190 Negara Tidak Berhasil Penuhi Target Selamatkan Bumi

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Sabtu, 19 September 2020 | 06:30 WIB
190 Negara Tidak Berhasil Penuhi Target Selamatkan Bumi
Beruang kutub. [Shutterstock]

Suara.com - Sebanyak 190 negara anggota Konvensi PBB tentang Keanekaragaman Hayati, berkomitmen pada rencana yang dibuat 10 tahun lalu untuk membatasi kerusakan yang ditimbulkan pada alam pada 2020.

Menetapkan 20 target, mulai dari penghapusan subsidi bahan bakar fosil secara bertahap, dan membatasi hilangnya habitat hingga melindungi stok ikan. Sayangnya, PBB mengatakan tidak ada satu pun negara yang berhasil memenuhi target.

Dampak yang ditimbulkan manusia pada alam selama lima dekade terakhir cukup dahsyat. Sejak 1970, hampir 70 persen hewan liar, burung, dan ikan telah punah.

Tahun lalu panel PBB tentang Keanekaragaman Hayati, yang disebut IPBES, memperingatkan bahwa 1 juta spesies menghadapi kepunahan karena aktivitas buatan manusia telah merusak tiga perempat daratan di Bumi dengan parah.

Penggundulan hutan hujan Amazon. [AFP/Nelson Almeida]
Penggundulan hutan hujan Amazon. [AFP/Nelson Almeida]

"Kami saat ini, secara sistematis, memusnahkan semua makhluk hidup yang bukan manusia," kata Anne Larigauderie, sekretaris ekskutif IPBES, seperti dikutip Science Alert, Sabtu (19/9/2020).

Menjelang Sidang Umum PBB dan tahun penting diplomasi untuk alam dan iklim, penilaian menemukan tidak ada target keanekaragaman hayati yang akan sepenuhnya terpenuhi.

Pandemi virus Corona (Covid-19) telah membatalkan dua Konferensi Tingkat Tinggi keanekaragaman hayati besar tahun ini, di mana keduanya bertujuan untuk meningkatkan upaya pelestarian alam internasional.

Menurut Elizabeth Marume Mrema, sekretaris eksekutif Konvensi Keanekaragaman Hayati, mengatakan bahwa masyarakat telah menyadari akan pentingnya alam di tengah pandemi seperti ini.

"Situasi dengan Covid-19 telah menunjukkan dengan sangat jelas bahwa penggundulan hutan, perambahan manusia ke alam liar, berdampak pada kehidupan kita sehari-hari. Masyarakat telah menyadari bahwa spesies yang paling berbahaya adalah kita dan mereka sendiri perlu berperan dan menekan industri untuk berubah," ucap Mrema.

baca juga

Penilaian tersebut menjabarkan jalur untuk membalikkan kehilangan alam selama satu dekade hingga 2030, termasuk perubahan besar pada sistem pertanian dan pengurangan limbah makanan serta konsumsi yang berlebihan.

Meski begitu, Global Biodiversity Outlook (GBO) mengatakan bahwa beberapa kemajuan juga telah dibuat untuk melindungi alam dalam satu dekade terakhir. Misalnya, laju deforestasi menurun sekitar sepertiga dibandingkan dengan dekade sebelumnya.

Burung Kuntul Besar (Egretta alba) berada di sekitar pemukiman warga di kawasan Muara Angke, Jakarta, Senin (1/2).
Ilustrasi habitat burung yang hampir punah. [Suara.com]

Namun, di antara bahaya terhadap alam yang dirinci dalam laporan tersebut adalah berlanjutnya subsidi bahan bakar fosil, yang diperkirakan mencapai 500 miliar dolar AS per tahun.

