Anthony Fauci dan Puluhan Ilmuwan Menentang Deklarasi Great Barrington

Yasinta Rahmawati

Jum'at, 16 Oktober 2020 | 14:32 WIB
Anthony Fauci dan Puluhan Ilmuwan Menentang Deklarasi Great Barrington
Direktur Institut Alergi dan Penyakit Menular Nasional AS, Anthony Fauci [AFP]

Suara.com - Kekebalan kelompok atau herd immunity digadang-gadang bisa membantu manusia menghadapi pandemi Covid-19. Gedung Putih Amerika Serikat (AS) pun belakangan menganut Deklarasi Great Barrington yang menganjurkan penggunaan "kekebalan kawanan" atau herd immunity.

Seperti dikutip dari Forbes, apa yang disebut "Deklarasi Great Barrington" yang dianut oleh Gedung Putih ini berpendapat bahwa pihak berwenang harus mengizinkan Covid-19 menyebar secara tidak terkendali melalui orang-orang muda yang sehat, sementara pemerintah memberi fasilitas perlindungan pada yang rentan.

Diduga, hal ini akan memungkinkan suatu populasi mencapai herd immunity tanpa perlu vaksin, yang pada akhirnya akan melindungi mereka yang rentan.

Namun, pejabat penyakit menular utama Amerika Serikat, Dr. Anthony Fauci, mengatakan bahwa deklarasi tersebut adalah "konyol", "benar-benar tidak masuk akal," dan "akan menyebabkan rawat inap dan kematian."

Mengutip Medical Daily, bersama 80 ilmuwan lainnya, ia menentang deklarasi tersebut. "Setiap strategi manajemen pandemi yang mengandalkan kekebalan dari infeksi alami untuk Covid-19 adalah salah," tulis mereka pada 15 Oktober di jurnal The Lancet.

"Karena tidak ada bukti (sejauh ini) yang menunjukkan kekebalan protektif terhadap virus ketika tertular secara alami, penularan virus berikutnya akan menjadi konsekuensi dari penurunan kekebalan yang akan menimbulkan risiko bagi populasi yang rentan untuk masa depan yang tidak terbatas," tulis mereka. Herd immunity, lanjut mereka, justru akan mengakibatkan epidemi berulang.

Ilustrasi herd immunity. (Shutterstock)
Ilustrasi herd immunity. (Shutterstock)

Apa yang secara khusus salah tentang Deklarasi tersebut, kata Dr. Fauci, adalah bahwa penulis menganggap solusinya adalah orang yang rentan ditempatkan di fasilitas perlindungan. Padahal, banyak orang yang tertular virus kemungkinan akan mengalami komplikasi serius karena masalah yang berhubungan dengan kesehatan mereka, seperti penyakit jantung dan obesitas.

Sebagai informasi, Deklarasi Great Barrington adalah petisi yang dimulai oleh tiga ilmuwan pada 4 Oktober yang menyerukan kepada pemerintah AS untuk mengadopsi kebijakan 'perlindungan terfokus' terkait Covid-19.

Mereka percaya bahwa orang yang paling berisiko terkena virus harus diberi perlindungan. Sedangkan mereka yang tidak berisiko, yang hampir semua orang di bawah 65 tahun tanpa kondisi kesehatan yang mendasarinya, harus didorong untuk kembali untuk beraktivitas normal.

baca juga

Dengan cara tersebut, diyakini mayoritas populasi akan terinfeksi dan kemudian pulih, secara bertahap membangun kekebalan kawanan. Pada gilirannya, akan berarti orang tua dan yang rentan tidak lagi harus bersembunyi. 

Tiga ilmuwan yang menginisiasi terbentuknya deklarasi tersebut merupakan profesor Oxford, Harvard dan Stanford. Sejak peluncurannya, deklarasi tersebut telah ditandatangani oleh hampir 10.000 ilmuwan medis dan kesehatan masyarakat di seluruh dunia dan lebih dari 26.000 praktisi medis, menurut situs webnya.

