Array

Seminggu Terakhir, Hampir 500.000 Orang Tertular COVID-19 di AS

M. Reza Sulaiman Suara.Com
Kamis, 29 Oktober 2020 | 00:05 WIB
Seminggu Terakhir, Hampir 500.000 Orang Tertular COVID-19 di AS
Amerika Serikat [Shutterstock]

Suara.com - Amerika Serikat masih menjadi negara dengan kasus virus Corona Covid-19 terbanyak di dunia. Bahkan, jumlah kasus baru meningkat pesat dalam seminggu terakhir.

Dilansir ANTARA dari Reuers, Illinois, yang menjadi zona merah dalam beberapa pekan terakhir, melaporkan lebih dari 31.000 kasus baru dalam tujuh hari terakhir. Jumlah itu lebih tinggi dibandingkan dengan di negara-negara bagian lain, kecuali Texas.

Guna membendung lonjakan tersebut, Gubernur Illinois J.B. Pritzker memberlakukan putaran baru pembatasan di enam dari 11 wilayah.

Makan dalam ruangan di bar dan restoran akan dihentikan sementara pada Rabu dan pertemuan akan dibatasi untuk maksimal 25 orang. Daerah-daerah yang terkena pemberlakuan itu termasuk beberapa di pinggiran Chicago.

Sejumlah negara bagian lain telah menarik rencana untuk membuka kembali ekonomi demi mengekang penyebaran virus, pada saat suhu lebih dingin melanda sebagian besar negeri.

Gubernur Idaho Brad Little pada Senin (26/10) mengumumkan pertemuan dalam ruangan hanya boleh dihadiri maksimal 50 orang. Jumlah orang yang hadir pada pertemuan di luar ruangan juga akan dibatasi menjadi 25 persen dari kapasitas penuh.

Para pakar kesehatan meyakini bahwa kasus penularan virus melonjak akibat pertemuan sosial secara pribadi, suhu yang lebih dingin sehingga mendorong orang berada di dalam ruangan, serta kelelahan warga atas tindakan pencegahan COVID-19.

Di luar kawasan Midwest, Kota El Paso di Texas juga menghadapi lonjakan kasus yang membebani rumah sakit setempat.

Otoritas setempat mendirikan sebuah fasilitas perawatan alternatif untuk membantu meringankan pusat medis.

Baca Juga: Studi Inggris: Antibodi Covid-19 Turun Dalam 3 Bulan, Ada Risiko Reinfeksi

"Kami menangani semua jenis pasien. Secara historis, usia mereka di atas 65, mereka dengan beberapa penyakit penyerta. Tapi ada juga yang berusia 20 tahunan. Ada yang berusia 30 tahunan, 40 tahunan," kata Dr. Ogechika Alozie, spesialis penyakit menular di El Paso, kepada Reuters.

"Memang ada rasa lelah, tapi sekali lagi, kami bekerja keras dan merawat pasien," ia menambahkan.

Presiden AS Donald Trump, yang menghadapi pertarungan sulit untuk terpilih kembali pada 3 November, kembali mengecam laporan bahwa kasus virus corona sedang melonjak.

Ia lagi-lagi menegaskan pernyataannya yang tidak benar bahwa negara yang dipimpinnya sedang menjalani perubahan positif dalam pertempuran melawan corona. Virus itu di Amerika Serikat telah membunuh lebih dari 225.800 orang.

Pennsylvania, negara bagian yang menjadi 'medan pertempuran' panas dalam pemilihan presiden pekan depan, pada Selasa melaporkan rekor baru COVID-19, menurut departemen kesehatan negara bagian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI