Sering Mimpi Buruk? Ilmuwan Ini Bagikan "Cara Mengontrol Mimpi"

Agung Pratnyawan, Rezza Dwi Rachmanta

Selasa, 28 Juli 2020 | 21:00 WIB
Sering Mimpi Buruk? Ilmuwan Ini Bagikan "Cara Mengontrol Mimpi"
Ilustrasi bermimpi. (Pixabay/ ThuyHaBich)

Suara.com - Berdasarkan penelitian teranyar, ilmuwan menemukan cara mengenai bagaimana kita dapat "mengontrol mimpi". Hal itu diklaim dapat berguna terutama bagi sebagian orang yang sering mengalami mimpi buruk pada saat pandemi.

Mimpi yang dimaksud oleh ilmuwan merupakan lucid dreaming.

Jika diartikan, lucid dreaming bermakna sebagai "mimpi sadar" atau "mimpi jernih".

Lucid dreaming merupakan sebuah kondisi di mana si pemimpi menyadari bahwa mereka sedang bermimpi dan dapat mengendalikan pengalamannya.

Pada tahun 2018, Dr. Denholm Aspy dari University of Adelaide melakukan sebuah studi yang membandingkan beberapa teknik untuk menginduksi mimpi jernih.

Ilustrasi wanita tertidur dan bermimpi. (Pixabay/ Enrique Meseguer)
Ilustrasi wanita tertidur dan bermimpi. (Pixabay/ Enrique Meseguer)

Aspy menemukan bahwa mereka yang menggunakan metode Mnemonic Induction of Lucid Dreams (MILD) memiliki mimpi yang jernih pada 17 persen malam ketika pertama kali berlatih. Ini adalah metode terbaik yang diukur tanpa bantuan suplemen.

Berdasarkan penelitian sebelumnya, suplemen yang divalidasi adalah obat Alzheimer, galantamine dan B6.

Sebuah studi baru, Aspy secara acak mengalokasikan 355 sukarelawan untuk mencoba lima teknik atau kombinasi berbeda, termasuk Senses Initiated Lucid Dream (SSILD).

Itu adalah metode baru yang melibatkan bangun setelah lima jam dan memfokuskan perhatian secara intensif selama 20 detik sebelum kembali tidur.

baca juga

Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa metode SSILD memiliki hasil yang sama efektif dengan sampel yang lebih besar.

Ilustrasi mimpi. (Pixabay/ Enrique Meseguer)
Ilustrasi mimpi. (Pixabay/ Enrique Meseguer)

Teknik hibrida yang menggabungkan MILD dan SSILD menginduksi jumlah mimpi yang sama baik secara individual.

"Salah satu aplikasi dari lucid dreaming adalah memberikan cara untuk memiliki pengalaman yang jelas, hidup dan memuaskan saat bermimpi di mana itu tidak mungkin dilakukan oleh beberapa orang ketika mereka terjaga," kata Dr. Denholm Aspy pada pernyataan resminya.

Dikutip dari IFLScience, ilmuwan ini juga menyoroti bahwa pandemi COVID-19 memicu mimpi yang lebih intens termasuk serbuan mimpi buruk.

"Beberapa mimpi buruk tentang rumah sakit atau tenatng orang yang kita cintai jatuh sakit, sementara mimpi yang lain lebih simbolis. Belajar untuk mimpi jernih membantu orang-orang yang sering mengalami mimpi buruk di mana mereka bisa membangunkan diri mereka sendiri ketika segala sesuatunya berubah," kata Dr. Denholm Aspy menambahkan.

Ilustrasi mimpi buruk. (Pixabay/ Stefan Keller)
Ilustrasi mimpi buruk. (Pixabay/ Stefan Keller)

Beberapa teknik induksi mimpi sadar atau lucid dreaming termasuk:

