Bumi Kuno Disebut Mirip Venus, Punya Atmosfer Tebal dan Beracun

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami | Suara.com

Rabu, 23 Desember 2020 | 06:30 WIB
Bumi Kuno Disebut Mirip Venus, Punya Atmosfer Tebal dan Beracun
Ilustrasi Bumi dan planet-planet di sekitarnya (Shutterstock).

Suara.com - Bumi diketahui sebagai satu-satunya planet mampu menampung kehidupan. Para ilmuwan selama bertahun-tahun telah memikirkan faktor apa saja yang penting, untuk kehidupan agar membantu mengidentifikasi planet lain yang berpotensi dihuni.

Karena itu, para ahli mencoba memahami seperti apa kondisi di Bumi awal atau kuno lewat penelitian. Mereka menciptakan kembali keseimbangan kimiawi lautan magma, yang menutupi Bumi miliaran tahun lalu.

Eksperimen dilakukan untuk melihat jenis atmosfer yang dihasilkannya.

Para ahli dari Australian National University yang bekerja sama dengan kolega di Prancis dan Amerika Serikat, menemukan bahwa atmosfer pertama Bumi kemungkinan besar adalah karbon dioksida tebal dan nitrogen yang tidak ramah, sama seperti yang dilihat pada atmosfer Venus hari ini.

Tampilan ultraviolet atmosfer di Venus. [The Conversation]
Tampilan ultraviolet atmosfer di Venus. [The Conversation]

Planet berbatu seperti Bumi tercipta melalui proses yang disebut "akresi", di mana awalnya partikel-partikel kecil berkumpul di bawah tarikan gravitasi untuk membentuk benda yang lebih besar.

Tahap akhir akresi melibatkan tumbukan raksasa yang melepaskan energi dalam jumlah besar. Dampaknya akan membuat Bumi tertutup lautan global dari batuan cair yang disebut "lautan magma".

Lautan magma akan membocorkan gas hidrogen, karbon, oksigen, dan nitrogen, untuk membentuk atmosfer pertama Bumi.

Dilansir dari Space.com, Rabu (23/12/2020), para ilmuwan mencari tahu seperti apa atmosfer pertama di Bumi, dengan memahami bagaimana oksigen mengontrol unsur-unsur lain bergabung.

Jika ada sedikit oksigen di sekitarnya, atmosfer akan kaya gas hidrogen, amonia, dan karbon monoksida. Tapi dengan oksigen yang melimpah, maka atmosfer akan terdiri dari campuran gas jauh lebih ramah seperti karbon dioksida, uap air, dan nitrogen molekuler.

Tim ahli harus mempelajari kimia oksigen di lautan magma. Kuncinya adalah menentukan berapa banyak oksigen yang terikat secara kimiawi ke unsur besi.

Jika ada banyak oksigen, itu terikat dengan besi dalam rasio 3:2, tetapi jika oksigen lebih sedikit, maka rasionya menjadi 1:1.

Ketika lautan magma akhirnya mendingin, itu akan menjadi mantel bumi (lapisan batuan di bawah kerak planet). Oleh karena itu, para ilmuwan membuat asumsi bahwa rasio ikatan oksigen-besi di lautan magma akan sama dengan rasio di mantel saat ini.

Para ilmuwan menemukan tampaknya Bumi kuno cukup dingin sehingga uap air mengembun keluar dari atmosfer, membentuk lautan air cair seperti yang dilihat sekarang. Ini akan meninggalkan atmosfer dengan 97 persen karbon dioksida dan 3 persen nitrogen molekuler.

Ilustrasi Astronomi. [Shutterstock]
Ilustrasi Astronomi. [Shutterstock]

Rasio karbon dioksida dan nitrogen molekuler tersebut sangat mirip dengan kandungan atmosfer Venus saat ini. Namun, Bumi berhasil bertahan dan memiliki lingkungan layak huni karena Venus terlalu dekat dengan Matahari.

