Rusak Parah, Teleskop Radio Arecibo Runtuh

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Rabu, 02 Desember 2020 | 16:00 WIB
Rusak Parah, Teleskop Radio Arecibo Runtuh
Teleskop Radio Arecibo. [Twitter]

Suara.com - Teleskop radio Arecibo di Puerto Rico mengalami keruntuhan karena kerusakan struktural dan setelah dua kali mengalami masalah kabel dalam kurun waktu empat bulan.

National Science Foundation (NSF) Amerika Serikat yang memiliki observatorium tersebut memutuskan untuk melanjutkan penonaktifan teleskop pada November, karena kerusakannya dianggap terlalu parah dan dapat membahayakan nyawa. Tetapi NSF membutuhkan waktu untuk membuat rencana tentang cara menghancurkan teleskop dengan aman.

Alih-alih menggunakan rencana tersebut, teleskop itu justru runtuh dengan sendirinya karena gravitasi pada 1 Desember. NSF melaporkan tidak ada cedera akibat kejadian tersebut.

"Hari yang menyedihkan bagi Astronomi dan Ilmu Planet di seluruh dunia dan salah satu teleskop paling ikonik sepanjang masa," tulis Thomas Zurbuchen, administrator asosiasi NASA untuk sains, dalam sebuah tweet, seperti dikutip Space.com, Rabu (2/12/2020).

Teleskop Radio Arecibo. [Twitter]
Teleskop Radio Arecibo. [Twitter]

Gambar yang dibagikan di Twitter oleh Deborah Martorell, seorang ahli meteorologi untuk stasiun televisi Puerto Rico, membandingkan pemandangan dari observatorium yang diambil kemarin dan hari ini.

Tak satu pun dari tiga menara observatorium runtuh sepenuhnya dan hal itu menjadi salah satu perhatian utama NSF dengan membiarkan struktur seperti itu.

Gambar yang diunggah memang menunjukkan beberapa kerusakan pada simpul bangunan dasar salah satu menara penyangga, yang meliputi gedung administrasi dan pusat pengunjung umum, meskipun bangunan tersebut masih berdiri.

Jonathan Friedman, seorang fisikawan yang bekerja di Arecibo Observatory dan tinggal di sekitar wilayah itu mengaku mendengar gemuruh keras seperti terjadi longsoran salju dari arah observatorium.

Sejak kabel pertama putus pada Agustus, Arecibo telah memberlakukan zona aman di fasilitas tersebut. Pada 19 November dalam sebuah konferensi pers tentang keputusan menonaktifkan teleskop, kondisi Arecibo masih berdiri dan tampak stabil.

baca juga

Teleskop Arecibo sendiri telah banyak membantu dalam ilmu atmosfer, astronomi radio, dan kemampuan radar planet selama beberapa dekade. Itu juga merupakan teleskop ikonik dalam budaya populer yang pernah menjadi latar belakang dalam film James Bond "GoldenEye" dan hits Hollywood lainnya.

Selain teleskop, Observatorium Arecibo juga menyertakan instrumen LIDAR yang digunakan para ilmuwan untuk mempelajari area pertemuan atmosfer dan antariksa Bumi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Astronom Tri L Astraatmadja: Perjalanan Antariksa Baru Sebatas Tepi Pantai

Astronom Tri L Astraatmadja: Perjalanan Antariksa Baru Sebatas Tepi Pantai

wawancara | Senin, 12 Oktober 2020 | 20:17 WIB

NASA Rekam Ledakan Supernova 5 Miliar Kali Lebih Cerah dari Matahari

NASA Rekam Ledakan Supernova 5 Miliar Kali Lebih Cerah dari Matahari

Tekno | Selasa, 06 Oktober 2020 | 08:30 WIB

Waduh! Pakai Teleskop Tercanggih Pengamatan Langit Buram, Ada Apa?

Waduh! Pakai Teleskop Tercanggih Pengamatan Langit Buram, Ada Apa?

Tekno | Senin, 21 September 2020 | 14:00 WIB

Cantik, NASA Bagikan Gambar Terbaru Jupiter dalam Warna Pastel

Cantik, NASA Bagikan Gambar Terbaru Jupiter dalam Warna Pastel

Tekno | Sabtu, 19 September 2020 | 14:54 WIB

Ngeri, Ini Detail Matahari yang Dipotret Oleh Teleskop Beresolusi Tinggi

Ngeri, Ini Detail Matahari yang Dipotret Oleh Teleskop Beresolusi Tinggi

Tekno | Jum'at, 04 September 2020 | 08:53 WIB

Teleskop Baru NASA Bisa Deteksi Ratusan Planet Nakal

Teleskop Baru NASA Bisa Deteksi Ratusan Planet Nakal

Tekno | Rabu, 02 September 2020 | 08:30 WIB

Terkini

Mencegah Kriminalisasi Kebijakan Tanpa Meloloskan Korupsi

Mencegah Kriminalisasi Kebijakan Tanpa Meloloskan Korupsi

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:50 WIB

5 Cara Mengatasi Kaki Lecet dan Pegal Setelah Jalan Kaki 20 Ribu Langkah

5 Cara Mengatasi Kaki Lecet dan Pegal Setelah Jalan Kaki 20 Ribu Langkah

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:40 WIB

Pria Hina Yesus saat Live TikTok Ditetapkan Jadi Tersangka Penistaan Agama

Pria Hina Yesus saat Live TikTok Ditetapkan Jadi Tersangka Penistaan Agama

Sumut | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:39 WIB

PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba

PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:38 WIB

Demo Sumpah Pemuda di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-Kacir

Demo Sumpah Pemuda di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-Kacir

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:27 WIB

Apakah BPJS PBI yang Nonaktif Bisa Diaktifkan Kembali? Ini Langkah-langkahnya

Apakah BPJS PBI yang Nonaktif Bisa Diaktifkan Kembali? Ini Langkah-langkahnya

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:25 WIB

Rayakan 25 Tahun, L-Men Perkuat Inovasi Produk dan Ekosistem Hidup Sehat

Rayakan 25 Tahun, L-Men Perkuat Inovasi Produk dan Ekosistem Hidup Sehat

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:22 WIB

Review Pirunduk: Budaya Banjar Jangan Cuma Jadi Hiasan Horor Lokal di Layar

Review Pirunduk: Budaya Banjar Jangan Cuma Jadi Hiasan Horor Lokal di Layar

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:20 WIB

Saat Perlengketan Usus Melibatkan Saluran Kemih, Mengapa Penanganannya Lebih Kompleks?

Saat Perlengketan Usus Melibatkan Saluran Kemih, Mengapa Penanganannya Lebih Kompleks?

Health | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:01 WIB

438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?

438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:58 WIB

×