Nobel Kimia 2020 untuk Dua Perempuan Penemu Gunting Genetika

Liberty Jemadu

Rabu, 07 Oktober 2020 | 19:12 WIB
Nobel Kimia 2020 untuk Dua Perempuan Penemu Gunting Genetika
Emmanuelle Charpentier dari Prancis dan Jennifer Doudna dari Amerika Serikat, pada Rabu (7/10/2020), diumumkan sebagai pemenang Nobel Kimia 2020. [Nobel Media/Niklas Emelhed]

Suara.com - Emmanuelle Charpentier dari Prancis dan Jennifer Doudna dari Amerika Serikat, pada Rabu (7/10/2020), diumumkan sebagai pemenang Nobel Kimia 2020. Mereka berjasa mengembangkan teknik penyuntingan gen yang dikenal dengan nama CRISPR-Cas9.

"Menggunakan teknik ini, ilmuwan bisa mengubah DNA binatang, tumbuhan, dan mikroorganisme dengan ketepatan tinggi," bunyi pernyataan Komite Nobel untuk Kimia.

Temuan mereka ini dinilai memiliki dampak revolusioner terhadap kehidupan sains, berkontribusi terhadap pengobatan kanker terbaru, dan bisa mewujudkan impian untuk menyembuhkan penyakit turunan.

Charpentier yang kini berusia 51 dan Doudna yang berumur 56 adalah perempuan keenam dan ketujuh yang menerima Nobel Kimia.

Teknik ini sebelumnya sudah berkali-kali disebut akan membawa penemunya meraih Nobel Kimia. Tetapi rupanya baru kali ini rumor itu jadi kenyataan dan Charpentier mengaku bahwa ia terkejut ketika memperoleh kabar tersebut.

"Saya berkali-kali mendengar bahwa akan menerima Nobel, tetapi saat benar-benar terjadi saya sangat terkejut dan merasa ini cuma mimpi," kata Charpentier seperti dilansir dari AFP.

Charpentier menemukan gunting genetika saat ia meneliti sebuah bakteria berbahaya. Bakteri ini memiliki sebuah molekul - bagian dari sistem imun - yang bermanfaat saat melawan virus. Molekul bakteri ini bekerja dengan cara memotong DNA virus.

Penelitian tentang molekul aneh pada bakteri itu diterbitkan Charpentier pada 2011 dan setelahnya ia bersama Doudna menciptakan gunting DNA seperti yang pada molekul bakteri tersebut. Gunting DNA yang mereka ciptakan itu dikembangkan agar lebih mudah digunakan dan bisa diterapkan pada material genetika lain.

Kini CRISPR/Cas9 sudah digunakan dalam rekayasa genetika benih untuk menciptakan tumbuhan yang mampu bertahan di kondisi kering dan mampu mengatasi hama.

baca juga

Teknik ini juga sudah digunakan dalam mengobati kanker dan para ilmuwan berharap bisa digunakan untuk menyembuhkan penyakit turunan lewat manipulasi gen.

Tetapi CRISPR/Cas9 juga sudah digunakan dalam eksperimen-eksperimen kontroversial, termasuk untuk menyunting DNA janin manusia. Ini, misalnya, dilakukan oleh ilmuwan China, He Jiankui pada 2018. Ia memantik kecaman dunia internasional karena menyunting genetika janin kembar di China untuk mencegah mereka terinfeksi penyakit HIV.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Mahfud MD Ungguli Prabowo dan Gibran dalam Studi Kepemimpinan SMRC

Mahfud MD Ungguli Prabowo dan Gibran dalam Studi Kepemimpinan SMRC

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:54 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Dirintelkam Kombes Tony Dicopot Usai Wartawan Dikeroyok saat Liput Demo

Koalisi Pers Sumsel Desak Dirintelkam Kombes Tony Dicopot Usai Wartawan Dikeroyok saat Liput Demo

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:44 WIB

×