Studi Terbaru Klaim Dunia Butuh Undang-Undang Larangan Robot Pembunuh

Dythia Novianty, Tivan Rahmat

Rabu, 12 Agustus 2020 | 08:30 WIB
Studi Terbaru Klaim Dunia Butuh Undang-Undang Larangan Robot Pembunuh
Ilustrasi robot pembunuh. [Shutterstock]

Suara.com - Selama beberapa dekade terakhir, Hollywood memproduksi film bertema robot thriller, seperti "The Terminator", "Blade Runner", dan "Westworld". Garis besar dari ketiga film tersebut seakan memperingatkan para penontonnya bahwa ketergantungan manusia pada kecerdasan buatan adalah ancaman nyata bagi peradaban manusia itu sendiri.

Di kehidupan nyata, para peneliti dari Human Rights Watch pun memiliki kekhawatiran yang sama terhadap teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), yang disematkan pada robot di masa depan bukan mustahil akan melebihi para penciptanya.

Oleh karena itu, mereka menulis sebuah studi yang isinya menjelaskan bahwa dunia memerlukan undang-undang tentang pelarangan pembuatan robot yang memiliki fungsi untuk membunuh.

Pesan tersebut merupakan bagian dari kampanye global mereka untuk menyerukan larangan senjata otonom penuh yang saat ini sedang dikembangkan sejumlah negara maju.

Ilustrasi robot dari logam cair, seperti dalam film Terminator. [Shutterstock]
Ilustrasi robot dari logam cair, seperti dalam film Terminator. [Shutterstock]

“Menghapus kendali manusia dari penggunaan alat teknologi, secara luas dianggap sebagai ancaman besar bagi umat manusia,” kata Mary Wareham, direktur advokasi divisi senjata di Human Rights Watch, seperti dikutip dari New York Post, Selasa (11/8/2020).

Oleh karena itu, Wareham mendesak agar Perserikatan Bangsa-Bangsa membuat perjanjian internasional yang melarang penggunaan teknologi AI pada senjata militer. Dalam studinya, Human Rights Watch menganalisis kebijakan pertahanan dari 97 negara yang mengembangkan teknologi robotika untuk keperluan perang.

"Senjata otonom berbasis robotika akan memutuskan siapa yang hidup dan mati, tanpa mempertimbangkan karakteristik manusia yang melekat, seperti belas kasih yang diperlukan untuk membuat pilihan etika yang kompleks," tulis studi tersebut.

Selain banyak potensi mengakibatkan kematian massal, Human Rights Watch juga mempertanyakan siapa yang akan bertanggung jawab atas tindakan perang yang melanggar hukum yang dilakukan oleh senjata otonom. Apakah itu pemrogram komputer atau komandan militer dari negara yang membuat teknologi tersebut?

Di sisi lain, Sekjen PBB António Guterres menyatakan dukungannya terhadap saran dari penelitian tersebut. Ia menilai, pengembangan program robotika pada militer sangat menjijikkan secara moral dan tidak dapat diterima secara politik. Bahkan, ia juga mendesak agar negara-negara di dunia untuk segera mengambil tindakan konkret.

baca juga

Sejauh ini, setidaknya 30 negara, termasuk Austria, Brasil, dan Chile, sedang berupaya untuk melarang penggunaan senjata ini secara global. Namun, sejumlah negara berpengaruh di dunia, seperti Rusia dan Amerika Serikat, seakan menghambat rencana pembuatan perjanjian internasional tersebut. Mereka berdalih, telah berinvestasi besar-besaran untuk pengembangan sistem senjata otonom berbasis kecerdasan buatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keren, Penelitian Robot Laboratorium Ini Diklaim 1.000 Kali Lebih Cepat

Keren, Penelitian Robot Laboratorium Ini Diklaim 1.000 Kali Lebih Cepat

Tekno | Minggu, 12 Juli 2020 | 16:30 WIB

Gokil, Robot Ini Rakit PS4 Hanya 30 Detik!

Gokil, Robot Ini Rakit PS4 Hanya 30 Detik!

Tekno | Selasa, 07 Juli 2020 | 15:30 WIB

5 Mitos Keliru Tentang Teknologi Robot di Industri dan Pabrik

5 Mitos Keliru Tentang Teknologi Robot di Industri dan Pabrik

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2020 | 06:09 WIB

Harganya Sampai Ratusan Juta, Ini Robot Seks yang Diklaim Punya Perasaan!

Harganya Sampai Ratusan Juta, Ini Robot Seks yang Diklaim Punya Perasaan!

Lifestyle | Minggu, 05 Juli 2020 | 19:10 WIB

Yuk, Kenalan dengan Robot Kece Perawat Pasien Covid-19 Buatan Indonesia

Yuk, Kenalan dengan Robot Kece Perawat Pasien Covid-19 Buatan Indonesia

Jatim | Kamis, 25 Juni 2020 | 18:44 WIB

Bikin Gemas, Robot Anjing Buatan Sony Bisa Sambut Tuannya

Bikin Gemas, Robot Anjing Buatan Sony Bisa Sambut Tuannya

Tekno | Senin, 22 Juni 2020 | 19:40 WIB

Terkini

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Semua Dakwaan Dibatalkan, Ingin Langsung Bebas

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Semua Dakwaan Dibatalkan, Ingin Langsung Bebas

Video | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Kendal Tornado FC Waspadai Agresivitas Persiba, Peluang Puncak Bukan Prioritas

Kendal Tornado FC Waspadai Agresivitas Persiba, Peluang Puncak Bukan Prioritas

Jawa Tengah | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Polres Cianjur Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanggeung

Polres Cianjur Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanggeung

Jabar | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tolak Parliamentary Threshold, Masyumi Segera Sampaikan Usulan ke DPR

Tolak Parliamentary Threshold, Masyumi Segera Sampaikan Usulan ke DPR

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:58 WIB

KPK Amankan 14 Orang dalam OTT BNPB, Hanya Lima Ditetapkan Tersangka, Ada Apa?

KPK Amankan 14 Orang dalam OTT BNPB, Hanya Lima Ditetapkan Tersangka, Ada Apa?

Jatim | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:56 WIB

Pemerintah Finalisasi Pendidikan Gratis PAUD hingga Kuliah, Kriteria Penerima Belum Jelas

Pemerintah Finalisasi Pendidikan Gratis PAUD hingga Kuliah, Kriteria Penerima Belum Jelas

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:48 WIB

Sumsel Jadi Proyek Percontohan Teknologi Dry Ice, Benarkah Bisa Mengatasi Kabut Asap?

Sumsel Jadi Proyek Percontohan Teknologi Dry Ice, Benarkah Bisa Mengatasi Kabut Asap?

Sumsel | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:47 WIB

Laga Panas 2 Kartu Merah, Persib Bandung Tundukkan Cong Viettel 1-0

Laga Panas 2 Kartu Merah, Persib Bandung Tundukkan Cong Viettel 1-0

Jabar | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:44 WIB

Ledakan Keras Hantam Kawasan Pasar Cimanggis Ciputat

Ledakan Keras Hantam Kawasan Pasar Cimanggis Ciputat

Banten | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:39 WIB

14 Titik Longsor Tapan-Batas Jambi Dibersihkan, Jalur Mulai Fungsional

14 Titik Longsor Tapan-Batas Jambi Dibersihkan, Jalur Mulai Fungsional

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:34 WIB

×