Ngeri.. Ilmuwan Beberkan Pemanasan Bumi di Masa Depan

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami | Suara.com

Selasa, 25 Agustus 2020 | 09:00 WIB
Ngeri.. Ilmuwan Beberkan Pemanasan Bumi di Masa Depan
Ilustrasi pemanasan global. [Shutterstock]

Suara.com - Para ilmuwan memberikan lebih banyak kepastian tentang sejauh mana pemanasan Bumi di masa depan, dalam sebuah penelitian terbaru.

Berkolaborasi dengan banyak ilmuwan iklim internasional lainnya, penelitian ini dipimpin oleh Steven Sherwood dari University of New South Wales, Australia.

Seperti diketahui, iklim Bumi menghangat karena konsentrasi gas rumah kaca seperti karbon dioksida meningkat di atmosfer. Sejak tahun 1950-an, data suhu NASA menunjukkan bahwa Bumi telah memanas sekitar 0,8 derajat Celcius hingga dekade terakhir.

Para ilmuwan berusaha memprediksi iklim di masa depan. Skala pemanasan di masa depan tetap tidak pasti karena berbagai alasan, salah satunya adalah ketidaktahuan tentang berapa banyak polusi karbon yang akan dilepaskan manusia selama beberapa dekade mendatang.

Ilustrasi gedung pencakar langit. [MichaelGaida/Pixabay]
Ilustrasi gedung pencakar langit. [MichaelGaida/Pixabay]

Oleh karen itu, para ahli telah mengembangkan model sistem Bumi untuk memprediksi masa depan, menggunakan berbagai skenario polusi karbon di masa depan.

Mulai dari opsi "bakar semua cadangan batu bara", hingga opsi "matikan semua pembangkit listrik tenaga batu bara".

Tetapi, elemen penting lainnya dari ketidakpastian adalah seberapa sensitif iklim Bumi terhadap karbon dioksida. Ilmuwan menyebutnya "sensitivitas iklim ekuilibrium". Ini mewakili kenaikan suhu untuk penggandaan konsentrasi karbon dioksida yang berkelanjutan.

Sensitivitas iklim ekuilibrium telah lama diperkirakan berada dalam kisaran 1,5 hingga 4,5 derajat Celcius. Dengan kata lain, jika karbon dioksida di atmosfer mencapai 560 bagian per juta (ppm), Bumi akan menghangat di suatu tempat antara 1,5 hingga 4,5 derajat Celcius.

Penelitian terbaru ini adalah penyelidikan paling lengkap yang belum pernah dilakukan. terhadap semua bukti yang tersedia dan menemukan kisaran paling mungkin antara 2,6 hingga 3,9 derajat Celcius. Namun, suhu ini akan memerlukan waktu ratusan tahun.

Menurut Sherwood, perlu waktu lama untuk sepenuhnya menyesuaikan diri dengan perubahan tingkat energi yang datang, bisa ratusan tahun. Namun, sebagian besar pemanasan terjadi dalam satu dekade perubahan.

"Kami pikir pemanasan sebenarnya terjadi di abad mendatang terkait erat dengan jumlah pemanasan ekuilibrium, jadi jika kita mengetahui salah satunya, secara kasar kita mengetahui yang lain," katanya seperti dikutip Science Alert, Selasa (25/8/2020).

Para ilmuwan juga mengungkap seberapa jauh manusia saat ini, menuju penggandaan konsentrasi karbon dioksida di atmosfer. Sherwoon mengatakan, sudah hampir setengah jalan.

Meski begitu, kabar baiknya adalah skenario ekstrem tidak mungkin terjadi. Skenario polusi masa depan yang paling optimis melibatkan Bumi yang secara drastis mengurangi penggunaan batu bara, minyak, dan gas hingga 2050.

Namun, meski sudah melakukan hal itu pun hampir mustahil menghentikan pemanasan dunia kurang dari 1,5 derajat Celcius.

Ilustrasi emisi karbon dioksida dari industri (Shutterstock).
Ilustrasi emisi karbon dioksida dari industri (Shutterstock).

