Aneh! Pasien Asal Brasil Terinfeksi 2 Varian Covid-19 saat Bersamaan

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Rabu, 03 Februari 2021 | 11:30 WIB
Aneh! Pasien Asal Brasil Terinfeksi 2 Varian Covid-19 saat Bersamaan
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

Suara.com - Dua pasien di Brasil positif terinfeksi lebih dari satu jenis virus Corona (Covid-19) saat yang sama, diyakini sebagai infeksi Covid-19 ganda pertama di dunia.

Para peneliti di Universitas Feevale menemukan hal itu setelah memeriksa 90 orang yang terinfeksi di Rio Grande do Sul, Brasil selatan.

Salah satu pasien dinyatakan positif untuk dua strain Brasil yang berkembang secara terpisah di negara bagian yang berbeda, yang dikenal sebagai P.1 dan P.2.

Varian P.1 menimbulkan kekhawatiran global karena tampaknya agak kebal terhadap vaksin.

Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Shvet)
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Shvet)

Pasien lainnya dinyatakan positif P.2 dan strain B.1.91, yang pertama kali muncul di Swedia.

Peneliti utama penelitian ini, Fernando Spilki, mengatakan khawatir koinfeksi akan menghasilkan kombinasi dan varian baru dengan lebih cepat.

Menurut Dr John McCauley, direktur Worldwide Influenza Centre di Francis Crick Institute, mengatakan bahwa seseorang bisa saja terinfeksi oleh dua jenis strain pada waktu yang sama, yang dapat terjadi dengan flu.

Dr McCauley memperingatkan bahwa meski tidak mungkin, secara biologis kedua strain virus dapat mengganggu satu sama lain dan menukar kode genetik.

Ilmuwan senior lainnya curiga adanya kemungkinan peneliti di Brasil telah mencemari sampel mereka selama pengurutan sehingga menyebabkan hasil yang salah.

baca juga

Brasil saat ini tengah dilanda gelombang kedua Covid-19 dengan lebih dari 1.000 kematian sehari dan memiliki jumlah kematian tertinggi kedua di dunia. Setidaknya dua varian virus telah muncul di sana.

Dr Julian Tang, profesor ilmu pernapasan di Universitas Leicester, mengatakan tidak jarang ada dua jenis virus yang menginfeksi orang yang sama.

"Sangat mungkin bagi seorang anak bersekolah, terinfeksi satu varian Covid-19 dan saudaranya yang lain terinfeksi varian Covid-19 berbeda, sehingga kedua anak tersebut membawa virus ke rumah untuk menginfeksi satu sama lain, menyebabkan orang tua mereka terinfeksi dengan kedua varian," kata Dr Tang, seperti dikutip dari Dailymail, Rabu (3/2/2021).

Meski begitu, skenario tersebut diragukan oleh Profesor Lawrence Young, ahli virologi di University of Warwick, yang mengatakan tidak mungkin dua galur Covid-19 dapat menginfeksi sel pada saat yang bersamaan.

"Jika satu virus masuk, itu akan mengambil alih sel dan sulit bagi virus lain untuk masuk," ucap Profesor Young.

Ilustrasi sekolah dibuka di tengah pandemi. (Pixabay)
Ilustrasi sekolah dibuka di tengah pandemi. (Pixabay)

Ia menambahkan bahwa perubahan pada virus itu didorong oleh mutasi acak. Melalui mekanisme tersebut, perubahan pada virus terjadi dan strain baru berkembang.

Sementara itu, tidak ada bukti bahwa varian telah muncul setelah bertukar gen di antara virus yang berbeda.

Namun, Profesor Keith Neal, ahli penyakit menular di Universitas Nottingham, mengatakan jika ada banyak penularan, seseorang dapat memiliki dua virus yang berbeda dalam waktu yang sama.

Tetapi ia memperingatkan ketika ada jenis varian yang dominan seperti strain Kent yang ditemukan di sebagian besar Inggris, orang-orang hanya cenderung tertular varian tersebut.

Covid-19 telah berevolusi menggunakan mutasi selama pandemi, yang dipicu ketika virus membuat kesalahan saat menggandakan dirinya.

Perubahan N501Y, yang membuat virus lebih menular adalah salah satu contohnya. Ini telah terjadi secara terpisah pada varian Kent, Afrika Selatan, dan Brasil.

