Ngenes! Demi Vaksin Covid-19, 500 Ribu Hiu Diklaim Terbunuh

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Selasa, 29 September 2020 | 09:00 WIB
Ngenes! Demi Vaksin Covid-19, 500 Ribu Hiu Diklaim Terbunuh
Ilustrasi ikan hiu. [Jakob Owens/Unsplash]

Suara.com - Para ahli satwa liar mengklaim 500.000 hiu dapat dibantai dalam upaya untuk menemukan vaksin virus Corona (Covid-19).

Squalene, minyak alami yang dibuat di hati hiu, digunakan sebagai obat dan juga digunakan sebagai adjuvan untuk meningkatkan efektivitas vaksin. Itu juga digunakan dalam vaksin percobaan untuk Covid-19.

Jika obat yang mengandung squalene berhasil lolos dan mulai diproduksi di seluruh dunia, kelompok konservasionis Shark Allies yakin sekitar 250.000 hiu perlu dibunuh untuk memberikan satu dosis bagi setiap orang.

Angka itu berlipat ganda dan menjadi lebih mengerikan jika setiap orang membutuhkan dua dosis, alih-alih satu untuk memvaksinasi penuh Covid-19.

Peneliti berupaya menciptakan vaksin virus corona. (ANTARA/Shutterstock/am.)
Peneliti berupaya menciptakan vaksin virus corona. (ANTARA/Shutterstock/am.)

"Kami tidak mencoba memperlambat atau menghalangi produksi vaksin. Kami hanya meminta agar pengujian squalane non-hewani dilakukan bersamaan dengan squalene hiu sehingga bisa segera diganti," kata Stefanie Brendl, pendiri dan direktur eksekutif Shark Allies, seperti dikutip Mirror, Selasa (29/9/2020).

Menurut Brendl, dengan miliaran dosis vaksin yang dibutuhkan per tahun, selama beberapa dekade mendatang sangat penting bagi manusia untuk tidak bergantung pada sumber daya hewan liar.

"Ini dapat merugikan spesies hiu yang diburu untuk diambil minyaknya dan ini bukan pasokan rantai yang dapat diandalkan," tambah Brendl.

Grup tersebut telah menyiapkan petisi online berjudul "Stop Using Sharks in COVID-19 Vaccine - Use EXISTING Sustainable Options". Target tanda tangan yang dikumpulkan adalah 10.000 dan kini telah mencapai 9.500. Grup konservasionis itu mengatakan, ada alternatif sebagaimana struktur kimia senyawa squalene identik pada hiu dan alternatif non-hewan, yang berarti keefektivannya dalam vaksin harus identik terlepas dari sumbernya.

Hingga saat ini, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ada 40 vaksin Covid-19 dalam evaluasi klinis dan 142 vaksin dalam evaluasi praklinis.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Inggris Berencana Uji Vaksin Covid-19 dengan Tulari Virus ke Relawan

Inggris Berencana Uji Vaksin Covid-19 dengan Tulari Virus ke Relawan

Health | Jum'at, 25 September 2020 | 10:03 WIB

60.000 Relawan di AS Terlibat Uji Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson

60.000 Relawan di AS Terlibat Uji Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson

Health | Kamis, 24 September 2020 | 18:31 WIB

Pemerintah Inggris Akan Beri Virus Corona Penyebab Covid-19 ke Orang Sehat

Pemerintah Inggris Akan Beri Virus Corona Penyebab Covid-19 ke Orang Sehat

Tekno | Kamis, 24 September 2020 | 16:46 WIB

Lompat dari Perahu, Perempuan Hamil Selamatkan Suaminya yang Diserang Hiu

Lompat dari Perahu, Perempuan Hamil Selamatkan Suaminya yang Diserang Hiu

News | Kamis, 24 September 2020 | 17:10 WIB

Vaksin COVID-19 Johnson & Johnson Masuk Uji Coba Fase 3

Vaksin COVID-19 Johnson & Johnson Masuk Uji Coba Fase 3

Tekno | Kamis, 24 September 2020 | 10:40 WIB

Bio Farma Bisa Jadi Produsen Vaksin Covid-19 Dunia, Ini Syaratnya

Bio Farma Bisa Jadi Produsen Vaksin Covid-19 Dunia, Ini Syaratnya

Tekno | Rabu, 23 September 2020 | 06:30 WIB

Terkini

Pembiayaan Kendaraan Listrik Melonjak 34,67 Persen

Pembiayaan Kendaraan Listrik Melonjak 34,67 Persen

Otomotif | Senin, 05 Oktober 2026 | 20:44 WIB

Timnas Indonesia Masih 0-0, Presiden Prabowo Senyum Tipis, Muka Erick Thohir Tegang

Timnas Indonesia Masih 0-0, Presiden Prabowo Senyum Tipis, Muka Erick Thohir Tegang

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 20:37 WIB

Yusril Buka Suara Soal Dugaan Pesta Sabu di Rutan Depok

Yusril Buka Suara Soal Dugaan Pesta Sabu di Rutan Depok

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 20:36 WIB

Indosat 5G di Pekanbaru, Bikin Streaming hingga Gaming Lancar Jaya

Indosat 5G di Pekanbaru, Bikin Streaming hingga Gaming Lancar Jaya

Riau | Senin, 05 Oktober 2026 | 20:34 WIB

Dipimpin Dasco, DPR Gelar Rapat Khusus Bahas RUU Perlindungan Ketenagakeraan Malam Ini

Dipimpin Dasco, DPR Gelar Rapat Khusus Bahas RUU Perlindungan Ketenagakeraan Malam Ini

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 20:29 WIB

Mitos Ikan Pembersih: Sapu-Sapu Monster Invasif Penghancur Ekosistem

Mitos Ikan Pembersih: Sapu-Sapu Monster Invasif Penghancur Ekosistem

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 20:20 WIB

Jawab Kedaruratan Persalinan di Jakarta, Layanan Medis 24 Jam Tanpa Jeda Diperkuat

Jawab Kedaruratan Persalinan di Jakarta, Layanan Medis 24 Jam Tanpa Jeda Diperkuat

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 20:17 WIB

GBK Membara Timnas Indonesia vs Thailand, Kembang Api hingga Koreografi Bikin Merinding

GBK Membara Timnas Indonesia vs Thailand, Kembang Api hingga Koreografi Bikin Merinding

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 20:12 WIB

Lupakan Masa Lalu! XngHan&Xoul Semangat Gapai Masa Depan di Lagu High Beam

Lupakan Masa Lalu! XngHan&Xoul Semangat Gapai Masa Depan di Lagu High Beam

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 19:50 WIB

Ajukan Rencana Produksi 2027, PTBA Minta Izin Gunakan Perusahaan Afiliasi sebagai Kontraktor

Ajukan Rencana Produksi 2027, PTBA Minta Izin Gunakan Perusahaan Afiliasi sebagai Kontraktor

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 19:49 WIB

×