Studi Ungkap Pengaruh Tetap di Rumah terhadap Penyebaran Covid-19

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
Studi Ungkap Pengaruh Tetap di Rumah terhadap Penyebaran Covid-19
Ilustrasi bekerja dari rumah. (Shutterstock)

Penelitian baru mengungkap berapa banyak yang dapat dikurangi dari penyebaran virus Corona (Covid-19), jika orang-orang tetap berada di rumah.

Suara.com - Penelitian terbaru mengungkap berapa banyak yang dapat dikurangi dari penyebaran virus Corona (Covid-19), jika orang-orang tetap berada di rumah. Pengukuran ini ditunjukkan menggunakan angka reproduksi atau disebut juga R secara sederhana.

Dalam kasus penyakit menular seperti Covid-19, R menentukan berapa banyak orang yang akan terinfeksi oleh setiap orang yang sudah terinfeksi positif. Agar berhasil mengalahkan patogen seperti Covid-19, orang perlu R menjadi kurang dari 1. Artinya, setiap orang meneruskan infeksi kepada kurang dari satu orang lain, yang pada akhirnya menyebabkan semakin sedikit orang yang terinfeksi. Sebaliknya, nilai R ang lebih besar dari 1 menunjukkan penyebaran yang berkembang.

Para ilmuwan kemudian mencari tahu bagaimana manusia dapat benar-benar mengetahui langkah apa saja yang bekerja, untuk mengekang penyebaran Covid-19 dan menekan angka R.

Penelitian baru yang dipimpin oleh dokter anak David Rubin dari Children's Hospital of Philadelphia, memberikan salah satu perspektif paling jelas dan paling komprehensif tentang ini dalam konteks kasus di wilayah Amerika Serikat dengan mengumpulkan data 54 persen dari populasi.

"Jelas faktor terkuat dalam model kami yang dikaitkan dengan pengurangan transmisi adalah jarak sosial. Kita perlu menerima aturan standar seperti mengenakan masker, mengurangi jumlah kerumunan, dan membatasi akses ke lokasi seperti bar di dalam ruangan, di mana risiko wabah paling tinggi," kata Rubin, seperti dikutip dari Science Alert, Selasa (28/7/2020).

Ilustrasi minuman keras (Shutterstock).
Ilustrasi minuman keras (Shutterstock).

Para ilmuwan ingin memahami faktor-faktor apa saja di tingkat kabupaten yang tampaknya paling mempengaruhi R, yang bervariasi berdasarkan waktu dan tempat. Dalam penelitian tersebut, dengan melihat data dari 25 Februari hingga 23 April, tim ahli secara khusus meneliti dampak potensial dari tiga variabel terhadap R, yaitu jarak sosial, kepadatan populasi, dan suhu.

Seperti yang diketahui, jarak sosial dapat mengurangi penyebaran virus Corona dengan membatasi seberapa banyak orang terinfeksi memiliki kontak dengan orang yang tidak terinfeksi. Demikian pula dengan kepadatan populasi diharapkan menjadi faktor penting dalam penyebaran virus, dengan kepadatan lebih besar akan membuat risiko transmisi yang lebih besar.

Sedangkan untuk suhu atau cuaca, dampaknya pada penyebaran virus Corona tidak begitu jelas karena kenaikan suhu dan tingkat kelembaban dianggap berdampak pada penularan virus, tetapi buktinya sangat beragam.

Dalam studi baru yang dilaporkan di JAMA Network Open, jarak sosial diukur dengan data lokasi seluler tingkat kabupaten, memperkirakan tingkat perjalanan selama aturan lockdown, dibandingkan dengan tren pra-pandemi. Sejauh ini, itu adalah proksi yang akurat, di mana jarak sosial memang terkait dengan pengurangan terbesar untuk nilai R secara keseluruhan.

Ilustrasi social distancing. (Shutterstock)
Ilustrasi social distancing. (Shutterstock)

Para ilmuwan rata-rata menemukan bahwa penurunan 50 persen dalam perjalanan bisnis yang tidak penting berkolerasi dengan penurunan 46 persen di R, sementara penurunan 75 persen dalam perjalanan bisnis yang tidak penting berkolerasi dengan penurunan 60 persen di R. Artinya, semakin besar penurunan perjalanan bisnis yang tidak penting, maka semakin besar penurunan nilai R.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS