Ilmuwan Temukan Titik Leleh Tercepat di Antartika

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Jum'at, 28 Agustus 2020 | 11:35 WIB
Ilmuwan Temukan Titik Leleh Tercepat di Antartika
Ilustrasi kawasan Antartika. (shutterstock)

Suara.com - Para ilmuwan telah menemukan palung bawah air yang dalam di Antartika, sebagai titik leleh tercepat. Hal ini dapat menyebabkan malapetaka bagi salah satu lapisan es yang rentan di benua itu.

Terletak ratusan kaki di bawah Shirase Glacier (Gletser Shirase) di Antartika Timur, palung ini tampaknya menyalurkan air laut hangat langsung ke dasar lapisan es gletser, yang dikenal sebagai Shirase Glacier Tongue (Lidah Gletser Shirase).

Menurut penelitian terbaru yang diterbitkan di jurnal Nature Communications pada Senin (24/8/2020), saluran air hangat ini menyebabkan Shirase Glacier Tongue meleleh dari bawah ke atas dengan kecepatan yang mengkhawatirkan.

Shirase Glacier Tongue kehilangan 7 hingga 16 meter es per tahun, berpotensi menjadikannya wilayah yang meleleh tercepat di Antartika Timur.

Shirase Glacier Tongue. [Nature.com]
Shirase Glacier Tongue. [Nature.com]

"Ini sama dengan atau mungkin melampaui laju leleh di bawah Totten Ice Shelf, yang diperkirakan mengalami laju leleh tertinggi di Antartika Timur, dengan kecepatan 10 hingga 11 meter per tahun," kata Daisuke Hirano, penulis penelitian dan asisten profesor di Institute of Low Temperature Science, Hokkaido University, Jepang, seperti dikutip Live Science, Jumat (28/8/2020).

Gletser Shirase adalah bagian dari lapisan es Antartike, reservoir beku luas yang berisi lebih dari 60 persen air tawar dunia.

Perubahan iklim menyebabkan lapisan es mencair dengan kecepatan yang semakin cepat, mencair enam kali lebih cepat saat ini daripada 1992 dan menuangkan lebih dari 500 miliar ton air ke laut setiap tahun.

Jika seluruh lapisan es mencair, itu bisa menaikkan permukaan laut global hingga 60 meter. Bahkan, kenaikan setinggi 60 sentimeter bisa membuat ratusan juta orang berisiko kehilangan tempat tinggal atau nyawa akibat banjir.

Namun, tingkat pencairan di banyak wilayah Antartika masih belum dipelajari dengan baik, karena es laut yang tebal dapat menghambat kapal penelitian untuk mendekat dan melakukan pengamatan.

baca juga

Pada awal 2017, para ilmuwan di atas kapal penelitian Jepang berlayar cukup dekat ke Shirase Glacier Tongue untuk menganalisis 31 titik berbeda di sekitar lapisan es, mengukur suhu, salinitas, dan tingkat oksigen air di sekitarnya.

Dari variabel-variabel tersebut, tim ahli memperkirakan berapa banyak air tawar yang meleleh bercampur dengan air laut yang asin dan di mana arus terhangat mengalir. Pengukuran radar membantu para ilmuwan memetakan geografi bawah laut daerah tersebut dengan lebih baik.

Studi itu mengungkap bahwa sebuah "titik panas atipikal" dari air laut hangat yang mengalir di sepanjang palung yang sebelumnya tidak diketahui.

Ilustrasi laut. (Pexels/Berend de Kort)
Ilustrasi laut. (Pexels/Berend de Kort)

Air hangat itu bertabrakan dengan tepi gletser dan memantul ke atas, menabrak bagian bawah lidah es sebelum kembali ke laut, membawa banyak es yang mencair bersamanya.

Para ilmuwan mengatakan bahwa memahami bagaimana arus laut berinteraksi dengan bagian lapisan es Antartika adalah bagian penting untuk memprediksi seberapa cepat benua itu bisa "menyerah" pada perubahan iklim.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ilmuwan Sebut Planet Mars Mungkin Tertutup Lapisan Es di Masa Lalu

Ilmuwan Sebut Planet Mars Mungkin Tertutup Lapisan Es di Masa Lalu

Tekno | Sabtu, 08 Agustus 2020 | 07:32 WIB

Pertama Kalinya, Ilmuwan Temukan Kebocoran Gas Metana di Antartika

Pertama Kalinya, Ilmuwan Temukan Kebocoran Gas Metana di Antartika

Tekno | Jum'at, 24 Juli 2020 | 16:30 WIB

Berang-Berang 'Grogoti' Lapisan Es Kutub Utara, Percepat Pemanasan Global

Berang-Berang 'Grogoti' Lapisan Es Kutub Utara, Percepat Pemanasan Global

News | Selasa, 30 Juni 2020 | 13:55 WIB

Mulai 2021, Tak Ada Plastik Sekali Pakai di Jerman

Mulai 2021, Tak Ada Plastik Sekali Pakai di Jerman

News | Kamis, 25 Juni 2020 | 19:44 WIB

Krisis Iklim Ubah Salju Antartika Menjadi Hijau

Krisis Iklim Ubah Salju Antartika Menjadi Hijau

Tekno | Jum'at, 22 Mei 2020 | 12:00 WIB

Lapisan Es di Greenland Menipis, Permukaan Air Laut Naik Hingga 40 Persen

Lapisan Es di Greenland Menipis, Permukaan Air Laut Naik Hingga 40 Persen

Lifestyle | Rabu, 20 Mei 2020 | 10:55 WIB

Terkini

Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua

Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:45 WIB

Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi

Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi

Jabar | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:39 WIB

Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya

Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya

Surakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:37 WIB

Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis

Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:35 WIB

Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB

Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:29 WIB

Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan

Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:28 WIB

Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh

Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:24 WIB

Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya

Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:20 WIB

Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu

Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu

Entertainment | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:20 WIB

Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL

Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL

Surakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:13 WIB

×