Skenario masa depan paling optimis akan memberi manusia peluang 83 persen untuk tetap di bawah suhu 2 derajat Celcius. Tetapi hanya peluang 33 persen untuk tetap di bawah 1,5 derajat Celcius. Untuk berada di bawah suhu 1,5 derajat Celcius, skenario ini akan membutuhkan tindakan yang cukup ekstrem.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Disangka, Dua Hal Ini Disebut Berisiko Tularkan Virus Corona

Tak Disangka, Dua Hal Ini Disebut Berisiko Tularkan Virus Corona

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2020 | 09:15 WIB

Miris, Greenland Kehilangan 532 Miliar Ton Lapisan Es dalam 1 Tahun

Miris, Greenland Kehilangan 532 Miliar Ton Lapisan Es dalam 1 Tahun

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2020 | 08:30 WIB

Lebih Cepat Antisipasi, Gejala Covid-19 Bisa Diprediksi

Lebih Cepat Antisipasi, Gejala Covid-19 Bisa Diprediksi

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2020 | 07:00 WIB

Ilmuwan Warga Temukan 95 Katai Cokelat di Dekat Matahari

Ilmuwan Warga Temukan 95 Katai Cokelat di Dekat Matahari

Tekno | Jum'at, 21 Agustus 2020 | 20:00 WIB

Pertama Kalinya, Ilmuwan Amati Awan Gas Dikeluarkan dari Inti Bimasakti

Pertama Kalinya, Ilmuwan Amati Awan Gas Dikeluarkan dari Inti Bimasakti

Tekno | Jum'at, 21 Agustus 2020 | 19:00 WIB

Ilmuwan Temukan 30 Spesies Baru di Perairan Dalam

Ilmuwan Temukan 30 Spesies Baru di Perairan Dalam

Tekno | Kamis, 20 Agustus 2020 | 09:00 WIB

Terkini

6 HP Midrange Terbaru Gahar Bersiap ke Indonesia: RAM 12 GB, AnTuTu Tembus 3 Juta

6 HP Midrange Terbaru Gahar Bersiap ke Indonesia: RAM 12 GB, AnTuTu Tembus 3 Juta

Tekno | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:36 WIB

Bocoran Assassin's Creed Invictus Dibantah Ubisoft: Drama Kebenaran di Era AI

Bocoran Assassin's Creed Invictus Dibantah Ubisoft: Drama Kebenaran di Era AI

Tekno | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:33 WIB

Xiaomi Unggah Teaser Redmi S: Kasta Misterius, Setara POCO X Series?

Xiaomi Unggah Teaser Redmi S: Kasta Misterius, Setara POCO X Series?

Tekno | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:20 WIB

7 HP Snapdragon Terbaru yang Masuk Indonesia 2026, Spek Premium dan Performa Ngebut

7 HP Snapdragon Terbaru yang Masuk Indonesia 2026, Spek Premium dan Performa Ngebut

Tekno | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:30 WIB

Shokz OpenFit Pro Resmi Meluncur di Indonesia, Headphone Open-Ear Canggih dan Baterai 50 Jam

Shokz OpenFit Pro Resmi Meluncur di Indonesia, Headphone Open-Ear Canggih dan Baterai 50 Jam

Tekno | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:21 WIB

Fans Timnas Merapat Rizky Ridho Hadir di Game Total Football VNG

Fans Timnas Merapat Rizky Ridho Hadir di Game Total Football VNG

Tekno | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:14 WIB

Viral Homeless Media Bantah Kolaborasi dengan Bakom RI Qodari: Narasi hingga Indozone Buka Suara

Viral Homeless Media Bantah Kolaborasi dengan Bakom RI Qodari: Narasi hingga Indozone Buka Suara

Tekno | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:11 WIB

Serangan Spyware di Asia Tenggara Naik 18 Persen, Indonesia Jadi Target Utama Hacker

Serangan Spyware di Asia Tenggara Naik 18 Persen, Indonesia Jadi Target Utama Hacker

Tekno | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:57 WIB

Star Fox Bangkit Kembali, Usung Perombakan Visual di Nintendo Switch 2

Star Fox Bangkit Kembali, Usung Perombakan Visual di Nintendo Switch 2

Tekno | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:30 WIB

Oppo Reno 16 Pro Lolos Sertifikasi di Indonesia: Bawa RAM 12 GB dan Baterai Jumbo

Oppo Reno 16 Pro Lolos Sertifikasi di Indonesia: Bawa RAM 12 GB dan Baterai Jumbo

Tekno | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:10 WIB