Kocak! Wanita Beli Masker Kain Kebesaran, Publik: Terhindar Zina Mata

Viral Kocak! Wanita Beli Masker Kain Kebesaran, Publik: Terhindar Zina Mata

News | Kamis, 09 Juli 2020 | 13:20 WIB

Tak Boleh Sembarangan, Ini Bahan Masker yang Efektif Tangkal Virus Corona

Tak Boleh Sembarangan, Ini Bahan Masker yang Efektif Tangkal Virus Corona

Health | Jum'at, 03 Juli 2020 | 14:00 WIB

Terkini

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:03 WIB

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:48 WIB

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Polda Banten Gagalkan Peredaran 11 Kg Ganja dan Sabu Modus Jasa Ekspedisi di Bogor

Polda Banten Gagalkan Peredaran 11 Kg Ganja dan Sabu Modus Jasa Ekspedisi di Bogor

Banten | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Gempa Bumi M 4,6 di Selatan Lumajang, Getaran Dirasakan di Empat Wilayah Jawa Timur

Gempa Bumi M 4,6 di Selatan Lumajang, Getaran Dirasakan di Empat Wilayah Jawa Timur

Jatim | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:28 WIB

Terekam CCTV, Pencuri Motor di Parkiran Alfamart Prabumulih Ditangkap di Ogan Ilir

Terekam CCTV, Pencuri Motor di Parkiran Alfamart Prabumulih Ditangkap di Ogan Ilir

Sumsel | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Pelarian Berakhir! Buron Pembunuhan Wanita di Surabaya Ditangkap di Malaysia

Pelarian Berakhir! Buron Pembunuhan Wanita di Surabaya Ditangkap di Malaysia

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Persib Lolos dari Lobang Jarum Saat Lawan Dewa United, Igor Tolic Singgung Mental

Persib Lolos dari Lobang Jarum Saat Lawan Dewa United, Igor Tolic Singgung Mental

Bola | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Kasus Korupsi Anggaran Rp19,5 Miliar! Mantan Ketua DPRD Merangin Ditahan Kejati Jambi

Kasus Korupsi Anggaran Rp19,5 Miliar! Mantan Ketua DPRD Merangin Ditahan Kejati Jambi

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 21:25 WIB

×