Ilmuwan Laporkan Kekebalan Covid-19 Hanya Bertahan Beberapa Bulan

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Rabu, 28 Oktober 2020 | 06:30 WIB
Ilmuwan Laporkan Kekebalan Covid-19 Hanya Bertahan Beberapa Bulan
Ilustrasi laboratorium. (Pixabay)

Suara.com - Penelitian terbaru yang dilakukan Imperial College London mengungkapkan, kekebalan virus Corona (Covid-19) hanya bisa bertahan beberapa bulan setelah infeksi.

Penelitian tersebut memperkirakan hanya 4,4 persen orang dewasa yang memiliki kekebalan Covid-19 pada September, ketika kasus mulai meningkat lagi. Ini dibandingkan dengan data enam persen orang yang memiliki antibodi antara 20 Juni dan 13 Juli, serta 4,8 persen antara 31 Juli dan 31 Agustus.

Menurut penelitian yang dilakukan Departemen Kesehatan dan Perawatan Sosial, jumlah orang dengan antibodi turun 26,5 persen selama tiga bulan.

Penelitian tersebut melibatkan lebih dari 365.000 orang dewasa yang dipilih secara acak di Inggris yang menggunakan tes antibodi dengan menusuk jari di rumah.

Tes Antibodi Covid-19. [Shutterstock]
Tes Antibodi Covid-19. [Shutterstock]

Antara 20 Juni dan 28 September, proporsi orang yang dites positif antibodi turun dari 6 persen populasi menjadi 4,4 persen. Ini menunjukkan antibodi berkurang dalam beberapa minggu atau bulan setelah seseorang terinfeksi.

Menteri Kesehatan Lord Bethell mengatakan, penelitian tersebut memperjelas bahwa orang tidak kebal dari virus Corona hanya karena orang-orang itu dinyatakan positif antibodi.

"Studi yang dipimpin oleh Imperial dan Ipsos MORI ini merupakan penelitian penting, membantu kami memahami sifat antibodi Covid-19 dari waktu ke waktu dan meningkatkan pemahaman kami tentang virus itu sendiri," kata Bethell, seperti dikutip Mirror, Rabu (28/10/2020).

Bethell mengatakan bahwa pemerintah pun mengandalkan penelitian semacam ini untuk menginformasi tanggapan atas tindakan selanjutnya yang tepat dalam menangani penyakit.

"Penting juga bagi setiap orang untuk mengetahui apa artinya ini bagi mereka. Penelitian ini akan membantu perjuangan kita melawan virus. Tes yang menunjukkan antibodi positif tidak berarti orang itu kebal terhadap Covid-19," tambah Bethell.

baca juga

Tak hanya itu, respons antibodi juga tampak bervariasi dari waktu ke waktu tergantung pada usia dan gejala seseorang.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang yang tidak menunjukkan gejala Covid-19 cenderung kehilangan antibodi yang dapat dideteksi lebih cepat daripada orang yang memiliki tanda-tanda penyakit.

Temuan juga menunjukkan hilangnya antibodi lebih lambat pada usia 18 hingga 24 tahun, dibandingkan dengan orang-orang yang berusia 75 tahun ke atas.

"Penelitian kami menunjukkan bahwa seiring waktu terjadi penurunan proporsi orang yang dites positif antibodi terhadap virus Covid-19. Masih belum jelas tingkat kekebalan dari antibodi tersebut atau berapa lama kekebalan ini akan bertahan," kata Profesor Paul Elliott, direktur program REACT.

Para ahli mengatakan, saat ini masih belum diketahui apakah ini akan membuat orang-orang berisiko terinfeksi ulang atau tidak.

Ilustrasi Tes Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi Tes Covid-19. (Shutterstock)

Hasil penelitian menunjukkan gelombang pertama epidemi terjadi dalam waktu singkat pada Maret dan April. Tampaknya, ada penurunan tajam pada proporsi orang yang memiliki gejala Covid-19 dan yang dites positif antibodi sejak awal April.

Tes antibodi positif terlihat menurun pada populasi umum, sementara jumlah petugas kesehatan yang dites positif tidak berubah. Para ilmuwan percaya ini bisa terjadi karena paparan awal atau berulang yang lebih tinggi.

Terlepas dari hasil tes antibodi, setiap orang harus terus mematuhi pedoman pemerintah termasuk menjaga jarak sosial, mengisolasi diri, dan menjalani tes jika memiliki gejala dan selalu mencuci tangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hanya Konsumsi Nabati, Bisakah Pola Makan Vegetarian Jaga Kekebalan Tubuh?

Hanya Konsumsi Nabati, Bisakah Pola Makan Vegetarian Jaga Kekebalan Tubuh?

Health | Selasa, 20 Oktober 2020 | 18:48 WIB

Antibodi Covid-19 Cuma Bertahan 5 Bulan Usai Sembuh, Haruskah Khawatir?

Antibodi Covid-19 Cuma Bertahan 5 Bulan Usai Sembuh, Haruskah Khawatir?

Health | Senin, 19 Oktober 2020 | 13:10 WIB

Penelitian Terbaru: Orang Berdarah O dan B Lebih Tahan Covid-19?

Penelitian Terbaru: Orang Berdarah O dan B Lebih Tahan Covid-19?

Tekno | Minggu, 18 Oktober 2020 | 09:30 WIB

Anthony Fauci dan Puluhan Ilmuwan Menentang Deklarasi Great Barrington

Anthony Fauci dan Puluhan Ilmuwan Menentang Deklarasi Great Barrington

Health | Jum'at, 16 Oktober 2020 | 14:32 WIB

Shanghai: Pasien Virus Corona yang Pulih Punya Kekebalan Terus-menerus

Shanghai: Pasien Virus Corona yang Pulih Punya Kekebalan Terus-menerus

Health | Kamis, 15 Oktober 2020 | 19:39 WIB

WHO: Strategi Herd Iimunity untuk Atasi Pandemi Covid-19 Itu Tidak Etis

WHO: Strategi Herd Iimunity untuk Atasi Pandemi Covid-19 Itu Tidak Etis

Health | Selasa, 13 Oktober 2020 | 10:47 WIB

Terkini

5 HP Layar Lengkung dan NFC Termurah, Sensasi Premium dengan Bujet Minimum

5 HP Layar Lengkung dan NFC Termurah, Sensasi Premium dengan Bujet Minimum

Tekno | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:15 WIB

Powerbank Bagus Merek Apa? Ini 4 Pilihan 10.000 mAh untuk Antisipasi Listrik Padam

Powerbank Bagus Merek Apa? Ini 4 Pilihan 10.000 mAh untuk Antisipasi Listrik Padam

Tekno | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:41 WIB

7 Tips agar Baterai iPhone Awet, Kurangi Risiko Battery Health Cepat Turun

7 Tips agar Baterai iPhone Awet, Kurangi Risiko Battery Health Cepat Turun

Tekno | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:19 WIB

4 Genset Silent Terbaik untuk di Rumah, Anti Berisik Hemat Bensin untuk Backup saat Mati Listrik

4 Genset Silent Terbaik untuk di Rumah, Anti Berisik Hemat Bensin untuk Backup saat Mati Listrik

Tekno | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:23 WIB

Harga Steam Machine Lebih Mahal dari PS5, Ini Penyebabnya!

Harga Steam Machine Lebih Mahal dari PS5, Ini Penyebabnya!

Tekno | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:10 WIB

POCO X8 Pro Yellow Resmi Meluncur di Indonesia, Desain Ikonik dan Fitur Komunikasi Tanpa Sinyal

POCO X8 Pro Yellow Resmi Meluncur di Indonesia, Desain Ikonik dan Fitur Komunikasi Tanpa Sinyal

Tekno | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:09 WIB

Bos WhatsApp Resmi Mengundurkan Diri, Ini Sosok Penggantinya

Bos WhatsApp Resmi Mengundurkan Diri, Ini Sosok Penggantinya

Tekno | Selasa, 23 Juni 2026 | 11:40 WIB

4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin

4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin

Tekno | Selasa, 23 Juni 2026 | 11:30 WIB

Waspada Malware Rokarolla: Trojan Android yang Kuras Rekening hingga Kendalikan Perangkat

Waspada Malware Rokarolla: Trojan Android yang Kuras Rekening hingga Kendalikan Perangkat

Tekno | Selasa, 23 Juni 2026 | 11:20 WIB

5 HP Xiaomi dengan Kamera Mirip iPhone, Kualitas Foto dan Video Gak Kaleng-kaleng

5 HP Xiaomi dengan Kamera Mirip iPhone, Kualitas Foto dan Video Gak Kaleng-kaleng

Tekno | Selasa, 23 Juni 2026 | 08:24 WIB