NASA Gunakan AI Bantu Identifikasi Kawah Baru di Mars

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
NASA Gunakan AI Bantu Identifikasi Kawah Baru di Mars
Penampakan kawah di planet Mars. [YouTube/@European Space Agency, ESA]

Algoritme pembelajaran baru yang mampu mengklasifikasi kawah tubrukan baru secara otomatis.

Suara.com - NASA mengembangkan alat kecerdasan buatan (AI) inovatif untuk membantu mengidentifikasi sekelompok kawah baru di Mars, yang terbentuk dalam dekade terakhir.

Algoritme pembelajaran baru yang mampu mengklasifikasi kawah tubrukan baru secara otomatis, dibuat oleh para ilmuwan di Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA, California.

Menurut pernyataan NASA, ini mewakili pertama kalinya kecerdasan buatan digunakan untuk mengidentifikasi kawah yang sebelumnya tidak diketahui di Planet Merah.

Para ilmuwan telah memasukkan algoritme lebih dari 112.000 gambar yang diambil oleh Context Camera di Mars Reconnaissance Orbiter (MRO) milik NASA.

Baca Juga: Halloween, NASA Minta Warganet Ajukan Hoaks dan Konspirasi Luar Angkasa

Ilustrasi kecerdasan buatan (Shutterstock).
Ilustrasi kecerdasan buatan (Shutterstock).

Program ini dirancang untuk memindai foto perubahan fitur permukaan Mars yang menunjukkan kawah baru. Dalam penemuan kumpulan kawah pertama algoritme, para ilmuwan memprediksi kawah tersebut terbentuk dari tabrakan meteor antara Maret 2010 dan Mei 2012.

"AI tidak bisa melakukan jenis analisis terampil yang bisa dilakukan ilmuwan. Tetapi alat seperti algoritme baru ini dapat menjadi asisten para ahli. Ini membuka jalan bagi simbiosis menarik antara penyelidik manusia dan AI yang bekerja sama untuk mempercepat penemuan ilmiah," kata Kiri Wagstaff, ilmuwan komputer JPL, seperti dikutip Space.com, Selasa (27/10/2020).

Context Camera pada MRO mengambil gambar beresolusi rendah yang mencakup ratusan mil atau kilometer dalam satu waktu.

Meskipun instrumen ini dapat membantu menemukan bekas ledakan di sekitar benturan dan mempersempit tempat mencari kawah di permukaan planet, para ilmuwan mengandalkan instrumen lain seperti High-Resolution Imaging Science Experiment (HiRISE) pada MRO untuk menangkap detail yang lebih baik dan mengidentifikasi kawah individu.

Namun, fitur permukaan kecil di Mars bisa sulit dikenali hanya dengan menggunakan pengorbit. Proses ini umumnya mengharuskan para ilmuwan menghabiskan berjam-jam setiap hari untuk mempelajari gambar yang diambil oleh pesawat luar angkasa seperti MRO.

Baca Juga: Waduh! NASA Alami Kebocoran Sampel Asteroid

Oleh karena itu, algoritme pengklasifikasi kawah akan menghemat waktu ilmuwan dan engidentifikasi lebih banyak kawah di Planet Merah.

Komentar