Terungkap, Begini Rahasia Orang Mesir Kuno Membuat Mumi

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Rabu, 03 Maret 2021 | 15:20 WIB
Terungkap, Begini Rahasia Orang Mesir Kuno Membuat Mumi
Ilustrasi mumi. (Pixabay/Meelimello)

Suara.com - Mumifikasi merupakan metode pembalseman untuk mengawetkan jenazah melalui proses tertentu, yang bertujuan mengeringkan segala bentuk cairan di dalam tubuh manusia. Dalam tradisi Mesir kuno, proses mumifikasi adalah bagian dari memuliakan orang yang telah meninggal dunia.

Namun, meskipun manusia dapat belajar banyak tentang mumifikasi dari contoh-contoh praktik kuno, masih ada misteri tentang bagaimana tepatnya orang Mesir mempersiapkan jenazah untuk kehidupan setelah kematian.

Penelitian terbaru, para peneliti akhirnya menemukan cara manual yang asli dari teks kuno tersembunyi yang menjelaskan langkah-langkah penting untuk membalsem dan membuat mumi.

Panduan untuk mumifikasi ditemukan pada sepotong papirus berusia 3.500 tahun yang disebut manuskrip Papirus Louvre-Carlsberg.

Diberi nama seperti itu karena separuhnya, terutama berisi informasi medis, ada di Museum Louvre di Paris dan separuh lainnya adalah bagian dari Koleksi Papirus Carlsberg di University of Copenhagen, Denmark.

Sebelum teks baru ini terungkap, para ahli hanya memiliki dua teks asli tentang mumifikasi. Proses tersebut dianggap sebagai seni sakral di Mesir kuno, dengan hanya beberapa spesialis yang diinstruksikan tentang cara pembalseman dan pengetahuan tersebut, biasanya diteruskan secara lisan dari satu orang ke orang lain.

Mumifikasi. [University of Copenhagen]
Mumifikasi. [University of Copenhagen]

"Teksnya lebih menyerupai catatan untuk membantu ingatan sehingga pemiliknya pasti adalah spesialis yang perlu diingatkan tentang detail ini, seperti resep salep dan penggunaan berbagai jenis perban," kata Sofie Schiodt, ahli Mesir kuno dari University of Copenhagen.

Naskah Papirus Louvre-Carlsberg lebih tua dari dua teks mumifikasi yang ditemukan sebelumnya, sehingga menjadi catatan praktik tertua yang dimiliki saat ini. Manuskrip itu juga mencakup detail yang kurang dalam dua dokumen lainnya.

Schiodt telah menerbitkan rincian tentang teks dalam tesis PhD miliknya dan papirus Louvre lengkap akan diterbitkan tahun depan.

baca juga

Salah satu detail yang dibeberkan dalam dokumen tersebut adalah daftar instruksi untuk membalsem wajah jenazah, yang dilakukan dengan selembar kain linen merah yang dilapisi larutan khusus nabati.

Itu mencakup zat aromatik serta pengikat untuk menyatukan campuran. Sementara kain digunakan untuk menjaga wajah tetap terlindungi dari serangga dan bakteri serta memberikan bau harum.

Proses ini belum didokumentasikan sebelumnya, tetapi terbukti dari beberapa sisa mumi yang telah ditemukan.

Teks tersebut juga menjabarkan jadwal 70 hari penuh untuk pembalseman yang dibagi menjadi dua bagian, yaitu periode pengeringan 35 hari dan periode pembungkus 35 hari, yang dibagi menjadi interval empat hari.

Ilustrasi mumi. (Shutterstock)
Ilustrasi mumi. (Shutterstock)

Perawatan umum untuk tubuh termasuk mengoleskan campuran yang disebut natron, setelah pengangkatan organ dan otak.

"Di antara interval empat hari, jenazah ditutup dengan kain dan dilapisi jerami yang diresapi aromatik untuk mengusir serangga dan pemakan bangkai," jelas Schiodt, seperti dikutip dari Science Alert, Rabu (3/3/2021).

