60.000 Relawan di AS Terlibat Uji Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson

M. Reza Sulaiman

Kamis, 24 September 2020 | 18:31 WIB
60.000 Relawan di AS Terlibat Uji Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Perusahaan Johnson & Johnson (J&J) asal Amerika Serikat (AS) memulai uji coba vaksin Covid-19 buatan mereka.

Dilansir ANTARA, uji coba dimulai pada Rabu (23/9) kemarin kepada 60.000 relawan.

Perusahaan ini mengharapkan hasil uji coba tahap III tersebut dapat diperoleh pada akhir tahun ini atau awal tahun depan, menurut dr. Paul Stoffels, kepala ilmuwan J&J, dalam konferensi pers bersama dengan pejabat dari Institut Kesehatan Nasional dan pemerintahan Presiden Donald Trump.

Kandidat vaksin lainnya dari Moderna, Pfizer, dan AstraZeneca yang semuanya membutuhkan dosis dia suntikan secara terpisah dalam beberapa pekan, yang dianggap lebih sulit dalam pengelolaannya.

"Manfaat dari vaksin satu suntikan adalah potensi lebih baik dalam hal kampanye imunisasi massal dan pengendalian pandemi global," ujar dr. Dan Barouch, peneliti vaksin Universitas Harvard, yang membantu pengembangan vaksin J&J, dalam wawancara via telepon.

Sementara Stoffels menyebut J&J akan memublikasikan rincian protokol kajian dalam uji coba tahap III mereka di situs perusahaan pada hari ini juga—menyusul seruan atas peningkatan transparansi dalam pengujian.

Stoffels menambahkan bahwa J&J memulai uji klinis tahap III setelah melihat hasil positif pada pengujian tahap I dan II di AS dan Belgia, yang hasil lengkapnya dijanjikan akan dirilis segera.

Ia menyatakan keamanan dan tingkat perlindungan pada pengujian terhadap manusia terlihat setara dengan pengujian pada hewan, dan menyebut hasil penggunaan dosis satu suntikan dapat memberikan perlindungan cukup "untuk waktu yang lama".

Uji coba tahap akhir J&J akan dilakukan di 215 lokasi di AS, Afrika Selatan, Argentina, Brazil, Chile, Kolombia, Meksiko, dan Peru.

baca juga

Belum jelas kapan perusahaan itu akan mendapat persetujuan regulasi, namun rencananya J&J akan memproduksi sebelum ada pengesahan, yakni dengan target sebanyak satu miliar dosis pada 2021, dan lebih lagi setelahnya.

Tujuan dari percobaan tahap akhir ini adalah menguji kemanjuran vaksin untuk mencegah kasus COVID-19 sedang dan berat dengan satu suntikan.

Dibutuhkan 60% efektivitas dari percobaan ini, yang menurut protokol studi berarti dapat ditentukan setelah 154 orang terinfeksi, dihitung dengan studi populasi, 15 hari pascavaksinasi.

Pihak independen dari Data and Safety Monitoring Board (DSMB) akan mengawasi proses uji coba tersebut, dan melakukan pengamatan pertama mengenai kemanjuran vaksin setelah 20 orang terinfeksi.

Direktur Institut Kesehatan Nasional dr. Francis Collins mengatakan bahwa tidak ada petugas federal yang masuk dalam tim DSMB karena isinya adalah para ilmuwan dan pakar statistik "yang sudah sangat berpengalaman".

"Hingga mereka yakin bahwa ada suatu hal yang tampak menjanjikan, tidak akan ada yang disemukan dan dikirim ke Badan Makanan dan Obat (FDA). Sehingga siapa pun semestinya merasa terjamin," kata Collins.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kolaborasi dengan China, Menkes Ungkap Ada Peluang Indonesia Produksi Vaksin DBD Berbasis mRNA

Kolaborasi dengan China, Menkes Ungkap Ada Peluang Indonesia Produksi Vaksin DBD Berbasis mRNA

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 18:13 WIB

Menkes Budi Ungkap Faktor Utama Masyarakat Masih Anti Vaksin: Takut Demam, Kurang Literasi

Menkes Budi Ungkap Faktor Utama Masyarakat Masih Anti Vaksin: Takut Demam, Kurang Literasi

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:40 WIB

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 16:48 WIB

"Anak Saya Sehat, Perlu Vaksin?" Ini Alasan Mengapa Anggapan Itu Bisa Berbahaya

"Anak Saya Sehat, Perlu Vaksin?" Ini Alasan Mengapa Anggapan Itu Bisa Berbahaya

Your Say | Jum'at, 05 Juni 2026 | 16:42 WIB

Alarm Bahaya Wabah Ebola, IPMG Percepat Transfer Riset Farmasi di Indonesia

Alarm Bahaya Wabah Ebola, IPMG Percepat Transfer Riset Farmasi di Indonesia

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:10 WIB

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 12:19 WIB

Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?

Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:24 WIB

Bos Bio Farma Temui Kepala BPOM, Bahas Strategi Kuasai Pasar Global

Bos Bio Farma Temui Kepala BPOM, Bahas Strategi Kuasai Pasar Global

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:21 WIB

Kemenkes Libatkan NU dan Muhammadiyah, Lawan Hoaks Vaksin yang Masih Marak

Kemenkes Libatkan NU dan Muhammadiyah, Lawan Hoaks Vaksin yang Masih Marak

News | Jum'at, 24 April 2026 | 15:32 WIB

Daftar Lokasi, Jadwal, dan Harga Vaksin HPV Terbaru 2026 di Jogja

Daftar Lokasi, Jadwal, dan Harga Vaksin HPV Terbaru 2026 di Jogja

Lifestyle | Jum'at, 24 April 2026 | 14:33 WIB

Terkini

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:37 WIB

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:28 WIB

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:27 WIB

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:23 WIB

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:22 WIB

BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas

BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas

Jabar | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:20 WIB

Rambah Hutan Lindung di Batam, PT GTP Jadi Tersangka Korporasi

Rambah Hutan Lindung di Batam, PT GTP Jadi Tersangka Korporasi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:18 WIB

Truk LPG Hantam 11 Kendaraan di Kota Bandung, Pesepeda Wanita Meninggal Dunia

Truk LPG Hantam 11 Kendaraan di Kota Bandung, Pesepeda Wanita Meninggal Dunia

Jabar | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:13 WIB

TNI Masuk MBG, Aktivis Kritik Pendekatan Militer: Bukan Situasi Perang

TNI Masuk MBG, Aktivis Kritik Pendekatan Militer: Bukan Situasi Perang

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:07 WIB

Atasi Sampah Kabupaten Bogor, PSEL Galuga Siap Dibangun di Atas Lahan Kopassus

Atasi Sampah Kabupaten Bogor, PSEL Galuga Siap Dibangun di Atas Lahan Kopassus

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:04 WIB

×