alexametrics

Tingkat Kemanjuran Vaksin Covid-19 Indonesia Ditargetkan Capai 70 Persen

Liberty Jemadu
Tingkat Kemanjuran Vaksin Covid-19 Indonesia Ditargetkan Capai 70 Persen
Vaksin Covid-19 diperkirakan tersedia pada September 2020. Foto: Seorang petugas medis sedang menyuntikkan vaksin flu ke warga Asuncion, Paraguay, pada 15 April kemarin. [AFP/Norberto Duarte]

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang PS Brodjonegoro menginginkan vaksin Merah Putih dikembangkan harus semanjur mungkin.

Suara.com - Peneliti Pusat Penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Wien Kusharyoto mengatakan tingkat efikasi atau kemanjuran dari vaksin COVID-19 yang dikembangkan Indonesia sebaiknya 70 persen untuk kemudian dipakai secara massal.

"Sebetulnya lebih bagus kalau di atas 70 persen tapi dari FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mereka mengatakan kalau seandainya efektivitasnya 50 persen maka itu bisa lanjut ke tahap berikutnya," ujar Wien seperti dilansir dari Antara, Senin (5/10/2020).

Vaksin dikatakan efektif apabila bisa merangsang respon tubuh untuk menghasilkan antibodi untuk melawan kuman penyakit seperti virus atau bakteri.

Menurut Wien, jika tingkat efikasi atau kemanjuran vaksin COVID-19 yang dikembangkan Indonesia itu di atas 70 persen, maka dapat mencapai kekebalan populasi atau herd immunity.

Baca Juga: Ini Taksiran Harga Vaksin Covid-19 Buatan Bio Farma

"Kalau misalnya 70 persen berarti kalau keseluruhan divaksinasi seluruh penduduk di Indonesia maka 70 persen di antaranya anggap saja kemudian terlindungi, terproteksi dari penyakitnya itu sudah cukup untuk memperoleh herd immunity," tuturnya.

Jika sudah disuntik vaksin dan terbangun kekebalan tubuh, maka aktivitas di tengah masyarakat diharapkan bisa berjalan lebih aman dan produktif.

Wien menuturkan vaksin COVID-19 yang diciptakan harus efektif, aman dan tidak menimbulkan efek samping.

"Tujuh puluh persen itu berarti efektif, aman dan tidak menimbulkan efek samping kalaupun menimbulkan efek samping pengennya bisa ditolerir sebagai contoh beberapa vaksin menimbulkan seperti pusing, sedikit mual," ujarnya.

Sementara itu Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang PS Brodjonegoro menginginkan vaksin Merah Putih dikembangkan harus semanjur mungkin untuk membangun antibodi tubuh melawan virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.

Baca Juga: Ini Hasil Penyuntikan Vaksin Corona ke 1.319 Relawan

"Targetnya semanjur mungkin dan bisa membangkitkan antibodi penerima vaksin melawan paparan virus COVID-19. Karenanya kita menggunakan isolat virus yang bertransmisi di Indonesia," kata Menristek Bambang di Jakarta, Senin.

Komentar