Mirip Pam Swakarsa, Pelibatan Ormas Bubarkan Demo Bisa Picu Konflik Horizontal!

Muhamad Yasir

Selasa, 01 September 2026 | 19:50 WIB
Mirip Pam Swakarsa, Pelibatan Ormas Bubarkan Demo Bisa Picu Konflik Horizontal!
Kendaraan dibakar massa usai menggelar aksi di depan gedung DPR di kawasan Pejompongan, Jakarta, Kamis (27/8/2026). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc]
baca 10 detik
  • Indonesia Police Watch menyoroti dugaan keterlibatan ormas dalam kerusuhan demonstrasi pada 27 Agustus 2026.
  • Insiden kekerasan tersebut mengakibatkan seorang warga sipil bernama Bambang Setiawan meninggal dunia akibat pengeroyokan.
  • IPW mendesak kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus kematian korban tanpa pandang bulu.

Suara.com - Indonesia Police Watch (IPW) menyoroti dugaan pelibatan organisasi masyarakat (ormas) dalam penanganan demonstrasi yang berujung kerusuhan pada 27 Agustus 2026. IPW menilai tindakan tersebut berpotensi menjadi praktik vigilante atau main hakim sendiri.

Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso mengatakan penertiban massa aksi seharusnya menjadi kewenangan aparat penegak hukum, bukan kelompok sipil. Menurutnya, pembiaran kekerasan yang dilakukan warga sipil terhadap warga sipil lainnya merupakan persoalan hukum.

"Kemunculan massa misterius saat demo itu merupakan pengamanan liar untuk membubarkan aksi dan seharusnya diantisipasi oleh pihak kepolisian," kata Teguh kepada wartawan, Selasa, (1/9/2026).

Teguh bahkan menyamakan pola pengerahan massa sipil untuk membubarkan demonstrasi dengan praktik Pam Swakarsa pada masa Orde Baru yang dinilai berpotensi menciptakan konflik horizontal.

Atas kondisi tersebut, Teguh menilai kepolisian gagal menjalankan fungsi utamanya sebagai aparat penegak hukum.

Terlebih, kerusuhan tersebut menyebabkan seorang warga, Bambang Setiawan, meninggal dunia setelah diduga dikeroyok sekelompok massa.

IPW meminta polisi mengusut tuntas kasus kematian Bambang tanpa pandang bulu, termasuk menelusuri pihak-pihak yang terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.

"Sebenarnya polisi adalah penjaga demokrasi dan karena itu polisi harus bisa memastikan bahwa kekerasan oleh kelompok sipil pada masyarakat yang akan menyampaikan aspirasinya pada DPR maupun pemerintah tidak boleh terulang," ujarnya.

Teguh juga mempertanyakan penetapan 49 orang sebagai tersangka dalam rangkaian kerusuhan tersebut. Ia meminta polisi menjelaskan apakah para tersangka itu turut mencakup pihak yang diduga terlibat dalam kematian Bambang.

baca juga

Selain itu, IPW meminta polisi memanggil Ketua Umum GRIB Jaya Hercules untuk dimintai keterangan terkait spekulasi kehadirannya di lokasi kerusuhan.

"Itu harus dijelaskan karena di publik telah santer disebutkan kelompok dari GRIB JAYA membawa kayu dan terlihat melakukan pemukulan pada demo 27 Agustus 2026 hingga 28 Agustus 2026 dini hari," ungkap dia.

Reporter: Alif Bintang

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hercules dan GRIB Jaya Muncul di Tengah Demo Rusuh, Jaga Kondusivitas atau Picu Gesekan?

Hercules dan GRIB Jaya Muncul di Tengah Demo Rusuh, Jaga Kondusivitas atau Picu Gesekan?

News | Selasa, 01 September 2026 | 14:10 WIB

GRIB Jaya Terseret Kematian Warga di Pejompongan, Puan Maharani: Bila Terbukti Ya Harus Tuntas

GRIB Jaya Terseret Kematian Warga di Pejompongan, Puan Maharani: Bila Terbukti Ya Harus Tuntas

News | Selasa, 01 September 2026 | 14:04 WIB

Bisa Picu Konflik Horizontal! Pengerahan Ormas saat Kerusuhan Demo DPR Disorot

Bisa Picu Konflik Horizontal! Pengerahan Ormas saat Kerusuhan Demo DPR Disorot

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 20:36 WIB

Terkini

Belajar Mengelola Uang dari Seekor Anjing dalam A Dog Called Money

Belajar Mengelola Uang dari Seekor Anjing dalam A Dog Called Money

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Bukan Sekadar Ritual, Nyadran Jadi Cara Masyarakat Nyantru Jaga Lingkungan

Bukan Sekadar Ritual, Nyadran Jadi Cara Masyarakat Nyantru Jaga Lingkungan

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:58 WIB

Daya Beli Warga Jogja Turun, Pedagang Terpaksa Pangkas Dagangan

Daya Beli Warga Jogja Turun, Pedagang Terpaksa Pangkas Dagangan

Jogja | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:57 WIB

DPR Minta Kemenhut Jadi Penggerak Utama Penanganan Karhutla: Warga Tidak Bisa Terus Menunggu!

DPR Minta Kemenhut Jadi Penggerak Utama Penanganan Karhutla: Warga Tidak Bisa Terus Menunggu!

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:52 WIB

Ratusan Siswa SMAN 2 Makassar Demo Buntut Dugaan Pelecehan Seksual

Ratusan Siswa SMAN 2 Makassar Demo Buntut Dugaan Pelecehan Seksual

Sulsel | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:51 WIB

IHSG Kebakaran Hari Ini, Anjlok 11,57% ke Level 5.185

IHSG Kebakaran Hari Ini, Anjlok 11,57% ke Level 5.185

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:47 WIB

BRImo Hadirkan Promo Tiket ARTSUBS 2026, Cukup Bayar Rp5.000!

BRImo Hadirkan Promo Tiket ARTSUBS 2026, Cukup Bayar Rp5.000!

Jatim | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:46 WIB

BRImo Hadirkan Promo Tiket ARTSUBS 2026 Rp5.000, Saatnya Jelajahi Seni Kontemporer

BRImo Hadirkan Promo Tiket ARTSUBS 2026 Rp5.000, Saatnya Jelajahi Seni Kontemporer

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Lawan Dehidrasi! 4 Barrier Sunscreen Lokal Buat Kulit Kering Tetap Lembap

Lawan Dehidrasi! 4 Barrier Sunscreen Lokal Buat Kulit Kering Tetap Lembap

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Penantian Panjang Warga Jakarta Berakhir, Masjid Apung Ancol Resmi Berdiri

Penantian Panjang Warga Jakarta Berakhir, Masjid Apung Ancol Resmi Berdiri

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:36 WIB

×