Ngeri! Perempuan Ini Meninggal Dunia Gegara Ransomware

Dythia Novianty, Tivan Rahmat

Senin, 21 September 2020 | 13:30 WIB
Ngeri! Perempuan Ini Meninggal Dunia Gegara Ransomware
Ilustrasi seorang peretas dan komputer yang telah terserang ransomware. [Shutterstock]

Suara.com - Seorang perempuan meninggal karena serangan ransomware di Rumah Sakit Universitas Duesseldorf, Jerman. Ini mungkin merupakan kematian pertama yang terkait langsung dengan serangan dunia maya di rumah sakit.

Dikutip dari The Verge, Senin (21/9/2020), rumah sakit tidak dapat menerima pasien darurat karena serangan ransomware menyerang fasilitas penanganan medis.

Akibatnya, pasien tersebut terpaksa dilarikan ke rumah sakit lainnya yang jaraknya sekitar 20 mil. Karena jarak yang ditempuh terlalu jauh, pasien tersebut meninggal dunia dalam perjalanan.

Parahnya, serangan dunia maya itu sebenarnya salah sasaran karena tidak ditujukan ke rumah sakit, melainkan universitas di kota yang sama.

Ilustrasi uang tebusan diserahkan agar peretas membuka akses komputer yang dikunci oleh ransomware. [Shutterstock]
Ilustrasi uang tebusan diserahkan agar peretas membuka akses komputer yang dikunci oleh ransomware. [Shutterstock]

Pengirim ransomware baru menghentikan serangan setelah pihak berwenang memberi tahu mereka bahwa sebenarnya yang diserang para peretas adalah akses rumah sakit.

Di sisi lain, sejumlah pakar keamanan siber telah memperingatkan rumah sakit dan fasilitas perawatan kesehatan lainnya terhadap bahaya serangan siber.

Beberapa peralatan medis, seperti peralatan radiologi, sering kali terhubung dengan internet. Inilah celah keamanan yang bisa dimanfaatkan hacker untuk melancarkan serangannya. Tanpa alat tersebut, dokter tidak dapat merawat pasien.

"Jika sistem terganggu melalui internet, oleh musuh atau kecelakaan, itu dapat berdampak besar pada perawatan pasien," kata Beau Woods, advokat keamanan siber di Atlantic Council.

Selain serangan langsung pada peralatan medis, ransomware juga menargetkan data pasien. Memang, serangan ini tidak berdampak langsung pada perangkat medis, tapi dapat merugikan pasien secara material.

baca juga
Serangan siber Ransomware. [Shutterstock]
Serangan siber Ransomware. [Shutterstock]

Saat ini, otoritas keamanan Jerman masih menyelidiki kematian perempuan ini. Jika pengalihannya ke rumah sakit lain diketahui bertanggung jawab atas kematiannya, polisi akan menganggap serangan siber sebagai kasus pembunuhan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Jadi Target Terbesar Kedua Ransomware di Asia Tenggara

Indonesia Jadi Target Terbesar Kedua Ransomware di Asia Tenggara

Tekno | Rabu, 02 September 2020 | 21:01 WIB

Garmin Mengaku Jadi Korban Peretasan

Garmin Mengaku Jadi Korban Peretasan

Tekno | Selasa, 28 Juli 2020 | 07:35 WIB

Anda Kena Ransomware? Cobalah Tips Ini

Anda Kena Ransomware? Cobalah Tips Ini

Tekno | Jum'at, 03 Juli 2020 | 10:15 WIB

Australia Curigai China Dalang Serangan Siber

Australia Curigai China Dalang Serangan Siber

News | Sabtu, 20 Juni 2020 | 09:53 WIB

Honda Alami Ledakan Pabrik, Dua Pekerja Menderita Luka Bakar

Honda Alami Ledakan Pabrik, Dua Pekerja Menderita Luka Bakar

Otomotif | Senin, 15 Juni 2020 | 13:00 WIB

Jaringan Komputer Diretas, Honda Indonesia Tegaskan Data Konsumen Aman

Jaringan Komputer Diretas, Honda Indonesia Tegaskan Data Konsumen Aman

Otomotif | Rabu, 10 Juni 2020 | 17:05 WIB

Terkini

BRI Dukung Kebijakan Dana SAL demi Perkuat Intermediasi Perbankan

BRI Dukung Kebijakan Dana SAL demi Perkuat Intermediasi Perbankan

Sulsel | Rabu, 05 Agustus 2026 | 20:43 WIB

Transformasi Digital Kampus, BTN & Undip Resmi Luncurkan KTM Co-Branding Bagi 17.000 Mahasiswa Baru

Transformasi Digital Kampus, BTN & Undip Resmi Luncurkan KTM Co-Branding Bagi 17.000 Mahasiswa Baru

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 20:41 WIB

Ratusan Ribu USD Disita dari Bandung dan Tangerang Terkait Kasus Suap Pajak Banjarmasin

Ratusan Ribu USD Disita dari Bandung dan Tangerang Terkait Kasus Suap Pajak Banjarmasin

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 20:40 WIB

Perbedaan Eye Serum dan Eye Cream, Mana yang Lebih Bagus?

Perbedaan Eye Serum dan Eye Cream, Mana yang Lebih Bagus?

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 20:35 WIB

SMGR Hidupkan Lagi Semen Kujang, Bidik Kuasai Pasar Jawa Barat

SMGR Hidupkan Lagi Semen Kujang, Bidik Kuasai Pasar Jawa Barat

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Pemerintah Buka Peluang Perpanjang Penempatan Dana SAL, BRI Sambut Positif

Pemerintah Buka Peluang Perpanjang Penempatan Dana SAL, BRI Sambut Positif

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 20:28 WIB

Polrestabes Bandung Sita 176.970 Butir Obat Keras Ilegal, 68 Tersangka Ditangkap

Polrestabes Bandung Sita 176.970 Butir Obat Keras Ilegal, 68 Tersangka Ditangkap

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 20:27 WIB

Likuiditas Menguat, BRI Perluas Penyaluran Kredit Berkualitas ke Sektor Produktif

Likuiditas Menguat, BRI Perluas Penyaluran Kredit Berkualitas ke Sektor Produktif

Bekaci | Rabu, 05 Agustus 2026 | 20:25 WIB

Gugat Praperadilan, Tim Hukum Febrie Adriansyah Soroti Cacat Prosedur dan Dobel Penetapan Tersangka

Gugat Praperadilan, Tim Hukum Febrie Adriansyah Soroti Cacat Prosedur dan Dobel Penetapan Tersangka

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 20:17 WIB

Bedah Plastik Thailand Kian Diminati, Ini Alasan Standar Internasional Jadi Magnet Pasien Indonesia

Bedah Plastik Thailand Kian Diminati, Ini Alasan Standar Internasional Jadi Magnet Pasien Indonesia

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 20:16 WIB

×