Pernah Mirip Bumi, Ini yang Bikin Venus Jadi Tidak Dapat Dihuni

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Selasa, 15 Desember 2020 | 13:30 WIB
Pernah Mirip Bumi, Ini yang Bikin Venus Jadi Tidak Dapat Dihuni
Planet Venus. [Shutterstock]

Suara.com - Para ilmuwan mengungkap bahwa Venus memiliki kondisi mirip seperti Bumi, tapi perubahn iklim di planet tersebut membuatnya menjadi tidak dapat dihuni.

Venus merupakan planet yang aneh dan sama sekali tidak dapat dihuni, dengan suhu permukaan 450 derajat Celcius serta atmosfer yang didominasi oleh karbon dioksida, sekitar 96 persen atau 90 kali lipat dari Bumi.

Namun, Venus di masa lampau kemungkinan besar memiliki iklim seperti Bumi. Menurut pemodelan iklim baru-baru ini, Venus memiliki suhu permukaan yang mirip dengan Bumi saat ini.

Kemungkinan juga terdapat lautan, hujan, salju, benua, dan lempeng tektonik yang memungkinkan menopang kehidupan.

Ilustrasi Bumi. Shutterstock
Ilustrasi Bumi. Shutterstock

Tetapi kurang dari satu miliar tahun yang lalu, iklim berubah secara drastis karena efek rumah kaca yang tidak terkendali.

Para ilmuwan berspekulasi bahwa periode vulkanisme yang intensif memompa cukup banyak karbon dioksida ke atmosfer, sehingga menyebabkan peristiwa perubahan iklim dan menguapkan lautan serta mengakhiri siklus air.

Bukti perubahan ini telah diteliti sejak awal 1990-an oleh tim ilmuwan di Universitas Carleton. Baru-baru ini, bersama tim dari Universitas Negeri Tomsk dengan memetakan sejarah geologis dan tektonik Venus.

Tim ahli menggunakan data dari pesawat luar angkasa Magellan NASA pada awal tahun 1990-an, yang menggunakan radar untuk menghasilkan gambar detail lebih dari 98 persen permukaan Venus.

Para ilmuwan kemudian menemukan jenis batuan tertua di Venus yang disebut tesserae. Para ahli berpendapat bahwa batuan tertua ini memiliki peluang terbaik untuk mengawetkan bukti erosi air, yang merupakan proses penting sebelum peristiwa perubahan iklim.

baca juga

Dilansir dari IFL Science, Selasa (15/12/2020), tim juga mencoba mengenali lembah sungai kuno di Venus yang menunjukkan aliran lava yang berusia lebih muda, dari dataran vulkanik di sekitarnya dan telah mengisi lembah-lembah di pinggiran tesserae.

Menariknya, para ahli menemukan bahwa pola lembah tesserae ini sangat mirip dengan pola aliran sungai di Bumi, sehingga tim menduga lembah tesserae tersebut dibentuk oleh erosi sungai selama kondisi iklim seperti Bumi.

Perubahan iklim di Venus juga dipicu oleh peristiwa letusan yang melepaskan cukup banyak karbon dioksida sehingga menyebabkan bencana perubahan iklim, bahkan kepunahan massal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Puluhan Rumah di Indramayu Rusak Diguncang Gempa Bumi

Puluhan Rumah di Indramayu Rusak Diguncang Gempa Bumi

Jabar | Jum'at, 11 Desember 2020 | 15:17 WIB

Ilmuwan Australia Ini Temukan Cara Cepat Lacak Virus Corona, Bagaimana?

Ilmuwan Australia Ini Temukan Cara Cepat Lacak Virus Corona, Bagaimana?

Health | Jum'at, 11 Desember 2020 | 13:15 WIB

Sejarah, Silsilah, dan Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno

Sejarah, Silsilah, dan Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno

News | Jum'at, 11 Desember 2020 | 06:17 WIB

Jika Dijual, Ini Harga Planet Bumi Versi Ilmuwan

Jika Dijual, Ini Harga Planet Bumi Versi Ilmuwan

Jawa Tengah | Kamis, 10 Desember 2020 | 10:01 WIB

China Klaim Kembangkan Komputer Kuantum Tercepat di Dunia

China Klaim Kembangkan Komputer Kuantum Tercepat di Dunia

Tekno | Rabu, 09 Desember 2020 | 15:00 WIB

Hore! Ilmuwan Temukan Cara Hasilkan Udara dan Air di Mars

Hore! Ilmuwan Temukan Cara Hasilkan Udara dan Air di Mars

Tekno | Rabu, 09 Desember 2020 | 12:30 WIB

Terkini

AI Bisa Deteksi Anomali Mesin dan Analisis Cara Kerja Karyawan, Ini Solusi NEC Indonesia

AI Bisa Deteksi Anomali Mesin dan Analisis Cara Kerja Karyawan, Ini Solusi NEC Indonesia

Tekno | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Perkawinan Anak di Daerah Tembus 12 Persen, Remaja Perempuan Harus Dilibatkan saat Buat Kebijakan

Perkawinan Anak di Daerah Tembus 12 Persen, Remaja Perempuan Harus Dilibatkan saat Buat Kebijakan

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:04 WIB

Kabut Asap Karhutla Picu Ribuan Kasus ISPA di Palembang

Kabut Asap Karhutla Picu Ribuan Kasus ISPA di Palembang

Foto | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Proyeksi Teknikal IHSG Hari Ini dan Arus Dana Asing

Proyeksi Teknikal IHSG Hari Ini dan Arus Dana Asing

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:55 WIB

80 Saham Dikuasai Banyak Pihak, Ini Daftar Lengkapnya

80 Saham Dikuasai Banyak Pihak, Ini Daftar Lengkapnya

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:55 WIB

Polisi Periksa Lima Saksi Kasus Penganiayaan Satpol PP Saat Penertiban Parkir Liar di Jaksel

Polisi Periksa Lima Saksi Kasus Penganiayaan Satpol PP Saat Penertiban Parkir Liar di Jaksel

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:52 WIB

Kebakaran Hutan Karst Maros-Pangkep Ancam Lukisan Prasejarah Berusia 45.000 Tahun

Kebakaran Hutan Karst Maros-Pangkep Ancam Lukisan Prasejarah Berusia 45.000 Tahun

Sulsel | Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:52 WIB

Ekonomi Digital RI Tembus 99 Miliar Dolar AS, Komdigi Andalkan Bali Tech Week Tarik Investasi

Ekonomi Digital RI Tembus 99 Miliar Dolar AS, Komdigi Andalkan Bali Tech Week Tarik Investasi

Tekno | Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:49 WIB

Asap Karhutla Ganggu Negara Tetangga, Kenapa Indonesia Belum Tetapkan Status Bencana Nasional?

Asap Karhutla Ganggu Negara Tetangga, Kenapa Indonesia Belum Tetapkan Status Bencana Nasional?

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:35 WIB

Bom Perang Dunia Ditemukan di Pinrang

Bom Perang Dunia Ditemukan di Pinrang

Sulsel | Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:28 WIB

×