Pada hari-hari awal Bumi, lautan air perlahan menarik karbon dioksida dari atmosfer melalui reaksi dengan batuan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Filipina Diguncang Gempa Besar hingga Terasa di Sulawesi, Ini Penyebabnya

Filipina Diguncang Gempa Besar hingga Terasa di Sulawesi, Ini Penyebabnya

News | Rabu, 16 Desember 2020 | 09:41 WIB

Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Mindanao Filipina, Terasa hingga Sulut

Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Mindanao Filipina, Terasa hingga Sulut

News | Rabu, 16 Desember 2020 | 07:07 WIB

Heboh Gas Panas Tiba-Tiba Muncul Dari Bongkahan Batu di Pantai Bangkalan

Heboh Gas Panas Tiba-Tiba Muncul Dari Bongkahan Batu di Pantai Bangkalan

Jatim | Selasa, 15 Desember 2020 | 16:16 WIB

Pernah Mirip Bumi, Ini yang Bikin Venus Jadi Tidak Dapat Dihuni

Pernah Mirip Bumi, Ini yang Bikin Venus Jadi Tidak Dapat Dihuni

Tekno | Selasa, 15 Desember 2020 | 13:30 WIB

Target 1 Juta Barel SKK Migas Jadi Awal Kebangkitan Industri Hulu Migas

Target 1 Juta Barel SKK Migas Jadi Awal Kebangkitan Industri Hulu Migas

Bisnis | Senin, 14 Desember 2020 | 09:55 WIB

Yogyakarta Diguncang Gempa Magnitudo 5,4, Masyarakat Diminta Tetap Tenang

Yogyakarta Diguncang Gempa Magnitudo 5,4, Masyarakat Diminta Tetap Tenang

Jogja | Minggu, 13 Desember 2020 | 18:12 WIB

Terkini

RedMagic Gaming Tablet 5 Pro Bocor, Usung Layar OLED 185Hz dan Snapdragon 8 Elite

RedMagic Gaming Tablet 5 Pro Bocor, Usung Layar OLED 185Hz dan Snapdragon 8 Elite

Tekno | Selasa, 14 April 2026 | 16:09 WIB

IGRS Kembali Trending, Spoiler Penting Game James Bond 007 First Light Bocor

IGRS Kembali Trending, Spoiler Penting Game James Bond 007 First Light Bocor

Tekno | Selasa, 14 April 2026 | 15:58 WIB

Oppo F33 Pro 5G Muncul di Google Play Console, Bawa RAM 8GB dan Baterai 7000mAh Jelang Rilis

Oppo F33 Pro 5G Muncul di Google Play Console, Bawa RAM 8GB dan Baterai 7000mAh Jelang Rilis

Tekno | Selasa, 14 April 2026 | 15:50 WIB

5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh

5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh

Tekno | Selasa, 14 April 2026 | 15:25 WIB

Andalkan Data Biometrik untuk Tingkatkan Performa, Garmin Ubah Cara Atlet Hybrid Race

Andalkan Data Biometrik untuk Tingkatkan Performa, Garmin Ubah Cara Atlet Hybrid Race

Tekno | Selasa, 14 April 2026 | 15:22 WIB

Kurangi Ketergantungan Snapdragon, Samsung Tambah Porsi Exynos di Galaxy S27

Kurangi Ketergantungan Snapdragon, Samsung Tambah Porsi Exynos di Galaxy S27

Tekno | Selasa, 14 April 2026 | 15:02 WIB

vivo Y31d Pro Resmi Meluncur di Indonesia, Usung Baterai 7000mAh dan 90W FlashCharge

vivo Y31d Pro Resmi Meluncur di Indonesia, Usung Baterai 7000mAh dan 90W FlashCharge

Tekno | Selasa, 14 April 2026 | 14:44 WIB

Motorola Edge 70 Pro Siap Rilis, Dukung Zoom Optik 3.5X dan Baterai Jumbo

Motorola Edge 70 Pro Siap Rilis, Dukung Zoom Optik 3.5X dan Baterai Jumbo

Tekno | Selasa, 14 April 2026 | 14:41 WIB

Vivo X500 Siap Meluncur September 2026, Bawa Kamera Vlogging Canggih untuk Kreator Konten

Vivo X500 Siap Meluncur September 2026, Bawa Kamera Vlogging Canggih untuk Kreator Konten

Tekno | Selasa, 14 April 2026 | 14:12 WIB

Apa Itu Awan Cumulonimbus? BMKG Ungkap Potensi Cuaca Ekstrem pada 15-21 April 2026

Apa Itu Awan Cumulonimbus? BMKG Ungkap Potensi Cuaca Ekstrem pada 15-21 April 2026

Tekno | Selasa, 14 April 2026 | 14:08 WIB