Studi: Orang yang Miliki Trauma Masa Lalu Bisa Terlihat dari Mata

Risna Halidi | Lilis Varwati | Suara.com

Minggu, 26 Juli 2020 | 13:30 WIB
Studi: Orang yang Miliki Trauma Masa Lalu Bisa Terlihat dari Mata
Ilustrasi depresi

Suara.com - Seseorang yang memiliki trauma di masa lalu atau biasa disebut Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) bisa terlihat melalui tatapan mata. Hal itulah yang coba dibuktikan melalui penelitian gabungan dari Swansea dan Cardiff University di Inggris.

Menurut para ahli, hasil penelitian bisa berguna dalam diagnosis, pengobatan, dan kemajuan penilaian.

Kesimpulan tersebut diambil karena ukuran pupil akan berubah-ubah akibat perubahan tingkat cahaya. Tetapi juga dapat berubah ketika seseorang takut, bersemangat, atau bahkan berkonsentrasi tinggi.

Gambar yang mengejutkan dapat menyebabkan pupil membesar. Namun para peneliti menemukan reaksi ini sangat berlebih terjadi pada orang yang pernah mengalami peristiwa traumatis.

Tiga kelompok diuji, beberapa dengan diagnosa PTSD, yang lain yang pernah mengalami peristiwa traumatis tetapi tidak memiliki PTSD, dan kelompok kontrol orang yang tidak memiliki masalah sebelumnya.

"Orang biasanya menunjukkan penyempitan pupil secara cepat ketika melihat gambar baru. Tetapi kemudian pupil menjadi lebih besar, terutama jika gambar itu menakutkan, misalnya, binatang atau senjata ganas," kata Prof Nicola Gray dari Swansea University dikutip dari BBC.

"Namun, pasien dengan PTSD berperilaku berbeda di kedua fase. Pertama, pupil mereka tidak menyempit ketika ditunjukkan gambar baru kemudian berkembang lebih besar terhadap gambar menakutkan daripada untuk orang tanpa PTSD," lanjutnya.

Penelitian ini menemukan bahwa kelompok PTSD menunjukkan pembesaran pupil pada gambar yang positif dan menarik.

"Ketika kami menampilkan adegan-adegan yang menarik, seperti kemenangan olahraga atau gambar seseorang yang sedang menyelam, gambar-gambar ini memunculkan respon pupil yang sama dalam kelompok PTSD dengan gambar-gambar yang menakutkan," kata Prof Robert Snowden dari Cardiff University.

Ia menegaskan bahwa orang dengan PTSD akan memiliki respons yang berlebihan terhadap gambar yang bisa membangkitkan emosi. 

Sementara menurut Prof Gray, temuan ini dapat membantu mengembangkan terapi baru untuk pasien PTSD.

"Jika gambar yang menarik, tetapi tidak mengancam, mendapatkan respons yang sama, maka mungkin di masa depan untuk menggunakannya secara bertahap mengurangi tingkat gairah orang yang mengalami PTSD," katanya.

PTSD sendiri adalah gangguan kecemasan yang disebabkan oleh peristiwa yang sangat menegangkan, menakutkan atau menyusahkan.

Seseorang dengan PTSD sering menghidupkan kembali peristiwa traumatis melalui mimpi buruk dan mungkin mengalami perasaan kesepian, mudah marah, dan rasa bersalah. Mereka mungkin juga memiliki masalah tidur, seperti insomnia dan sulit berkonsentrasi.

Gejala-gejala ini seringkali parah dan cukup berlangsung lama sehingga memiliki dampak signifikan pada kehidupan sehari-hari seseorang. Penyebab PTSD dapat meliputi kecelakaan parah, kekerasan seksual, perampokan, masalah kesehatan yang serius, hingga pengalaman melahirkan. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Semangat Barista Tunanetra Racik Kopi dengan Mata Hati

Semangat Barista Tunanetra Racik Kopi dengan Mata Hati

Foto | Kamis, 23 Juli 2020 | 12:28 WIB

Waspada, Tidur dengan Mata Terbuka Ternyata Berisiko!

Waspada, Tidur dengan Mata Terbuka Ternyata Berisiko!

Health | Rabu, 22 Juli 2020 | 17:57 WIB

Salah Ambil Tindakan, Angela Lee Alami Iritasi Mata sampai Tak Bisa Melek

Salah Ambil Tindakan, Angela Lee Alami Iritasi Mata sampai Tak Bisa Melek

Entertainment | Rabu, 22 Juli 2020 | 15:05 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB