Pertama Kalinya, Astronom Amati Hilangnya Korona Lubang Hitam

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Jum'at, 17 Juli 2020 | 12:45 WIB
Pertama Kalinya, Astronom Amati Hilangnya Korona Lubang Hitam
Ilustrasi lubang hitam. [AFP]

Suara.com - Lubang hitam supermasif umumnya dikelilingi oleh korona, wilayah partikel berenergi tinggi yang terperangkap dalam medan magnet di dekat lubang hitam.

Perubahan pada korona biasanya memakan waktu ratusan ribu hingga jutaan tahun. Baru-baru ini, para astronom mengamati korona lubang hitam menjadi 10.000 kali lebih redup hanya dalam 40 hari.

"Ini aneh sekali. Pada awalnya kami berpikir mungkin ada sesuatu yang salah dengan data itu. Tetapi ketika kami melihat itu nyata, itu sangat menarik. Namun kami juga tidak tahu apa yang kami hadapi, tidak ada orang sebelumnya yang pernah melihat hal seperti ini," kata Claudio Ricci, asisten profesor di Diego Portales University, Santiago, Chili, seperti dikutip dari IFL Science, Jumat (17/7/2020).

Peristiwa luar biasa ini dilaporkan dalam The Astrophysical Journal Letters. Menurut All-Sky Automated Survey for Super-Nova, melihat peningkatan kecerahan di sekitar lubang hitam, yang mendorong para peneliti untuk mengawasi objek tersebut. Setelah 160 hari, lubang hitam itu tiba-tiba dan secara drastis meredup.

Peningkatan kecerahan terjadi pada Desember 2017, dan antara Juni dan Agustus 2018, korona itu menghilang.

Selama sekitar tahun berikutnya, para peneliti terus mengikuti variasi objek, menjadi 100 kali lebih atau kurang cerah hanya dalam 8 jam. Terlepas dari perubahan ini, seiring waktu korona terbentuk lagi, kembali normal dan menjadi lebih cerah.

"Ini pertama kalinya kami melihat korona awalnya menghilang, tetapi kemudian membangun kembali sendiri, dan kami menyaksikan ini secara real-time. Ini akan sangat penting untuk memahami bagaimana korona lubang hitam dipanaskan dan diberdayakan sejak awal," kata Erin Kara, asisten profesor fisika di MIT.

Pengamatan hilangnya Korona Lubang Hitam. [NASA]
Pengamatan hilangnya Korona Lubang Hitam. [NASA]

Penyebab peristiwa yang belum pernah terlihat sebelumnya ini diyakini sebagai bintang. Para astronom berpikir kemungkinan bintang bergerak terlalu dekat ke lubang hitam dan gravitasi lubang hitam itu merobeknya menjadi plasma. Fenomena seperti itu dikenal sebagai peristiwa gangguan pasut atau pasang surut.

Plasma yang panas dan bermuatan listrik menganggu medan magnet di sekitar lubang hitam dan menyebabkan korona serta material lain di sekitar lubang hitam jatuh ke objek raksasa.

baca juga

Hingga ini tim ahli masih terus memantau galaksi jika terjadi peristiwa luar biasa lainnya. Para astronom sangat tertarik untuk melihat apakah korona menghilang ketika peristiwa gangguan pasut lainnya terjadi di sekitar lubang hitam lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Astronom Temukan Dinding Galaksi Raksasa Membentang di Alam Semesta

Astronom Temukan Dinding Galaksi Raksasa Membentang di Alam Semesta

Tekno | Rabu, 15 Juli 2020 | 14:00 WIB

Ilmuwan Sebut Planet Sembilan Bisa Jadi Lubang Hitam

Ilmuwan Sebut Planet Sembilan Bisa Jadi Lubang Hitam

Tekno | Selasa, 14 Juli 2020 | 13:30 WIB

Astronom Temukan Petunjuk Baru Asal Karbon di Alam Semesta

Astronom Temukan Petunjuk Baru Asal Karbon di Alam Semesta

Tekno | Rabu, 08 Juli 2020 | 12:00 WIB

Astronom Temukan Lubang Hitam Paling Masif, 34 Miliar Kali Matahari

Astronom Temukan Lubang Hitam Paling Masif, 34 Miliar Kali Matahari

Tekno | Rabu, 01 Juli 2020 | 09:15 WIB

Mirip Sayap Kelelawar, Astronom Rekam Penampakan Ini Lewat Teleskop Hubble

Mirip Sayap Kelelawar, Astronom Rekam Penampakan Ini Lewat Teleskop Hubble

Tekno | Selasa, 30 Juni 2020 | 08:00 WIB

Peneliti Ungkap Kemungkinan Mendapat Energi dari Lubang Hitam

Peneliti Ungkap Kemungkinan Mendapat Energi dari Lubang Hitam

Tekno | Kamis, 25 Juni 2020 | 09:30 WIB

Terkini

Indra Kenz Terbukti Pasang Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Indra Kenz Terbukti Pasang Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Jabar | Selasa, 06 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Drama Penalti Pulangkan Thailand, Alun-Alun Bogor Meledak Sambut Indonesia Juara

Drama Penalti Pulangkan Thailand, Alun-Alun Bogor Meledak Sambut Indonesia Juara

Bogor | Selasa, 06 Oktober 2026 | 00:56 WIB

Momen Prabowo Diberi Tahu Indonesia Juara, Langsung Joget Kepalkan Tinju di SUGBK

Momen Prabowo Diberi Tahu Indonesia Juara, Langsung Joget Kepalkan Tinju di SUGBK

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:21 WIB

Drama Kartu Merah, Emil Audero Bawa Timnas Juara FIFA ASEAN Cup di Momen Krusial

Drama Kartu Merah, Emil Audero Bawa Timnas Juara FIFA ASEAN Cup di Momen Krusial

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:15 WIB

Timnas Indonesia Juara, Asnawi Mangkualam Bakal Angkat Dagu di Thailand

Timnas Indonesia Juara, Asnawi Mangkualam Bakal Angkat Dagu di Thailand

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:09 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat Senin Malam, 5 Wilayah Masuk Zona Berbahaya

Kabut Asap Palembang Makin Pekat Senin Malam, 5 Wilayah Masuk Zona Berbahaya

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:02 WIB

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Survei LKPI: Gerindra 17,3 Persen, PSI Sentuh 4,3 Persen

Survei LKPI: Gerindra 17,3 Persen, PSI Sentuh 4,3 Persen

Jabar | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:42 WIB

PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Pasokan Domestik Jadi Prioritas

PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Pasokan Domestik Jadi Prioritas

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Meroket 1.004 Persen, Jumlah Rekening Emas BRI di BRImo Tembus 3 Juta

Meroket 1.004 Persen, Jumlah Rekening Emas BRI di BRImo Tembus 3 Juta

Bri | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:28 WIB

×