Terungkap! Bukti Mengerikan dari Bencana Tewasnya Astronot Challenger

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Kamis, 17 September 2020 | 09:45 WIB
Terungkap! Bukti Mengerikan dari Bencana Tewasnya Astronot Challenger
Space Shuttle Challenger. [NASA]

Suara.com - Bencana pesawat ulang-alik Challenger terjadi pada 28 Januari 1986, ketika Space Shuttle Challenger meledak 73 detik setelah diluncurkan, dan menyebabkan kematian tujuh awak astronot pesawat di atas Samudera Atlantik.

Itu bukanlah peluncuran yang biasa karena roket tersebut berisi penumpang yang sangat istimewa, Christa McAuiffe, anggota pertama dari Guru dalam Proyek Luar Angkasa.

Namun, setelah 34 tahun insiden tersebut, bukti mengerikan telah terungkap yang menunjukkan bahwa penumpang Challenger tidak langsung tewas setelah ledakan dan mungkin bertahan hidup selama beberapa detik.

Mulanya, segalanya tampak berjalan sesuai rencana pada malam peluncuran. Ketika Komandan Francis Scobee meminta untuk menaikan kecepatan dan misi tersebut memiliki kemungkinan akan berhasil.

Space Shuttle Challenger. [NASA]
Space Shuttle Challenger. [NASA]

Tiga detik kemudian, kontrol misi mendengar suara lain dan semua komunikasi elektronik dengan pesawat luar angkasa terputus.

Awalnya itu tampak seperti ada ledakan besar pada roket, yang membuatnya hancur. Tetapi enam bulan setelah penerbangan Dr Joseph. Kerwin, direktur Ilmu Hayati di Johnson Space Center, menyampaikan laporannya tentang penyebab kematian astronot Challenger.

Modul yang digunakan awak untuk pergi ditemukan sekitar 18 mil dari lokasi peluncuran. Penjelasan tentang apa yang terjadi pada tubuh astronot belum pernah dipublikasi, tetapi Dr Kerwin menulis dalam laporannya bahwa kekuatan ledakan Challenger terlalu lemah untuk langsung membunuh atau bahkan melukai orang yang ada di dalamnya. Dr Kerwin mentatakan penyebab para astronot di Space Shuttle Challenger tidak dapat disimpulkan.

Sementara itu, NASA selalu bersikeras bahwa tujuh awaknya tewas seketika dalam ledakan tersebut. Challenger telah hancur ketika mencapai 14.600 meter di atas permukaan Bumi. Meskipun tampak meledak, pesawat luar angkasa sebenarnya telah dilalap api hanya beberapa detik setelah lepas landas, ketika booster yang seharusnya mencegah kebocoran dari tangki bahan bakar melemah dan menyebabkan kegagalan.

Gas panas menyebabkan tangki bahan bakar runtuh dan terbelah, yang menyebabkan bola api besar melahap Challenger. Setiap orang di pesawat ualng-alik itu memiliki kantong udara sendiri, yang berisi beberapa menit udara dalam keadaan darurat.

baca juga

Bukti menunjukkan bahwa beberapa di antaranya telah diaktifkan dan masing-masing harus dioperasikan secara manual. Saat bangkai kapal ditemukan, tika kantong udara telah dibuka.

Logo NASA. [Shutterstock]
Logo NASA. [Shutterstock]

Dilansir dari Mirror, Kamis (17/9/2020), Dr Kerwin mengatakan ada kemungkinan bahwa penurunan tekanan kabin bisa membuat ketujuh astronot di pesawat pingsan sehingga tidak menyadari nasib tragis yang menimpa.

Jika tekanan turun lebih lambat, seluruh kru kemungkinan akan sadar pada apa yang terjadi selama 25 detik terakhir hidup mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Robot Penjelajah NASA Mengabadikan Debu Setan di Planet Mars

Robot Penjelajah NASA Mengabadikan Debu Setan di Planet Mars

Tekno | Sabtu, 05 September 2020 | 10:30 WIB

Teleskop Baru NASA Bisa Deteksi Ratusan Planet Nakal

Teleskop Baru NASA Bisa Deteksi Ratusan Planet Nakal

Tekno | Rabu, 02 September 2020 | 08:30 WIB

NASA Setujui Misi Pertama ke Asteroid Trojan

NASA Setujui Misi Pertama ke Asteroid Trojan

Tekno | Selasa, 01 September 2020 | 15:00 WIB

NASA Gunakan Teknologi AI Temukan 50 Planet Baru

NASA Gunakan Teknologi AI Temukan 50 Planet Baru

Tekno | Kamis, 27 Agustus 2020 | 08:15 WIB

Ada Kebocoran Udara di ISS, NASA Lakukan Isolasi

Ada Kebocoran Udara di ISS, NASA Lakukan Isolasi

Tekno | Minggu, 23 Agustus 2020 | 13:00 WIB

Ilmuwan Warga Temukan 95 Katai Cokelat di Dekat Matahari

Ilmuwan Warga Temukan 95 Katai Cokelat di Dekat Matahari

Tekno | Jum'at, 21 Agustus 2020 | 20:00 WIB

Terkini

4 Shio yang Makin Beruntung Setelah 29 Agustus 2026, Rencana Lebih Mudah Terwujud

4 Shio yang Makin Beruntung Setelah 29 Agustus 2026, Rencana Lebih Mudah Terwujud

Lifestyle | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:45 WIB

Dari Marie Curie hingga Dinosaurus: Bagaimana Buku Ini Membuka Pintu Dunia Sains untuk Anak-Anak?

Dari Marie Curie hingga Dinosaurus: Bagaimana Buku Ini Membuka Pintu Dunia Sains untuk Anak-Anak?

Your Say | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:09 WIB

21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran

21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran

Jogja | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:25 WIB

Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija

Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger

Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League

Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League

Jawa Tengah | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Jatim | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:34 WIB

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×