Dengan tidak terpenuhinya 20 target perlindungan alam, menurut Andy Purvis dari Departemen Ilmu Hayati di Museum Sejarah Alam Inggris, manusia harus menyadari bahwa saat ini tengah berada dalam keadaan darurat planet. Bukan hanya spesies yang akan punah, tetapi ekosistem juga akan rusak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Facebook Luncurkan Pusat Informasi Ilmu Iklim

Facebook Luncurkan Pusat Informasi Ilmu Iklim

Tekno | Rabu, 16 September 2020 | 13:06 WIB

Donald Trump Sebut Ilmuwan Tak Paham Soal Perubahan Iklim

Donald Trump Sebut Ilmuwan Tak Paham Soal Perubahan Iklim

News | Selasa, 15 September 2020 | 16:50 WIB

Perubahan Iklim, Lapisan Es di Greenland Terlepas dan Terpecah Kecil-kecil

Perubahan Iklim, Lapisan Es di Greenland Terlepas dan Terpecah Kecil-kecil

Tekno | Senin, 14 September 2020 | 20:30 WIB

Senin Dini Hari, Gempa Guncang Nagan Raya Aceh, Terasa hingga Sumut

Senin Dini Hari, Gempa Guncang Nagan Raya Aceh, Terasa hingga Sumut

News | Senin, 14 September 2020 | 05:43 WIB

Gempa 5 SR Guncang Pandeglang, Warga Panik Takut Tsunami

Gempa 5 SR Guncang Pandeglang, Warga Panik Takut Tsunami

Banten | Sabtu, 12 September 2020 | 21:48 WIB

Heboh Restoran di Tengah Sawah, Warganet: Seandainya di Sleman Seperti Ini

Heboh Restoran di Tengah Sawah, Warganet: Seandainya di Sleman Seperti Ini

Jogja | Jum'at, 11 September 2020 | 16:10 WIB

Terkini

Perkuat Tata Kelola MBG, BGN Gelar Pelatihan di Jepang

Perkuat Tata Kelola MBG, BGN Gelar Pelatihan di Jepang

News | Jum'at, 25 September 2026 | 20:38 WIB

Berawal dari Topi Mengapung, Pemancing yang Hilang di Eks Galian Pasir Lampung Timur Ditemukan Tewas

Berawal dari Topi Mengapung, Pemancing yang Hilang di Eks Galian Pasir Lampung Timur Ditemukan Tewas

Lampung | Jum'at, 25 September 2026 | 20:37 WIB

PLN Perkuat Infrastruktur Kelistrikan untuk Dukung Pertumbuhan Data Center di Indonesia

PLN Perkuat Infrastruktur Kelistrikan untuk Dukung Pertumbuhan Data Center di Indonesia

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 20:34 WIB

Gara-Gara Tak Pakai Baju Lurik, Kepsek SMPN 18 Malang Diduga Tampar Siswa 4 Kali dan Ditonjok

Gara-Gara Tak Pakai Baju Lurik, Kepsek SMPN 18 Malang Diduga Tampar Siswa 4 Kali dan Ditonjok

Malang | Jum'at, 25 September 2026 | 20:30 WIB

Pesta Kembang Api dan Aksi Agnes Mo Buka FIFA ASEAN Cup 2026, Stadion GBK Tidak Penuh

Pesta Kembang Api dan Aksi Agnes Mo Buka FIFA ASEAN Cup 2026, Stadion GBK Tidak Penuh

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 20:17 WIB

Nyamar Jadi Aparat Tajir di FB, Pemuda Kuras Uang Wanita Lampung Selatan Lewat Jebakan Video Call

Nyamar Jadi Aparat Tajir di FB, Pemuda Kuras Uang Wanita Lampung Selatan Lewat Jebakan Video Call

Lampung | Jum'at, 25 September 2026 | 20:15 WIB

Bappisus Beri Tenggat Sepekan Usut Dugaan Kamar Apartemen di Lapas Cibinong

Bappisus Beri Tenggat Sepekan Usut Dugaan Kamar Apartemen di Lapas Cibinong

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 20:11 WIB

Sinopsis Irreplaceable, Dracin Terbaru Zhao Jin Mai dan Wei Da Xun di Youku

Sinopsis Irreplaceable, Dracin Terbaru Zhao Jin Mai dan Wei Da Xun di Youku

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 20:10 WIB

Izin BPR Syariah di Banten Dicabut, Belasan Bank Kecil Bangkrut di September

Izin BPR Syariah di Banten Dicabut, Belasan Bank Kecil Bangkrut di September

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 20:02 WIB

Menjaga Kesegaran Makanan di Kulkas, Ini yang Perlu Diperhatikan agar Tetap Optimal

Menjaga Kesegaran Makanan di Kulkas, Ini yang Perlu Diperhatikan agar Tetap Optimal

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 20:02 WIB

×