Uni Emirat Arab Sukses Luncurkan Misi Mars Pertama

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
Uni Emirat Arab Sukses Luncurkan Misi Mars Pertama
Peluncuran Hope sukses ke Mars. [YouTube/@Hope Mars Mission]

Uni Emirat Arab (UAE) sukses meluncurkan misi pertama ke Mars.

Suara.com - Uni Emirat Arab (UAE), pada akhir pekan kemarin, sukses meluncurkan misi ke Mars. Misi senilai 200 juta dolar AS ini merupakan misi ke Mars pertama, dan bahkan misi perjalanan antarplanet pertama, dari negara-negara Arab.

Misi yang disebut Hope atau Al Amal dalam bahasa Arab itu, meluncur dari Pusat Luar Angkasa Tanegashima Jepang di atas roket H-IIA milik Mitsubishi Heavy Industries pada Senin (19/7/2020), sekitar pukul 6.58 pagi waktu setempat atau 4.58 pagi WIB.

Pesawat luar angkasa itu terpisah dari roket sekitar satu jam setelah lepas landas. Al Amal akan menghabiskan waktu sekitar tujuh bulan untuk tiba di Mars.

"Kerja keras dan pengabdian selama bertahun-tahun telah membuahkan hasil besar. Ini adalah pencapaian besar, tapi ini baru permulaan," kata Yousef Al Otaiba, Duta Besar UAE, seperti dikutip dari Space.com, Senin (20/7/2020).

Peluncuran misi Al Amal awalnya dijadwalkan pada 14 Juli tetapi ditunda beberapa kali karena kondisi cuaca yang buruk di lokasi peluncuran.

Diharapkan misi Al Amal ini bisa menginspirasi kaum muda di Uni Emirat Arab dan Semenanjung Arab untuk terlibat dalam studi serta perjalanan antariksa.

Dilansir dari Science Alert, misi ini meluncurkan pengorbit yang akan berada di sekitar Mars selama 687 hari untuk memberikan gambaran komprehensif tentang dinamika cuaca di atmosfer Mars.

Atmosfer Mars diketahui semakin menipis selama ribuan tahun dan sekarang didominasi oleh karbon dioksida, tetapi dulu atmosfernya mampu menjaga air di permukaannya dan para ilmuwan ingin tahu bagaimana perubahan itu terjadi.

Probe dari misi Hope Mars milik Uni Emirat Arab sebelum peluncuran [MBRSC].
Probe dari misi Hope Mars milik Uni Emirat Arab sebelum peluncuran [MBRSC].

Karenanya, Hope dilengkapi dengan tiga instrumen yang berbeda, yaitu sebuah imager dan dua spektrometer. Instrumen pertama akan memberikan gambar detail dari permukaan Mars, sementara lainnya akan mengumpulkan data yang memungkinkan para ilmuwan melacak bahan apa yang berada di atmosfer Mars.

Setelah melalui perjalanan tujuh bulan ke Mars, pengorbit itu akan mencapai orbit Mars pada Februari 2021.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS