Resistensi Antimikroba Ancam Masa Depan Kesehatan Berkelanjutan: Butuh Solusi Lintas Sektor

M. Reza Sulaiman

Selasa, 03 Juni 2025 | 11:41 WIB
Resistensi Antimikroba Ancam Masa Depan Kesehatan Berkelanjutan: Butuh Solusi Lintas Sektor
Resistensi antimikroba. (photo by Anna Shvets/Pexels)

Suara.com - Resistensi antimikroba (AMR) adalah ancaman global yang berkembang pesat dan membahayakan kemampuan kita untuk mengobati infeksi umum. Bakteri, virus, jamur, dan parasit mengalami mutasi sehingga obat-obatan yang dirancang untuk membunuh mereka menjadi tidak efektif.

Jika tidak ditangani, AMR dapat membawa kita kembali ke era pra-antibiotik, di mana infeksi rutin bisa menjadi fatal.

Dampaknya tidak hanya terbatas pada kesehatan manusia, tetapi juga merambah ke sektor pertanian, peternakan, dan lingkungan, menjadikannya tantangan krusial bagi kesehatan berkelanjutan.

Apa itu Resistensi Antimikroba?

Laman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menulisk, AMR terjadi ketika mikroorganisme mengembangkan kemampuan untuk bertahan hidup atau berkembang biak meskipun terpapar obat antimikroba. Penyebab utamanya adalah penggunaan antimikroba yang tidak tepat dan berlebihan, baik dalam pengobatan manusia maupun di sektor pertanian.

Pada tahun 2019, setidaknya 1,27 juta kematian di seluruh dunia disebabkan langsung oleh infeksi yang resisten terhadap antibiotik. Diproyeksikan 1,91 juta kematian yang dapat dikaitkan dengan AMR dan 8,22 juta kematian terkait AMR secara global dapat terjadi pada tahun 2050.

Studi di rumah sakit di Indonesia menunjukkan bahwa biaya perawatan pneumonia dan septikemia 149,0% dan 262,3% lebih tinggi jika pasien resisten terhadap antibiotik.

Di sektor peternakan, 78% peternak ayam broiler di Indonesia menggunakan antibiotik, sebagian besar untuk tujuan flushing (pencegahan) dan profilaksis, bahkan pada ayam sehat.

Peternakan ayam di Indonesia harus ada biosecurity. (Panyahatan siregar / Shutterstock.com)
Peternakan ayam di Indonesia harus ada biosecurity. (Panyahatan siregar / Shutterstock.com)

Praktik-praktik seperti meresepkan antibiotik untuk infeksi virus, dosis yang tidak lengkap, atau penggunaan antibiotik sebagai promotor pertumbuhan pada hewan ternak, semuanya mempercepat evolusi mikroorganisme resisten. Sanitasi yang buruk dan praktik pengendalian infeksi yang tidak memadai juga turut memperparah penyebaran bakteri resisten.

baca juga

Mengapa AMR Menjadi Ancaman bagi Kesehatan Berkelanjutan?

Konsep kesehatan berkelanjutan menekankan keseimbangan antara kebutuhan saat ini dan masa depan, memastikan bahwa kita memiliki sumber daya dan sistem yang memadai untuk menjaga kesehatan masyarakat dalam jangka panjang. AMR secara fundamental mengancam pilar-pilar ini:

  1. Beban Ekonomi dan Sosial: Peningkatan durasi penyakit, rawat inap yang lebih lama, dan kebutuhan akan obat-obatan yang lebih mahal dan kompleks membebani sistem kesehatan dan ekonomi secara global. Produktivitas menurun dan kemiskinan bisa meningkat akibat tingginya biaya pengobatan.
  2. Keamanan Pangan: Penggunaan antimikroba yang luas di sektor pertanian berkontribusi pada pengembangan bakteri resisten yang dapat menyebar melalui rantai makanan, tanah, dan air. Hal ini mengancam keamanan pangan dan ketahanan pangan.
  3. Kesehatan Lingkungan: Limbah farmasi dari produksi antimikroba dan ekskresi dari manusia serta hewan yang mengonsumsi antimikroba dapat mencemari lingkungan. Lingkungan menjadi reservoir bagi bakteri resisten, memungkinkan mereka untuk menyebar lebih lanjut.
  4. Kemunduran Medis: Kemajuan medis modern, seperti transplantasi organ, kemoterapi, dan bedah mayor, sangat bergantung pada ketersediaan antibiotik yang efektif untuk mencegah infeksi pasca-prosedur. AMR mengancam untuk meniadakan banyak dari inovasi ini.

Kolaborasi untuk Dampak Nyata

Dalam upaya membangun sistem kesehatan yang tangguh dan berkelanjutan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia resmi menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan global asal Swedia di bidang kebersihan dan kesehatan, Essity. Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara kedua pihak berlangsung dalam ajang Sweden-Indonesia Sustainability Partnership (SISP) Healthcare Conference 2025 pada 27 Mei 2025, menjadi tonggak penting dalam pengendalian resistensi antimikroba (AMR) secara nasional.

Lebih dari sekadar kolaborasi administratif, kerja sama ini membawa pendekatan ilmiah dan teknologi mutakhir yang telah terbukti efektif secara global. Salah satu inovasi yang dibawa Essity adalah teknologi Sorbact, yaitu solusi perawatan luka tanpa kandungan antimikroba yang mengikat dan mengeliminasi bakteri melalui mekanisme interaksi hidrofobik. Teknologi ini telah menurunkan tingkat infeksi serta penggunaan antibiotik di berbagai negara Eropa dan Asia.

“Kami merasa terhormat dapat mendukung Pemerintah Indonesia dalam strategi nasional penurunan AMR. Sesuai dengan misi kami Breaking Barriers to Wellbeing, kami ingin membantu mengatasi tantangan untuk mewujudkan kesehatan dan kesejahteraan di Indonesia. Dengan keahlian kami dan dukungan teknologi Sorbact, kami tak hanya berkontribusi pada peningkatan hasil perawatan pasien, tetapi juga mendukung penguatan upaya nasional dalam menanggulangi resistensi antibiotik. Bersama, kita mendorong perubahan menuju sistem layanan kesehatan yang lebih baik dan berkelanjutan,” ujar Danny Cho, Direktur Bisnis Essity untuk Asia Tengah dan Timur, dalam siaran pers yang diterima Suara.com, Selasa (3/6/2025).

Sebagai bagian dari Sweden-Indonesia Sustainability Partnership (SISP), kemitraan ini juga memperkuat komitmen kedua negara dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Selain Essity, perusahaan Swedia lainnya juga turut terlibat dalam mendukung transformasi sistem kesehatan Indonesia melalui investasi, transfer pengetahuan, dan kolaborasi teknologi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

RS Swasta RI-Swedia Perkuat Kolaborasi untuk Akses Kesehatan Inklusif dan Berkelanjutan

RS Swasta RI-Swedia Perkuat Kolaborasi untuk Akses Kesehatan Inklusif dan Berkelanjutan

Health | Senin, 02 Juni 2025 | 11:11 WIB

Habitat: Koleksi KHAYAE di IFW 2025, Fashion Sebagai 'Rumah' Bagi Jiwa dan Alam

Habitat: Koleksi KHAYAE di IFW 2025, Fashion Sebagai 'Rumah' Bagi Jiwa dan Alam

Lifestyle | Senin, 02 Juni 2025 | 10:37 WIB

GEF SGP Gandeng Universitas Ghent untuk Bangun Indonesia Berkelanjutan

GEF SGP Gandeng Universitas Ghent untuk Bangun Indonesia Berkelanjutan

Your Say | Minggu, 01 Juni 2025 | 18:25 WIB

Terkini

Kisah di Balik Reshuffle Purbaya: Ditelepon Mensesneg Saat Rapat, Tak Kembali ke Ruang Sidang

Kisah di Balik Reshuffle Purbaya: Ditelepon Mensesneg Saat Rapat, Tak Kembali ke Ruang Sidang

News | Selasa, 15 September 2026 | 06:11 WIB

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Foto | Selasa, 15 September 2026 | 06:00 WIB

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

×