  1. Tes Realitas: Anda harus memeriksa lingkungan sekitar beberapa kali untuk melihat apakah Anda sedang bermimpi atau tidak.
  2. Wake Back to Bed (WBTB): bangun setelah lima jam, tetap terjaga untuk waktu yang singkat, kemudian kembali tidur untuk memasuki periode tidur REM, di mana mimpi lebih mungkin terjadi.
  3. Mnemonic Induction of Lucid Dreams (MILD): Teknik ini mengharuskan Anda bangun setelah lima jam tidur dan kemudian mengembangkan niat untuk mengingat bahwa Anda bermimpi sebelum kembali tidur, dengan mengulangi kalimat: "Lain kali aku bermimpi, aku akan ingat bahwa saya sedang bermimpi". Anda juga membayangkan diri Anda dalam mimpi yang jelas.
  4. Senses Initiated Lucid Dream (SSILD): melibatkan bangun setelah lima jam tidur dan kemudian berulang kali memfokuskan perhatian Anda pada sensasi visual, pendengaran, dan fisik selama 20 detik masing-masing sebelum kembali tidur. Teknik ini mirip dengan meditasi mindfulness tetapi melibatkan berulang kali pengubahan fokus Anda.
  5. Teknik hibrida menggabungkan unsur-unsur MILD dan SSILD: seperti teknik SSILD, melibatkan berulang kali memusatkan perhatian pada sensasi visual, dan fisik. Peserta juga mengulangi ungkapan: "Lain kali aku bermimpi, aku akan ingat bahwa aku sedang bermimpi" setiap kali mereka mengubah kesadaran mereka.

Itulah tadi penjelasan ilmuwan mengenai "cara mengontrol mimpi" melalui lucid dreaming agar kita bisa tertolong saat mimpi buruk, tertarik mempraktikkannya?

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sederhana, Begini Cara Uji Masker Buatan Sendiri

Sederhana, Begini Cara Uji Masker Buatan Sendiri

Tekno | Selasa, 28 Juli 2020 | 16:00 WIB

Pertama, Ilmuwan Temukan Partikel Langka di Bawah Gunung Italia

Pertama, Ilmuwan Temukan Partikel Langka di Bawah Gunung Italia

Tekno | Selasa, 28 Juli 2020 | 08:30 WIB

3 Arti Mimpi Pencuri di Rumah, Anda Perlu Waspada

3 Arti Mimpi Pencuri di Rumah, Anda Perlu Waspada

Jatim | Senin, 27 Juli 2020 | 08:13 WIB

Terkini

Perubahan Iklim Ancam Kehidupan, Generasi Muda Punya Peran Besar Selamatkan Masa Depan

Perubahan Iklim Ancam Kehidupan, Generasi Muda Punya Peran Besar Selamatkan Masa Depan

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:18 WIB

Kabut Asap Selimuti Sumut, Semua Sekolah Terapkan PJJ hingga 21 Oktober

Kabut Asap Selimuti Sumut, Semua Sekolah Terapkan PJJ hingga 21 Oktober

Sumut | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:18 WIB

Rehabilitasi 121 Faskes Pascabencana Sumatera Dikebut, Progres Capai 74,4 Persen

Rehabilitasi 121 Faskes Pascabencana Sumatera Dikebut, Progres Capai 74,4 Persen

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:15 WIB

Teknologi Flash Charging BYD Bisa Digunakan Mobil Listrik Merek Lain, Ada Tapinya...

Teknologi Flash Charging BYD Bisa Digunakan Mobil Listrik Merek Lain, Ada Tapinya...

Otomotif | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:10 WIB

Satukan Doa dan Ikhtiar, Kilang Plaju Perkuat Keselamatan Pekerja Lewat Safety Leadership

Satukan Doa dan Ikhtiar, Kilang Plaju Perkuat Keselamatan Pekerja Lewat Safety Leadership

Sumsel | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:09 WIB

Terbongkar dari Keluhan Flek, Ayah di Jakbar Setubuhi Anak Kandung hingga Hamil 6 Bulan

Terbongkar dari Keluhan Flek, Ayah di Jakbar Setubuhi Anak Kandung hingga Hamil 6 Bulan

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Frank & co. Bidik Pasar Gen Z, Hadirkan Konsep Butik Terbaru di Delipark Medan

Frank & co. Bidik Pasar Gen Z, Hadirkan Konsep Butik Terbaru di Delipark Medan

Sumut | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:06 WIB

Tips Kejar Marathon Internasional, Tak Cukup Latihan Fisik tapi Juga Perlu Siapkan Finansial

Tips Kejar Marathon Internasional, Tak Cukup Latihan Fisik tapi Juga Perlu Siapkan Finansial

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:06 WIB

Dokter Richard Lee Peroleh Penangguhan Penahanan, Kondisi Tubuhnya Bikin Salfok

Dokter Richard Lee Peroleh Penangguhan Penahanan, Kondisi Tubuhnya Bikin Salfok

Entertainment | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:01 WIB

Take Charge of My Heart: Romcom Sederhana yang Menghangatkan Hati

Take Charge of My Heart: Romcom Sederhana yang Menghangatkan Hati

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:00 WIB

×