Varian tersebut memicu kekhawatiran bahwa virus dapat bermutasi untuk menghindari kekebalan yang dipicu oleh vaksin, berdasarkan bentuk asli yang diidentifikasi di Wuhan, China.

Tetapi penelitian menunjukkan vaksin masih cukup untuk membunuh varian mutan. Meski demikian, pengembang vaksin sudah mengerjakan vaksin penguat untuk memastikan jika varian virus dapat menghindari kekebalan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PPKM Tak Efektif, Wagub DKI Buka Peluang Terima Usulan Lockdown Weekend

PPKM Tak Efektif, Wagub DKI Buka Peluang Terima Usulan Lockdown Weekend

News | Selasa, 02 Februari 2021 | 21:54 WIB

Tambah 3.362 Pasien, Jumlah Kasus Corona Jakarta Capai 276.694 Orang

Tambah 3.362 Pasien, Jumlah Kasus Corona Jakarta Capai 276.694 Orang

News | Selasa, 02 Februari 2021 | 21:02 WIB

Vaksin Kurang Efektif pada Varian Baru Virus Corona Afrika Selatan

Vaksin Kurang Efektif pada Varian Baru Virus Corona Afrika Selatan

Health | Selasa, 02 Februari 2021 | 21:06 WIB

Cukup Satu Dosis, Vaksin COVID-19 Baru Buatan China Diklaim Aman

Cukup Satu Dosis, Vaksin COVID-19 Baru Buatan China Diklaim Aman

Health | Selasa, 02 Februari 2021 | 19:32 WIB

Tim WHO Sambangi Rumah Sakit Hewan di Wuhan, Apa yang Ditemukan?

Tim WHO Sambangi Rumah Sakit Hewan di Wuhan, Apa yang Ditemukan?

Health | Selasa, 02 Februari 2021 | 16:32 WIB

Satgas: Beberapa Nakes Tertular Covid-19 karena Pakai Masker Palsu

Satgas: Beberapa Nakes Tertular Covid-19 karena Pakai Masker Palsu

News | Selasa, 02 Februari 2021 | 16:01 WIB

Terkini

Shade Bedak Inez untuk Kulit Putih yang Mana? Ini Panduan Memilihnya

Shade Bedak Inez untuk Kulit Putih yang Mana? Ini Panduan Memilihnya

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:10 WIB

Bahaya Laten Diskon Ongkir: Jangan Korbankan Nasib Perusahaan demi Sekadar Persaingan

Bahaya Laten Diskon Ongkir: Jangan Korbankan Nasib Perusahaan demi Sekadar Persaingan

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:09 WIB

Cekcok Saat Main Domino Berujung Maut di Abdya, Pemuda 24 Tahun Tewas

Cekcok Saat Main Domino Berujung Maut di Abdya, Pemuda 24 Tahun Tewas

Sumut | Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:08 WIB

Kronologis Kopdes Merah Putih Dibangun di Lahan Bekas Masjid di Balaraja

Kronologis Kopdes Merah Putih Dibangun di Lahan Bekas Masjid di Balaraja

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:06 WIB

1.199 Pinjol Ilegal Telah Ditutup hingga September 2026, Ini Modusnya

1.199 Pinjol Ilegal Telah Ditutup hingga September 2026, Ini Modusnya

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:06 WIB

Viral Bangunan Kopdes di Labuhanbatu Terendam Banjir, Dandim Buka Suara

Viral Bangunan Kopdes di Labuhanbatu Terendam Banjir, Dandim Buka Suara

Sumut | Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:02 WIB

Bedak Padat Inez untuk Kulit Sawo Matang Nomor Berapa? Intip Pilihan Shade-nya

Bedak Padat Inez untuk Kulit Sawo Matang Nomor Berapa? Intip Pilihan Shade-nya

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Generasi Muda dan Gagasan Circular Campus, Saat Kampus Mulai Memikirkan Masa Depan Sampah

Generasi Muda dan Gagasan Circular Campus, Saat Kampus Mulai Memikirkan Masa Depan Sampah

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Pernikahan: Antara Komitmen, Tuntutan Ekonomi, dan Perubahan Zaman

Pernikahan: Antara Komitmen, Tuntutan Ekonomi, dan Perubahan Zaman

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Kupu-Kupu Jarang Terlihat, Apa yang Terjadi pada Lingkungan?

Kupu-Kupu Jarang Terlihat, Apa yang Terjadi pada Lingkungan?

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:56 WIB

×