Terungkap! Penyebab Batu Aneh ini Bisa Glow in the Dark

Dythia Novianty

Senin, 09 November 2020 | 12:30 WIB
Terungkap! Penyebab Batu Aneh ini Bisa Glow in the Dark
Hackmanite. [Chemistry of Materials]

Suara.com - Pijar dari mineral hackmanite (tenebrescent sodalite) adalah fenomena alam menakjubkan yang telah lama menjadi misteri bagi para ilmuwan.

Ahli geologi, pertama kali mendeskripsikan mineral tersebut pada tahun 1800-an. Tenebrescent sodalite
memiliki kecenderungan secara lembut memancarkan rona merah muda cerah ketika rusak atau ditempatkan dalam gelap dan hilang dalam terang.

Penelitian selanjutnya akan mempersempit kimiawi di balik karakteristik ini, tetapi sifat reaksi yang tepat terbukti sulit dipahami.

Sekarang sebuah studi baru menguraikan dengan tepat bagaimana jenis hackmanite tertentu mempertahankan sebagian cahayanya, saat mereka berpindah dari pengaturan terang ke gelap.

Hackmanite. [Chemistry of Materials]
Hackmanite. [Chemistry of Materials]

Sebagaimana melansir laman Sciencealert, Senin (9/11/2020), kuncinya adalah interaksi halus antara pengotor alami mineral, yang ditentukan oleh bagaimana pembentukannya.

Mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana hackmanite dapat memancarkan pendaran putih dalam kondisi gelap, akan semakin membantu para ilmuwan mengembangkan bahan sintetis kita sendiri yang mampu bersinar dalam gelap tanpa sumber daya, seperti pada tanda keluar darurat, misalnya.

"Kami telah melakukan banyak penelitian dengan hackmanites sintetis dan telah mampu mengembangkan bahan dengan sisa-sisa cahaya yang jelas lebih lama dibandingkan dengan hackmanite alami," kata ahli kimia bahan Isabella Norrbo dari Universitas Turku di Finlandia.

"Namun, kondisi yang mempengaruhi pendaran sejauh ini tidak jelas."

Kombinasi data eksperimen dan komputasi dipelajari untuk menentukan bahwa konsentrasi dan keseimbangan sulfur, kalium, titanium, dan besi adalah yang paling penting dalam kaitannya dengan sisa cahaya yang dilepaskan oleh hackmanite.

baca juga

Secara khusus, titanium ditemukan sebagai elemen yang benar-benar bersinar, dengan cahaya itu sendiri didukung oleh transfer elektron.

Namun, konsentrasi titanium saja tidak cukup untuk menciptakan pendaran, dengan campuran elemen lain yang juga diperlukan.

Para peneliti mengatakan bahwa bahan sintetis dapat ditingkatkan dan dibuat lebih efisien dan dapat diandalkan melalui studi semacam ini, bahkan jika alam tidak dapat menandingi kekuatan pancaran yang dapat direkayasa di laboratorium.

"Bahan-bahan yang digunakan saat ini semuanya sintetis, misalnya bahan dengan sisa-sisa pijar hijau yang sudah dikenal, memperoleh pancarannya dari unsur yang disebut europium. Sifat sisa-sisa cahaya mereka tidak dapat diprediksi," kata ahli kimia bahan Mika Lastusaari, dari Universitas Turku.

Sampel hackmanite dari Greenland, Kanada, Afghanistan, dan Pakistan digunakan dalam penelitian ini, dengan tim ahli kimia internasional, ahli mineralogi, ahli geologi, fisikawan, ahli statistik, dan ilmuwan lain yang terlibat dalam mencari tahu apa yang terjadi dengan cahaya hackmanite.

Hackmanite. [Chemistry of Materials]
Hackmanite. [Chemistry of Materials]

Bagian dari misterinya adalah mengapa beberapa hackmanite menunjukkan cahaya dan yang lainnya tidak. Melalui perbandingan yang cermat dari sampel yang berbeda, tim tersebut dapat menemukan campuran yang diperlukan dari photoluminescence oranye (mengubah foton yang diserap menjadi cahaya), pendaran persisten biru (memancarkan cahaya tanpa pemanasan), dan fotokromisme ungu (bentuk transformasi kimia yang disebabkan oleh radiasi elektromagnetik).

Ini adalah campuran kompleks dari unsur-unsur alami dan reaksi kimia, tetapi hasilnya adalah bahan sintetis yang lebih baik yang dapat menyamai jenis cahaya ini. Dalam hal ilmu material, penting tidak hanya seberapa terang pendarannya, tetapi juga seberapa lama daya tahannya.

"Dengan hasil ini, kami memperoleh informasi berharga tentang kondisi yang memengaruhi sisa-sisa cahaya hackmanites," kata Lastusaari.

