alexametrics

Buku Catatan Teori Evolusi Charles Darwin Hilang, Diduga Dicuri

RR Ukirsari Manggalani | Lintang Siltya Utami
Buku Catatan Teori Evolusi Charles Darwin Hilang, Diduga Dicuri
Universitas Cambridge. Sebagai ilustrasi lokasi perpustakaan yang menyimpan buku sketsa Charles Darwin [Instagram/@cambridgeuniversity].

Bentuk digital dari buku Darwin tersedia lengkap, namun di manakah ujud fisiknya?

Suara.com - Perpustakaan Universitas Cambridge, Inggris melaporkan bahwa dua buku catatan milik Charles Darwin yang berisi gagasan perintisnya yang terkenal tentang evolusi dan sketsa "Tree of Life" hilang. Dilaporkan pada Selasa (24/11/2020), pihak perpustakaan menduga buku itu dicuri.

Ilmuwan Inggris ini mengisi buku catatan tersebut pada 1837, di usia 28 tahun, tak lama setelah kembali dari pelayarannya dengan HMS Beagle. Perpustakaan mengatakan buku-buku bersampul kulit itu bernilai jutaan poundsterling.

Dalam salah satu buku, Darwin menggambar diagram yang menunjukkan beberapa kemungkinan evolusi suatu spesies dan menerbitkan ilustrasi yang lebih berkembang dalam bukunya 1859 berjudul Tentang Asal-usul Spesies.

Buku catatan ini disebut "Transmutation Notebooks" karena di sinilah Darwin pertama kali berteori bagaimana spesies dapat "bertransmutasi" dari bentuk awal ke bentuk selanjutnya, sebuah proses yang kemudian didefinisikan sebagai teori evolusi Darwin.

Baca Juga: Ilmuwan Peringatkan Evolusi Virus Dapat Merusak Vaksin Covid-19

Sketsa ikonik Three of Life dari Charles Darwin [Charles Darwin/University of Cambridge via Science Alert].
Sketsa ikonik "Three of Life" dari Charles Darwin [Charles Darwin/University of Cambridge via Science Alert].

Menurut Live Science, buku-buku itu terakhir terlihat pada musim gugur 2020 ketika diambil dari Ruang Koleksi Khusus di Perpustakaan Universitas Cambridge untuk pemotretan. Namun, selama pemeriksaan rutin pada Januari 2001, kurator tidak menemukan buku-buku tadi.

Meskipun mungkin diletakkan di tempat yang salah, pencarian menyeluruh selama bertahun-tahun tidak membuahkan hasil. Dilansir dari Science Alert pada Kamis (26/11/2020), perpustakaan kembali melakukan pencarian besar tahun ini, yang terbesar dalam sejarah perpustakaan, namun gagal menemukan buku catatan tersebut sehingga perpustakaan sedang mempertimbangkan kemungkinan buku itu dicuri.

"Kurator telah menyimpulkan bahwa buku catatan itu kemungkinan besar telah dicuri," kata pihak perpustakaan dalam sebuah pernyataan.

Perpustakaan telah melapor ke polisi setempat dan buku-buku itu telah terdaftar di database Interpol tentang karya seni yang dicuri, yang disebut Psyche.

Jessica Gardner, pustakawan Universitas Cambridge merilis pernyataan video yang mengimbau publik untuk membantu menemukan buku catatan tersebut.

Baca Juga: Heboh Mobil Tua 'Evolusi' Jadi Buldoser, Bedah Rumah Jadi Lebih Mudah

"Sangat disayangkan buku catatan ini hilang meskipun dilakukan pencarian dalam skala luas selama 20 tahun terakhir. Saya akan meminta siapa pun yang merasa tahu keberadaan buku catatan itu untuk menghubungi. Tolong bantu," ucap Gardner seraya menambahkan bahwa perpustakaan telah meningkatkan sistem keamanannya secara besar-besaran.

Meski begitu, bentuk digital dari kedua buku yang hilang itu masih tersedia secara online. Namun perpustakaan berharap mendapatkan kembali buku fisik yang sebenarnya.

Komentar