Covid-19 Tidak Ada Apa-apanya Dibandingkan dengan Bakteri Super di Pasifik

Liberty Jemadu

Kamis, 10 September 2020 | 17:45 WIB
Covid-19 Tidak Ada Apa-apanya Dibandingkan dengan Bakteri Super di Pasifik
Ilustrasi bakteri super. [Shuttertsock]

Suara.com - Ancaman antimicrobial resistance (AMR) atau resistensi antimikroba, yang antara lain berwujud kuman atau bakteri super, jauh lebih berbahaya ketimbang wabah Covid-19 yang kini menghantui Bumi.

AMR banyak ditemukan di kawasan Pasifik, sebelah timur Indonesia dan seorang pakar keamanan hayati (biosecurity) dari Australia, yang baru saja menggelar penelitian selama 3 tahun di Fiji, mewanti-wanti bahwa ancaman bakteri super jauh lebih besar ketimbang Covid-19.

"Jika Anda menganggap Covid-19 sudah buruk, maka Anda akan sangat gentar menghadapi AMR," kata Paul De Barro, Direktur CSIRO, lembaga penelitian nasional Australia.

De Barro, yang meneliti tentang bakteri-bakteri yang sudah kebal dengan pengobatan modern di Fiji, mengatakan bahwa Covi-19 tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan AMR.

"Kita akan kembali ke zaman kegelapan," ia memperingatkan, seperti dilansir The Guardian.

Untuk sebagian besar negara di dunia, AMR masih berupa ancaman. Tetapi di Pasifik bakteri-bakteri super sudah menjadi masalah nyata bagi sistem kesehatan yang notabene belum maju.

Menurut sebuah artikel di jurnal BMJ Global Health, perkembangan bakteri super di Pasifik didorong oleh tingginya penyakit menular dan maraknya penggunaan obat-obatan antibiotik.

Fiji, yang populasinya kurang dari sejuta jiwa, adalah salah satu negara dengan rata-rata penyakit menular tertinggi di dunia. Negara itu juga memiliki kasus TBC paling tinggi pada manusia dan binatang. Rumah-rumah sakitnya rata-rata melakukan dua operasi amputasi karena diabetes per hari. Semuanya itu mendorong penggunaan antibiotik.

Di negara kepulauan itu, banyak antibiotik digunakan baik untuk manusia maupun untuk binatang. Akibatnya banyak bakteri penyebab penyakit yang semakin kebal dengan obat-obatan modern.

baca juga

Pada Agustus lalu pemerintah Fiji mengumumkan 10 orang tewas akibat leptospirosis, infeksi bakteri yang biasa ditemukan pada binatang dan manusia. Ratusan orang lainnya juga terinfeksi dan masih dirawat.

CSIRO sendiri telah melakukan studi selama 3 tahun di Fiji bersama komite nasional AMR milik pemerintah Fiji dan sejumlah universitas di kawasan Pasifik. Studi itu digelar untuk meneliti perkembangan bakteri super, mengidentifikasi titik-titik penularan, dan pola penyebarannya.

De Barro, berangkat dari studi itu, memperingatkan bahwa ancaman AMR sangat besar dan bisa melumpuhkan sistem kesehatan modern di dunia yang sangat bergantung pada antibiotik.

"Jika mengingat besarnya peran antibiotik di sistem kesehatan kita, (maka AMR) akan bisa membunuh manusia hanya dari luka kecil, melahirkan akan bisa mematikan perempuan, pengobatan kanker, operasi biasa, diabetes bisa mematikan. Karena semuanya ini menggunakan antibiotik," tegas De Barro.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gus Falah Bongkar Standar Ganda Jokowi Soal UU KPK: Wujud 'Cuci Tangan'

Gus Falah Bongkar Standar Ganda Jokowi Soal UU KPK: Wujud 'Cuci Tangan'

News | Senin, 16 Februari 2026 | 19:13 WIB

BPOM Edukasi Bahaya AMR, Gilang Juragan 99 Hadir Beri Dukungan

BPOM Edukasi Bahaya AMR, Gilang Juragan 99 Hadir Beri Dukungan

Health | Senin, 01 Desember 2025 | 21:07 WIB

BPOM: Apotek Jangan Asal Berikan Antibiotik ke Pembeli, Bahaya Level Global

BPOM: Apotek Jangan Asal Berikan Antibiotik ke Pembeli, Bahaya Level Global

Health | Kamis, 20 November 2025 | 15:18 WIB

Resistensi Antimikroba Ancam Pasien, Penggunaan Antibiotik Harus Lebih Cerdas

Resistensi Antimikroba Ancam Pasien, Penggunaan Antibiotik Harus Lebih Cerdas

Health | Rabu, 03 September 2025 | 13:50 WIB

Resistensi Antimikroba Ancam Masa Depan Kesehatan Berkelanjutan: Butuh Solusi Lintas Sektor