Ini adalah pertama kalinya Koleksi Carlsberg yang berisi setengah dari manuskrip telah dianalisis dan diterjemahkan. Itu juga menambah informasi yang sudah ditafsirkan dari Museum Louvre, mencakup wawasan tentang jamu dan pembengkakan kulit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ditemukan, Lembar Papirus 4 M Berisi Bimbingan Hidup Abadi Mesir Kuno

Ditemukan, Lembar Papirus 4 M Berisi Bimbingan Hidup Abadi Mesir Kuno

Banten | Kamis, 21 Januari 2021 | 17:44 WIB

Buku "Panduan" Melewati Akhirat  Ditemukan di Makam Mesir Kuno

Buku "Panduan" Melewati Akhirat Ditemukan di Makam Mesir Kuno

Kaltim | Kamis, 21 Januari 2021 | 17:33 WIB

Ilmuwan Temukan Manuskrip "Book of the Dead" di Makam Mesir Kuno

Ilmuwan Temukan Manuskrip "Book of the Dead" di Makam Mesir Kuno

Tekno | Kamis, 21 Januari 2021 | 17:20 WIB

Terkubur Es Selama 57.000 Tahun, Ilmuwan Temukan Mumi Anak Serigala

Terkubur Es Selama 57.000 Tahun, Ilmuwan Temukan Mumi Anak Serigala

Tekno | Kamis, 24 Desember 2020 | 09:26 WIB

Mumi Anak Serigala Purba yang Hidup 56 Ribu Tahun Lalu Ditemukan

Mumi Anak Serigala Purba yang Hidup 56 Ribu Tahun Lalu Ditemukan

News | Rabu, 23 Desember 2020 | 16:14 WIB

Temukan Mumi Babon, Ilmuwan Ungkap Lokasi Tanah Punt

Temukan Mumi Babon, Ilmuwan Ungkap Lokasi Tanah Punt

Tekno | Senin, 21 Desember 2020 | 16:27 WIB

Terkini

Kabut Asap Malaysia Makin Parah, Indonesia Bakal 'Dikeroyok' di Pertemuan Menlu Se-ASEAN

Kabut Asap Malaysia Makin Parah, Indonesia Bakal 'Dikeroyok' di Pertemuan Menlu Se-ASEAN

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Pantau Api, Website Berbasis AI Buatan Dosen MDP Palembang untuk Prediksi Kabut Asap Sumsel

Pantau Api, Website Berbasis AI Buatan Dosen MDP Palembang untuk Prediksi Kabut Asap Sumsel

Sumsel | Selasa, 13 Oktober 2026 | 19:02 WIB

House of Hummingbird: Tentang Tumbuh di Dunia yang Tak Selalu Memberi Ruang

House of Hummingbird: Tentang Tumbuh di Dunia yang Tak Selalu Memberi Ruang

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Pemadaman Listrik Massal Akibat Produsen Batu Bara Enggan Pasok PLN

Pemadaman Listrik Massal Akibat Produsen Batu Bara Enggan Pasok PLN

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:55 WIB

Kebakaran 150 Rumah di Penjaringan Tewaskan Wanita 40 Tahun dan Bocah 6 Tahun

Kebakaran 150 Rumah di Penjaringan Tewaskan Wanita 40 Tahun dan Bocah 6 Tahun

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:53 WIB

Bukan Ayam Goreng Biasa, Wingstop Hadirkan Twizty Buzz dengan Sensasi Rasa Berbeda di Tiap Gigitan

Bukan Ayam Goreng Biasa, Wingstop Hadirkan Twizty Buzz dengan Sensasi Rasa Berbeda di Tiap Gigitan

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:51 WIB

Mahakarya Singhasari Dipamerkan di Galeri Prajnaparamita Museum Nasional

Mahakarya Singhasari Dipamerkan di Galeri Prajnaparamita Museum Nasional

Foto | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:47 WIB

Hampir Gabung ke Persija, Radja Nainggolan: Ternyata Tim Polisi yang Butuh Saya

Hampir Gabung ke Persija, Radja Nainggolan: Ternyata Tim Polisi yang Butuh Saya

Bola | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:44 WIB

Sumur Rusak Sebulan Lebih, Warga Bantargebang Terpaksa Beli Air hingga 10 Galon Sehari

Sumur Rusak Sebulan Lebih, Warga Bantargebang Terpaksa Beli Air hingga 10 Galon Sehari

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:43 WIB

Paca Goya, Tradisi Adat Masyarakat Kalaodi untuk Jaga Kelestarian Hutan

Paca Goya, Tradisi Adat Masyarakat Kalaodi untuk Jaga Kelestarian Hutan

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:40 WIB

×