Ilmuwan Klaim Kepunahan Massal Hewan Terjadi Setiap 27 Juta Tahun Sekali

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Selasa, 15 Desember 2020 | 09:30 WIB
Ilmuwan Klaim Kepunahan Massal Hewan Terjadi Setiap 27 Juta Tahun Sekali
Ilustrasi akhir perhidupan manusia di Bumi. [Shutterstock]

Suara.com - Para ilmuwan Amerika Serikat mengatakan bahwa kepunahan massal hewan darat, termasuk amfibi, reptil, mamalia, dan burung, terjadi setiap 27 juta tahun sekali.

Tim ilmuwan melakukan analisis statistik pada peristiwa kepunahan massal, yang diketahui memusnahkan tetrapoda atau hewan dengan empat kaki.

Para peneliti mendeteksi, frekuensi dasar yang signifikan secara statistik dari kepunahan massal di suatu tempat di wilayah 27,5 juta tahun.

Kepunahan massal ini sejalan dengan dampak asteroid besar dan aliran lava vulkanik yang menghancurkan, yang dikenal sebagai letusan banjir basal.

Ilustrasi dinosaurus. (Shutterstock)
Ilustrasi dinosaurus. (Shutterstock)

Tim ilmuwan mengatakan bahwa kepunahan dapat ditentukan oleh orbit Bumi di Bimasakti, yang memicu hujan komet dengan potensi memusnahkan semua kehidupan di Bumi.

Penemuan terbaru tentang kepunahan massal yang terjadi secara bersamaan dan tiba-tiba di darat dan di lautan serta dari siklus umum 26 hingga 27 juta tahun, memberikan kepercayaan pada gagasan tentang peristiwa bencana global berkala sebagai pemicu kepunahan.

Faktanya, tiga dari pemusnahan massal spesies di darat dan di laut telah diketahui terjadi pada waktu yang sama dengan tiga dampak terbesar dalam 250 juta tahun terakhir, masing-masing mampu menyebabkan bencana global dan mengakibatkan kepunahan.

Menurut Profesor Michael Rampino, penulis penelitian dari Universitas New York, peristiwa kepunahan vertebrata yang terakhir terjadi 7,25 juta tahun lalu, sehingga peristiwa berikutnya bisa terjadi sekitar 20 juta tahun di masa depan.

Dilansir Dailymail, Selasa (15/12/2020), peristiwa kepunahan massal yang paling terkenal terjadi pada 66 juta tahun lalu, ketika 70 persen dari semua spesies di darat dan di laut, termasuk dinosaurus, tiba-tiba punah. Peristiwa tersebut diyakini terjadi karena tumbukan asteroid atau komet besar dengan Bumi.

baca juga

Ahli paleontologi juga mengatakan, tampaknya kepunahan massal kehidupan laut terjadi dalam siklus 26 juta tahun.

Para ahli astrofisika berhipotesis bahwa hujan komet berkala terjadi di tata surya setiap 26 hingga 30 juta tahun, menghasilkan dampak siklus dan mengakibatkan kepunahan massal secara berkala.

Tim ilmuwan melaporkan bahwa delapan dari sepuluh peristiwa kepunahan darat terjadi bersamaan dengan episode kepunahan laut yang diketahui. Delapan kepunahan massal yang terjadi secara bersamaan di darat dan di lautan juga cocok dengan waktu letusan banjir basal.

"Kepunahan massal global tampaknya disebabkan oleh dampak bencana terbesar dan vulkanisme masif, mungkin kadang-kadang terjadi bersamaan," kata Profesor Rampino.

Penelitian telah diterbitkan di jurnal Historical Biology ini, para ilmuwan menyebut bahwa dalam jangka panjang, letusan dapat menyebabkan pemanasan rumah kaca yang mematikan dan lebih banyak asam serta lebih sedikit oksigen di lautan.

Ilustrasi Bimasakti. [Shutterstock]
Ilustrasi Bimasakti. [Shutterstock]

Ahli lain juga telah memperingatkan bahwa peristiwa kepunahan massal paling cepat akan terjadi pada 2100 akibat pemanasan global.

Menurut penelitian 2017 di Science Advances, pada 2100, diprediksi sekitar 310 gigaton karbon akan ditambahkan ke lautan.