Resistensi Antimikroba Ancam Masa Depan Kesehatan Berkelanjutan: Butuh Solusi Lintas Sektor

Health | Selasa, 03 Juni 2025 | 11:41 WIB

Prabowo Hibahkan Rp100 M ke Fiji, Netizen Bandingkan dengan Kondisi Pertanian Indonesia

Prabowo Hibahkan Rp100 M ke Fiji, Netizen Bandingkan dengan Kondisi Pertanian Indonesia

News | Jum'at, 25 April 2025 | 15:14 WIB

Fiji Tegaskan Dukungan Penuh untuk Kedaulatan Indonesia, Prabowo Sambut Hangat PM Rabuka

Fiji Tegaskan Dukungan Penuh untuk Kedaulatan Indonesia, Prabowo Sambut Hangat PM Rabuka

News | Jum'at, 25 April 2025 | 02:13 WIB

Pesan PM Fiji di Jakarta: Kedaulatan Anda Adalah Kedaulatan Kami Juga

Pesan PM Fiji di Jakarta: Kedaulatan Anda Adalah Kedaulatan Kami Juga

News | Kamis, 24 April 2025 | 21:19 WIB

Pertemuan Prabowo dan PM Fiji Buka Pintu Latihan Militer Bersama hingga Tambah Beasiswa Kemitraan

Pertemuan Prabowo dan PM Fiji Buka Pintu Latihan Militer Bersama hingga Tambah Beasiswa Kemitraan

News | Kamis, 24 April 2025 | 14:07 WIB

Detik-detik PM Fiji Tiba di Istana Merdeka: Pasukan Berkuda, Dentuman Meriam, dan Sambutan Siswa SD

Detik-detik PM Fiji Tiba di Istana Merdeka: Pasukan Berkuda, Dentuman Meriam, dan Sambutan Siswa SD

News | Kamis, 24 April 2025 | 11:46 WIB

Terkini

Jepang Stop Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan: Katanya Indonesia Bisa Tangani Sendiri

Jepang Stop Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan: Katanya Indonesia Bisa Tangani Sendiri

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:05 WIB

Audisi Global Live Action Naruto Dibuka, Sutradara Ungkap Alasan Adaptasi

Audisi Global Live Action Naruto Dibuka, Sutradara Ungkap Alasan Adaptasi

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:01 WIB

Sabun GIV Bengkuang Bisa Memutihkan Kulit? Ini Penjelasannya

Sabun GIV Bengkuang Bisa Memutihkan Kulit? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:01 WIB

Auto Glowing! 5 Brightening Gel Cleanser Niacinamide Hempas Kulit Kusam

Auto Glowing! 5 Brightening Gel Cleanser Niacinamide Hempas Kulit Kusam

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Skor 2-0 untuk Prabowo atas Gibran: Siapa yang Lebih Siap Berlaga di Pilpres 2029?

Skor 2-0 untuk Prabowo atas Gibran: Siapa yang Lebih Siap Berlaga di Pilpres 2029?

Video | Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Antrean Mengular di SPBU Denpasar dan Badung, Polisi Turun Tangan, Gubernur Beri Penjelasan

Antrean Mengular di SPBU Denpasar dan Badung, Polisi Turun Tangan, Gubernur Beri Penjelasan

Bali | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:59 WIB

Israel Usir Pesawat Ethiopian Airlines karena Pilotnya Orang Indonesia

Israel Usir Pesawat Ethiopian Airlines karena Pilotnya Orang Indonesia

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:59 WIB

IHSG Anjlok dan 495 Saham Rontok, Analis Malah Sebut 'Diskon Besar'

IHSG Anjlok dan 495 Saham Rontok, Analis Malah Sebut 'Diskon Besar'

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:57 WIB

Warna Keberuntungan Rumah Berdasarkan Kua Number Feng Shui, dari Biru hingga Merah

Warna Keberuntungan Rumah Berdasarkan Kua Number Feng Shui, dari Biru hingga Merah

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:56 WIB

Belum 2040, Krisis Air Sudah Terasa: El Nino Ekstrem Tanda Peringatan Dini

Belum 2040, Krisis Air Sudah Terasa: El Nino Ekstrem Tanda Peringatan Dini

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:53 WIB

×