Menurutnya, mMeskipun alam belum mampu membentuk bahan dengan cahaya seefektif bahan sintetis, alam telah membantu secara signifikan dalam pengembangan bahan berpendar yang semakin efektif. Penelitian ini telah dipublikasikan di Chemistry of Materials.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jatuh ke Bumi, Meteorit Ini Berisi Senyawa Organik Luar Angkasa

Jatuh ke Bumi, Meteorit Ini Berisi Senyawa Organik Luar Angkasa

Tekno | Senin, 02 November 2020 | 11:27 WIB

Meteorit Ini Jadi Bukti Ada Air di Mars 4,4 Tahun Lalu

Meteorit Ini Jadi Bukti Ada Air di Mars 4,4 Tahun Lalu

Tekno | Minggu, 01 November 2020 | 08:15 WIB

Ditemukan: Kawah Meteorit Raksasa Berusia 100 Juta Tahun

Ditemukan: Kawah Meteorit Raksasa Berusia 100 Juta Tahun

Tekno | Kamis, 24 September 2020 | 19:00 WIB

Ilmuan Pindai 10 Juta Bintang Untuk Cari Jejak Alien, Hasilnya?

Ilmuan Pindai 10 Juta Bintang Untuk Cari Jejak Alien, Hasilnya?

Jatim | Rabu, 09 September 2020 | 13:26 WIB

Oksigen Bumi Sebabkan Area Bulan Berkarat?

Oksigen Bumi Sebabkan Area Bulan Berkarat?

Tekno | Jum'at, 04 September 2020 | 08:20 WIB

Cantik tapi Misterius, Terungkap Penyebab Meteorit Ini Berwarna Pelangi

Cantik tapi Misterius, Terungkap Penyebab Meteorit Ini Berwarna Pelangi

Tekno | Senin, 31 Agustus 2020 | 07:30 WIB

Terkini

Lontong Medan: Kuliner "Ramai" yang Bikin Rindu, Wajib Ada Mi!

Lontong Medan: Kuliner "Ramai" yang Bikin Rindu, Wajib Ada Mi!

Your Say | Sabtu, 05 September 2026 | 09:30 WIB

Gunung Sinabung Siaga, 650 Warga Karo Mengungsi

Gunung Sinabung Siaga, 650 Warga Karo Mengungsi

Sumut | Sabtu, 05 September 2026 | 09:25 WIB

Karhutla Kembali Muncul di Indragiri Hilir, Indragiri Hulu dan Bengkalis

Karhutla Kembali Muncul di Indragiri Hilir, Indragiri Hulu dan Bengkalis

Riau | Sabtu, 05 September 2026 | 09:21 WIB

Di Tengah Birunya Kepulauan Seribu, Anak-Anak Menemukan Makna Kemerdekaan yang Berbeda

Di Tengah Birunya Kepulauan Seribu, Anak-Anak Menemukan Makna Kemerdekaan yang Berbeda

Lifestyle | Sabtu, 05 September 2026 | 09:18 WIB

Prabowo Perintahkan Penertiban Kawasan Hutan, Penegakan Hukum Harus Transparan

Prabowo Perintahkan Penertiban Kawasan Hutan, Penegakan Hukum Harus Transparan

News | Sabtu, 05 September 2026 | 09:13 WIB

615 Kebakaran Terjadi di Jateng hingga Agustus, Kelalaian Manusia Jadi Sorotan

615 Kebakaran Terjadi di Jateng hingga Agustus, Kelalaian Manusia Jadi Sorotan

Jawa Tengah | Sabtu, 05 September 2026 | 09:12 WIB

Tembus 58.271 KL per Hari, Konsumsi Solar Subsidi Naik 15,1%

Tembus 58.271 KL per Hari, Konsumsi Solar Subsidi Naik 15,1%

Foto | Sabtu, 05 September 2026 | 09:00 WIB

Kisah Cinta Beda Budaya yang Bikin Baper dalam Film Baby Udon

Kisah Cinta Beda Budaya yang Bikin Baper dalam Film Baby Udon

Your Say | Sabtu, 05 September 2026 | 09:00 WIB

9 Orang Jadi Tersangka Penyerangan Warga di Rokan Hulu, Ngaku Dibayar

9 Orang Jadi Tersangka Penyerangan Warga di Rokan Hulu, Ngaku Dibayar

Riau | Sabtu, 05 September 2026 | 08:48 WIB

Drama Siswi SMK Magetan Melahirkan Sendiri Lalu Tinggalkan Bayi di Bawah Pohon Randu

Drama Siswi SMK Magetan Melahirkan Sendiri Lalu Tinggalkan Bayi di Bawah Pohon Randu

Jatim | Sabtu, 05 September 2026 | 08:44 WIB

×