Tak hanya itu, diperkirakan beruang kutub akan punah pada tahun 2030-an, pandemi besar lainnya pada tahun 2080-an, dan krisis kemanusiaan global pada awal abad ke-22.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Akhirnya! Ilmuwan Temukan Cara Memprediksi Letusan Gunung Berapi

Akhirnya! Ilmuwan Temukan Cara Memprediksi Letusan Gunung Berapi

Tekno | Senin, 07 Desember 2020 | 08:30 WIB

Hayabusa2 Pembawa Asteroid Sukses Mendarat di Australia

Hayabusa2 Pembawa Asteroid Sukses Mendarat di Australia

Tekno | Senin, 07 Desember 2020 | 06:30 WIB

Gitanjali Rao, Ilmuwan Muda yang Jadi Cover Majalah Time

Gitanjali Rao, Ilmuwan Muda yang Jadi Cover Majalah Time

Tekno | Minggu, 06 Desember 2020 | 19:00 WIB

Ilmuwan Uji Mesin Jet Hipersonik, Diklaim Lakukan Perjalanan dalam 2 Jam

Ilmuwan Uji Mesin Jet Hipersonik, Diklaim Lakukan Perjalanan dalam 2 Jam

Tekno | Jum'at, 04 Desember 2020 | 14:30 WIB

Roket Rusak Hampiri Bumi setelah Separuh Abad Menghilang, Dikira Asteroid

Roket Rusak Hampiri Bumi setelah Separuh Abad Menghilang, Dikira Asteroid

Tekno | Kamis, 03 Desember 2020 | 18:28 WIB

Wow! Ilmuwan Temukan 1 Juta Galaksi Baru

Wow! Ilmuwan Temukan 1 Juta Galaksi Baru

Tekno | Kamis, 03 Desember 2020 | 09:00 WIB

Terkini

Terdampak El Nino, Dua Kelurahan di Jakarta Mulai Kekeringan

Terdampak El Nino, Dua Kelurahan di Jakarta Mulai Kekeringan

News | Rabu, 02 September 2026 | 10:33 WIB

Belajar Memahami Manusia Lewat Buku The Art of Dealing with People

Belajar Memahami Manusia Lewat Buku The Art of Dealing with People

Your Say | Rabu, 02 September 2026 | 10:30 WIB

Serangan AS ke Iran, 4 Warga Tewas saat Acara Pernikahan Berlangsung

Serangan AS ke Iran, 4 Warga Tewas saat Acara Pernikahan Berlangsung

News | Rabu, 02 September 2026 | 10:29 WIB

Harga Murah hingga Minim UPF, Masih Gengsi Makan di Warteg?

Harga Murah hingga Minim UPF, Masih Gengsi Makan di Warteg?

Your Say | Rabu, 02 September 2026 | 10:27 WIB

Angkat Mitos Melegenda Papua, Film Suanggi: Ilmu Kutukan Hadirkan Nuansa Horor Berbeda

Angkat Mitos Melegenda Papua, Film Suanggi: Ilmu Kutukan Hadirkan Nuansa Horor Berbeda

Entertainment | Rabu, 02 September 2026 | 10:22 WIB

12 Bank Bangkrut di Indonesia, Terbaru Izin BPR Syariah Gaido Dicabut

12 Bank Bangkrut di Indonesia, Terbaru Izin BPR Syariah Gaido Dicabut

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 10:21 WIB

A Book of Maps for You, Ketika Sebuah Peta Menjadi Hadiah Perpisahan

A Book of Maps for You, Ketika Sebuah Peta Menjadi Hadiah Perpisahan

Your Say | Rabu, 02 September 2026 | 10:15 WIB

Apakah Freckles di Wajah Bisa Hilang Sendiri atau Butuh Treatment?

Apakah Freckles di Wajah Bisa Hilang Sendiri atau Butuh Treatment?

Lifestyle | Rabu, 02 September 2026 | 10:10 WIB

Kakao Games dan The Grimm Entertainment Kolaborasi Kembangkan Game Webtoon

Kakao Games dan The Grimm Entertainment Kolaborasi Kembangkan Game Webtoon

Your Say | Rabu, 02 September 2026 | 10:06 WIB

Tergiur Cuan Instan di Telegram, Bendahara RW di Malang Serahkan Rp126 Juta Kas Warga ke Penipu

Tergiur Cuan Instan di Telegram, Bendahara RW di Malang Serahkan Rp126 Juta Kas Warga ke Penipu

Malang | Rabu, 02 September 2026 | 10:03 WIB

×