Maria Van Kerkhove, kepala teknis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk tanggapan virus corona, mengatakan selama konferensi media di Jenewa pekan lalu bahwa herd immunity biasanya dibahas dalam konteks vaksinasi, bukan sebagai tanggapan terhadap pandemi.

Sebaliknya, jika hal ini dilakukan dalam konteks membiarkan penularan terjadi di masyarakat, menurut Van Kerkhove, akan sangat berbahaya. "Itu berarti banyak orang yang terinfeksi, banyak orang perlu dirawat di rumah sakit dan banyak orang akan meninggal," tandasnya, dikutip dari CNN.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dokter Imbau Masyarakat Tak Asal Pilih Sabun Cuci Tangan

Dokter Imbau Masyarakat Tak Asal Pilih Sabun Cuci Tangan

Health | Jum'at, 16 Oktober 2020 | 07:05 WIB

Penjelasan Masker Non-Medis saat Pandemi Covid-19

Penjelasan Masker Non-Medis saat Pandemi Covid-19

Video | Jum'at, 16 Oktober 2020 | 09:00 WIB

Ngeri... Penilaian WHO soal Lockdown Dikaitkan pada Herd Immunity

Ngeri... Penilaian WHO soal Lockdown Dikaitkan pada Herd Immunity

Tekno | Rabu, 14 Oktober 2020 | 14:30 WIB

Terkini

Atletico Madrid Bekuk Real Madrid 2-1, Mourinho Mengamuk Bawa Kertas Bukti Kesalahan VAR

Atletico Madrid Bekuk Real Madrid 2-1, Mourinho Mengamuk Bawa Kertas Bukti Kesalahan VAR

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 14:43 WIB

Ubah Keresahan Jadi Karya, Ayu Rianna Berbagi Tips di Yoursay Writing Class

Ubah Keresahan Jadi Karya, Ayu Rianna Berbagi Tips di Yoursay Writing Class

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 14:42 WIB

OJK Tanggapi Wacana Gaji ASN Dipindah dari BPD ke Himbara, Ganggu Likuiditas?

OJK Tanggapi Wacana Gaji ASN Dipindah dari BPD ke Himbara, Ganggu Likuiditas?

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 14:42 WIB

Kekeringan di Tangsel Semakin Meluas hingga 30 Titik, 3.423 Jiwa Terdampak

Kekeringan di Tangsel Semakin Meluas hingga 30 Titik, 3.423 Jiwa Terdampak

Banten | Senin, 21 September 2026 | 14:40 WIB

Viral Pungli Foodtruck Alkid, Sultan Khawatir Parkir Ilegal, Pemkot Siapkan SanksiTegas

Viral Pungli Foodtruck Alkid, Sultan Khawatir Parkir Ilegal, Pemkot Siapkan SanksiTegas

Jogja | Senin, 21 September 2026 | 14:38 WIB

Markas Judi Superketat di Malaysia Digerebek: 9 WNI Ikut Diciduk, 7 Paspor Indonesia Disita

Markas Judi Superketat di Malaysia Digerebek: 9 WNI Ikut Diciduk, 7 Paspor Indonesia Disita

News | Senin, 21 September 2026 | 14:35 WIB

Viral Aksi Tak Senonoh Dua Pria di Perbukitan Purasari, Polres Bogor Amankan Pelaku

Viral Aksi Tak Senonoh Dua Pria di Perbukitan Purasari, Polres Bogor Amankan Pelaku

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 14:34 WIB

Hujan Guyur Pekanbaru yang Tengah Dikepung Kabut Asap

Hujan Guyur Pekanbaru yang Tengah Dikepung Kabut Asap

Riau | Senin, 21 September 2026 | 14:33 WIB

Hasil Ekshumasi Sutrimo Diumumkan Pekan Ini!

Hasil Ekshumasi Sutrimo Diumumkan Pekan Ini!

News | Senin, 21 September 2026 | 14:32 WIB

Badai Dujuan Sapu Pesisir Jepang Hingga Lumpuhkan Penerbangan dan Kereta Api

Badai Dujuan Sapu Pesisir Jepang Hingga Lumpuhkan Penerbangan dan Kereta Api

News | Senin, 21 September 2026 | 14:31 WIB

×