Program Magang Google 2021, Peluang Baru Dunia Teknologi Virtual

Iwan Supriyatna

Selasa, 27 Oktober 2020 | 06:31 WIB
Program Magang Google 2021, Peluang Baru Dunia Teknologi Virtual
Akun Google. [Brett Jordan/Unsplash]

Suara.com - Sebanyak 43 negara telah mengikuti program magang di Google pada musim panas ini secara virtual. Ini adalah pertama kali dalam sejarah dimana program ini dilakukan dengan format ini karena menyesuaikan dengan kondisi pandemi yang saat ini tengah terjadi.

200 sesi orientasi di seluruh dunia dan 300 acara di sepanjang musim panas telah diselenggarakan oleh Google. Tujuan dari acara ini yaitu untuk membantu para mahasiswa magang supaya terhubung dengan rekan-rekan mereka, terlihat dengan tim Google, dan sebagainya.

“Kami lebih memprioritaskan kesehatan dan keselamatan mereka di masa pandemi. Kami konfirmasi bahwa program magang akan berlangsung secara virtual untuk 2021 nanti,” ungkap Andrea Florence selaku Director Intern Program yang dilansir dari Google Careers, ditulis Selasa (27/10/2020).

Google berharap bahwa keputusan ini bisa memberikan cukup waktu kepada para mahasiswa yang ingin melakukan magang di perusahaan. Karena nantinya mereka juga harus siap bekerja secara virtual.

Beralihnya format konvensional ke virtual tentu saja menjadi tantangan baru untuk menyongsong masa depan. Andrea mengakui bahwa hal itu juga memberikan peluang bagi perusahaan agar bisa menjadi lebih intensif.

Nantinya setiap mahasiswa akan memiliki beberapa opsi, salah satunya bisa memilih untuk dipasangkan dengan seorang mentor dari Google. Cara ini tentu akan membuat aktivitas perusahaan menjadi aksesibel.

Andrea mengungkapkan bahwa pertemuan juga akan lebih banyak diselenggarakan secara virtual. Pada program magang ini, mahasiswa dipastikan akan bertemu dengan karyawan Google dan sesama mahasiswa magang lainnya.

Google juga meluncurkan Hash Code khusus untuk mahasiswa yang tengah melakukan magang. Kompetisi coding ini akan memberikan kesempatan bagi mereka untuk memecahkan tantangan teknis.

Andrea berharap bahwa semua mahasiswa yang melakukan magang di Google bisa memberikan dampak yang positif untuk mereka. Dia menyebut bahwa 97 persen mahasiswa puas dengan pengalaman yang mereka dapatkan di Google.

baca juga

Presentase ini ternyata juga tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya ketika program ini masih diselenggarakan secara offline di kantor. Dengan begitu, cara magang yang dilakukan secara virtual ini sangat efektif seperti halnya dilakukan di kantor.

“Kami sangat berharap bahwa mereka bisa mengaplikasikan banyak dari apa yang kami pelajari di awal tahun ini untuk program di tahun 2021 nanti,” ucapnya.

Inovasi yang dilakukan oleh Google ini tentu saja memberikan peluang baru di dunia teknologi, khususnya teknologi virtual. Mungkin dalam beberapa waktu kedepan akan ada banyak perusahaan di Indonesia yang menerapkan format ini untuk para mahasiswa yang akan melakukan magang.

Dilansir dari Regendus, banyak aplikasi yang sudah menggunakan sistem virtual. Dalam waktu kedepan format ini mungkin akan bisa digunakan oleh banyak perusahaan setelah dipelopori oleh Google.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Google Kucurkan Rp 11,7 Miliar untuk Lawan Hoaks di Indonesia

Google Kucurkan Rp 11,7 Miliar untuk Lawan Hoaks di Indonesia

Tekno | Senin, 26 Oktober 2020 | 21:42 WIB

Mobil Wifi Jadi Solusi Akses Internet Bagi Siswa Kurang Mampu di AS

Mobil Wifi Jadi Solusi Akses Internet Bagi Siswa Kurang Mampu di AS

Video | Senin, 26 Oktober 2020 | 14:30 WIB

Google Maps Perkenalkan Fitur Baru Pengendara Sepeda

Google Maps Perkenalkan Fitur Baru Pengendara Sepeda

Tekno | Minggu, 25 Oktober 2020 | 12:00 WIB

Terkini

Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut

Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:37 WIB

Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F

Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:30 WIB

Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra

Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra

Sumut | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:29 WIB

Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil

Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:29 WIB

Cluster Beverly Hills Resmi Show Unit, Tawarkan Hunian American Classic di Semarang

Cluster Beverly Hills Resmi Show Unit, Tawarkan Hunian American Classic di Semarang

Jawa Tengah | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:28 WIB

Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026

Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:19 WIB

Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis

Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:05 WIB

Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026

Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026

Bola | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:05 WIB

Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru

Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru

Health | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:01 WIB

Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital

Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:00 WIB

×