Astronom Deteksi Uap Air Garam di Bintang Bermassa 25 Kali Matahari

RR Ukirsari Manggalani | Lintang Siltya Utami
Astronom Deteksi Uap Air Garam di Bintang Bermassa 25 Kali Matahari
Dua planet mengorbit bintang muda seperti Matahari. Sebagai ilustrasi bintang muda [ESA.org]

Natrium klorida yang mengelilingi bintang masif memiliki susunan seperti garam meja, atau garam dapur.

Suara.com - Para astronom telah mendeteksi sepasang bintang masif yang dikelilingi uap air dan garam meja.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam The Astrophysical Journal Letters, kedua bintang muda ini memiliki massa gabungan 25 kali lipat dari Matahari dan dikelilingi oleh reservoir gas besar yang bobotnya 10.000 Matahari serta molekul seperti metil sianida, natrium klorida, dan uap air panas.

"Natrium klorida kita kenal sebagai garam meja, tetapi itu bukan molekul umum di alam semesta. Ini adalah deteksi kedua keberadaan natrium klorida di sekitar bintang muda masif," kata Kei Tanaka, penulis utama penelitian dari National Astronomical Observatory of Japan, seperti dikutip IFL Science pada Senin (28/9/2020).

Contoh pertama adalah di sekitar Orion KL Source I, tetapi itu adalah sumber yang aneh sehingga para astronom tidak yakin apakah garam cocok untuk melihat cakram gas di sekitar bintang masif.

Baca Juga: Seorang Astronot NASA Berencana Berikan Suara saat Pemilu dari Luar Angkasa

Ilustrasi garam. (Shutterstock)
Ilustrasi garam. (Shutterstock)

"Hasil kami menegaskan bahwa garam sebenarnya adalah penanda yang baik karena bintang muda memperoleh massa melalui cakram, penting untuk mempelajari gerakan dan karakteristik cakram untuk memahami bagaimana bintang muda tumbuh," tambah Kei Tanaka.

Pendeteksian bisa dilaksanakan berkat bantuan Atacama Large Millimeter/submillimeter Array (ALMA). Bintang masif sering terbentuk berpasangan, tetapi para ahli percaya keduanya dipaksa bersama alih-alih lahir secara bersamaan. Bukti untuk skenario ini terlihat pada piringan material yang mengelilingi bintang, yang berputar ke arah yang berbeda dari pasangannya.

"Kami menemukan tanda tentatif bahwa cakram berputar berlawanan arah," ucap Yichen Zhang, ilmuwan di RIKEN.

Putaran berlawanan dari cakram mungkin menunjukkan bahwa kedua bintang ini bukanlah bintang kembar yang sebenarnya, tetapi sepasang bintang asing yang terbentuk di awan yang terpisah dan kemudian dipasangkan. Sistem ini dikenal sebagai IRAS 16547-4247 dan terletak 9.500 tahun cahaya dari Bumi di konstelasi Scorpius.

Baca Juga: Minggu Depan, NASA Menguji Desain Toilet Baru di Luar Angkasa

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS