Terkoyak Bimasakti, Astronom Temukan Struktur Bintang Kuno

RR Ukirsari Manggalani | Lintang Siltya Utami
Terkoyak Bimasakti, Astronom Temukan Struktur Bintang Kuno
Ilustrasi Bimasakti. [Shutterstock]

Komposisi bintang-bintang pada Phoenix Stream di sekitar Bimasakti membuat strukturnya menjadi unik.

Suara.com - Penelitian tentang gugus globular, kumpulan bola bintang yang mengorbit galaksi dengan lebih dari 150 di antaranya ditemukan di sekitar Bimasakti, menunjukkan bahwa gugus ini terbentuk dari generasi bintang paling awal.

Sebuah studi terbaru yang dilakukan tim astronom internasional menemukan struktur di sekitar Bimasakti yang dijuluki Phoenix Stream. Ini adalah sebaran bintang-bintang yang diyakini sebagai sisa-sisa gugusan bola bintang kuno yang terkoyak oleh Bimasakti sekitar 2 miliar tahun yang lalu.

Penampakkan Bimasakti dari satelit TESS NASA. [NASA]
Penampakan Bimasakti dari satelit TESS NASA. [NASA]

Komposisi bintang-bintang pada Phoenix Stream membuat struktur itu menjadi unik. Dilaporkan dalam jurnal Nature, para astronom kemungkinan menemukan sisa-sisa peninggalan dari gugus globular tertua yang diketahui, sebuah peninggalan zaman lampau.

"Begitu kami tahu bintang mana yang berasal dari Phoenix Stream, kami mengukur kelimpahan unsur-unsur yang lebih berat daripada hidrogen dan helium, sesuatu yang kami sebut sebagai logam," kata Zhen Wan, penulis utama dan ilmuwan dari University of Sydney, seperti dikutip dari IFL Science pada Kamis (30/7/2020).

"Kami benar-benar terkejut menemukan bahwa Phoenix Stream memiliki tingkat keasaman yang sangat rendah, membuatnya sangat berbeda dengan semua gugus bola lainnya di galaksi. Meskipun gugusan itu dihancurkan miliaran tahun yang lalu, kita masih dapat mengetahui gugusan itu terbentuk di semesta awal dari komposisi bintang-bintangnya," lanjutnya.

Bintang-bintang dari semesta awal memang dibuat secara eksklusif dari hidrogen dan helium, kemudian ledakan eksplosifnya menyebarkan unsur-unsur yang lebih berat ke dalam kosmos. Jika Phoenix Stream memang sebuah gugus bola, maka mungkin alam semesta memiliki lebih dari satu cara untuk membentuk kumpulan bintang padat ini.

"Aliran ini berasal dari sebuah gugus yang menurut pemahaman kami, seharusnya tidak ada. Satu penjelasan yang masuk akal adalah Phoenix Stream mewakili jenis terakhir, sisa populasi gugus bola yang lahir di lingkungan yang sangat berbeda dengan yang kita lihat hari ini," tambah Dr Ting Li dari Carnegie Observatories.

Masih ada banyak pertanyaan yang belum terjawab. Para ahli masih tidak yakin bagaimana Phoenix Stream terbentuk dan berencana untuk mempelajari lebih banyak aliran bintang untuk mengetahuinya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS