Suara.com - Inti kamera pada Observatorium Vera C. Rubin yang akan beroperasi di masa depan mengambil foto dengan resolusi 3.200 MP, sebagai bagian dari uji coba pertamanya. Ini menetapkan rekor dunia baru untuk bidikan tunggal terbesar yang diambil kamera digital raksasa.
Pencitraan array sensor yang terdiri dari bidang fokus untuk kamera digital berukuran mobil SUV milik Vera Rubin ini, melakukan pengujian di SLAC National Accelerator Laboratory di California. SLAC sendiri merupakan singkatan dari Stanford Linear Accelerator Center, nama asli fasilitas tersebut.
Foto-foto yang diambil itu sangat besar sehingga membutuhkan TV ultra-high 378 4K, untuk menampilkan hanya satu dari foto ukuran penuh. Resolusi yang ditampilkan sangat bagus, bahkan bola golf masih terlihat dari jarak 25 kilometer.
Tim SLAC yang membangun kamera LSST (Legacy Survey of Space and Time) Vera Rubin berfokus pada objek di sekitar, termasuk brokoli Romanesco yang memiliki tekstur rumit.
![Kamera LSST. [Eurakalert.org]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/09/09/83630-kamera-lsst.jpg)
"Mengambil gambar ini adalah pencapaian besar. Dengan spesifikasi yang ketat, kami benar-benar mendorong batas dari apa yang mungkin untuk memanfaatkan setiap milimeter persegi bidang fokus dan memaksimalkan ilmu yang dapat kami lakukan dengannya," kata Aaron Roodman, ilmuwan SLAC yang bertanggung jawab atas perakitan dan pengujian kamera LSST.
Dilansir dari Space.com, Rabu (9/9/2020), sama seperti sensor pencitraan di kamera ponsel, bidang fokus kamera LSST mengubah cahaya yang dipancarkan atau dipantulkan oleh suatu objek, menjadi sinyal listrik yang menghasilkan foto digital. Tetapi inti pencitraan kamera LSST jauh lebih besar dan lebih kompleks daripada produk elektronik manapun.
Bidang fokus yang baru diuji memiliki lebar lebih dari 0,6 meter dan memiliki 189 sensor individu atau charge-coupled devices (CCD). CCD dan perangkat elektronik terakitnya ditempat di 21 rakit terpisah, di mana beratnya sekitar 9 kilogram dengan biaya masing-masing 3 juta dolar AS. Rakit dikemas dengan sangat rapat untuk memaksimalkan area pencitraan bidang fokus.
Gambar yang baru dirilis adalah bagian dari pengujian ekstensif dan berkelanjutan yang dirancang untuk memeriksa bidang fokus, yang belum dipasang pada kamera LSST. Langkah integrasi itu akan dilakukan dalam beberapa bulan mendatang, begitu juga dengan penambahan lensa kamera dan komponen penting lainnya.
Menurut SLAC, kamera tersebut harus siap untuk pengujian akhir pada pertengahan tahun 2021. Kamera kemudian akan dikirim ke Andes Chili, di mana Observatorium Vera C. Rubin dibangun.
Observatorium itu sebelumnya dikenal dengan nama Large Synoptic Survey Telescope dan akan menggunakan cermin selebar 8,4 meter untuk melakukan penelitian penting selama 10 tahun tentang kosmos. Kamera akan menghasilkan panorama langit selatan setiap beberapa malam dan mengumpulkan harta karun astronomi yang akan mencakup citra sekitar 20 miliar galaksi.

"Data ini akan meningkatkan pengetahuan kami tentang bagaimana galaksi telah berevolusi dari waktu ke waktu," kata Steven Ritz, ilmuwan proyek untuk kamera LSST di University of California.
Tak hanya itu, data tersebut juga memungkinkan para ahli menguji model materi gelap dan energi gelap lebih dalam dan tepat daripada sebelumnya. Observatorium akan menjadi fasilitas yang luar biasa untuk berbagai ilmu pengetahuan, mulai dari studi rinci tata surya hingga studi objek yang jauh menuju tepi alam semesta.