Peta Baru Ini Ungkap Lokasi Hewan Tak Dikenal Hidup di Bumi

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Rabu, 24 Maret 2021 | 15:12 WIB
Peta Baru Ini Ungkap Lokasi Hewan Tak Dikenal Hidup di Bumi
Ilustrasi arkeologi tengah diuji di lab [Envato Elements/microgen].

Suara.com - Peta biasanya dibuat untuk tujuan memetakan lanskap yang diketahui. Baru-baru ini, para ahli membuat peta yang mencakup semua lokasi di Bumi, di mana hewan yang belum ditemukan kemungkinan besar hidup saat ini.

Dengan latar belakang krisis keanekaragaman hayati, kartografi spekulatif seperti itu memberikan kesempatan untuk mendokumentasikan, mengklasifikasikan, dan mungkin menyelamatkan hewan sebelum punah.

"Perkiraan konservatif menunjukkan hanya 13 hingga 18 persen dari semua spesies hidup yang mungkin diketahui pada saat ini, meskipun jumlah ini bisa serendah 1,5 persen," kata tim ilmuwan dari Yale University, dikutip dari Science Alert, Rabu (24/3/2021).

Untuk mengatasi kekurangan keanekaragaman hayati, ahli ekologi Mario Moura dan Walter Jetz, membuat model ekstrapolasi di mana spesies vertebrata darat yang tidak diketahui kemungkinan besar hidup saat ini.

Peta tersebut dibuat berdasarkan faktor biologis, lingkungan, dan sosiologis yang terkait dengan lebih dari 32.000 vertebrata darat yang sudah diketahui oleh ahli biologi.

Menurut model peneliti, amfibi dan reptil mungkin adalah hewan tak dikenal yang paling melimpah saat ini di antara vertebrata darat.

Peta lokasi hewan tak dikenal yang hidup di Bumi. [Yale.edu]
Peta lokasi hewan tak dikenal yang hidup di Bumi. [Yale.edu]

Negara-negara seperti Brasil, Indonesia, Madagaskar, dan Kolombia diperkirakan memiliki spesies vertebrata terbanyak yang belum ditemukan, berpotensi mewakili seperempat dari semua penemuan di masa depan.

Penemuan hewan-hewan ini dapat terjadi di masa depan jika para ahli mempercepat pencarian.

Hal ini tidak hanya berlaku bagi vertebrata, tetapi juga untuk tumbuhan, spesies laut, dan invertebrata, yang ada di daftar peneliti berikutnya.

baca juga

Dalam penelitian yang dilaporkan di Nature Ecology & Evolution, banyak peneliti mengatakan, kepunahan massal ke-6 sudah menimpa manusia dan jika pendekatan tidak dilakukan, maka hewan-hewan dan tumbuhan itu akan punah sebelum para ahli menemukannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wabah Ebola Merebak Lagi di Guinea, Ini Alasannya Menurut Ilmuwan

Wabah Ebola Merebak Lagi di Guinea, Ini Alasannya Menurut Ilmuwan

Health | Rabu, 17 Maret 2021 | 22:55 WIB

Dukung Inovasi Dalam Negeri, Ilmuwan Minta Perangai Ilmiah Diperkuat

Dukung Inovasi Dalam Negeri, Ilmuwan Minta Perangai Ilmiah Diperkuat

Lifestyle | Rabu, 17 Maret 2021 | 01:05 WIB

Terungkap Misteri Pembantaian Massal 6.200 Tahun Lalu di Kroasia

Terungkap Misteri Pembantaian Massal 6.200 Tahun Lalu di Kroasia

Tekno | Selasa, 16 Maret 2021 | 15:30 WIB

Batu Mars dalam Misi Perseverance Pakai Bahasa Navajo

Batu Mars dalam Misi Perseverance Pakai Bahasa Navajo

Tekno | Selasa, 16 Maret 2021 | 09:30 WIB

Takut Spesies Bumi Punah, Ilmuwan Berencana Bangun Bank Benih di Bulan

Takut Spesies Bumi Punah, Ilmuwan Berencana Bangun Bank Benih di Bulan

Tekno | Jum'at, 12 Maret 2021 | 15:00 WIB

Animal X Dikhawatirkan Sembunyikan Virus Mematikan dan Picu Pandemi Baru

Animal X Dikhawatirkan Sembunyikan Virus Mematikan dan Picu Pandemi Baru

Tekno | Jum'at, 12 Maret 2021 | 08:30 WIB

Terkini

Camat Diminta Kerja Super Keras dan kolaboratif, Ini Pesan Kemendagri

Camat Diminta Kerja Super Keras dan kolaboratif, Ini Pesan Kemendagri

Jabar | Jum'at, 06 November 2026 | 23:30 WIB

Lolos Semifinal Porprov XV Jabar, Tim Basket Putri Kabupaten Bogor Siap Tantang Juara Bertahan

Lolos Semifinal Porprov XV Jabar, Tim Basket Putri Kabupaten Bogor Siap Tantang Juara Bertahan

Jabar | Jum'at, 06 November 2026 | 23:23 WIB

Dukung Swasembada Pangan, Tim Patriot UB Bangun Rumah Bibit Tangguh Iklim di Sorong

Dukung Swasembada Pangan, Tim Patriot UB Bangun Rumah Bibit Tangguh Iklim di Sorong

News | Jum'at, 06 November 2026 | 23:18 WIB

Profil PT Andalan Artha Primanusa Tbk (ANDA), Kontraktor Tambang Incar IPO Rp316 Miliar

Profil PT Andalan Artha Primanusa Tbk (ANDA), Kontraktor Tambang Incar IPO Rp316 Miliar

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 23:09 WIB

Komplotan Begal Bersajam yang Rampok Motor Wanita di Deli Serdang Ditangkap

Komplotan Begal Bersajam yang Rampok Motor Wanita di Deli Serdang Ditangkap

Sumut | Jum'at, 06 November 2026 | 23:06 WIB

Perempuan Sulawesi Bersuara Desak Moratorium Izin Tambang dan Perlindungan Hutan Hujan

Perempuan Sulawesi Bersuara Desak Moratorium Izin Tambang dan Perlindungan Hutan Hujan

Sulsel | Jum'at, 06 November 2026 | 22:59 WIB

Sebelum Memilih Asuransi Kendaraan, Perhatikan 3 Hal Ini agar Tak Repot Saat Klaim

Sebelum Memilih Asuransi Kendaraan, Perhatikan 3 Hal Ini agar Tak Repot Saat Klaim

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 22:50 WIB

Erdin Werdrayana Gugup Lakoni Intimate Scene Bareng Alexandra Gottardo di Series Asmara Penuh Dendam

Erdin Werdrayana Gugup Lakoni Intimate Scene Bareng Alexandra Gottardo di Series Asmara Penuh Dendam

Entertainment | Jum'at, 06 November 2026 | 22:49 WIB

Ketua Fraksi MPR PAN: Gibran Seharusnya Mundur atau Diberhentikan!

Ketua Fraksi MPR PAN: Gibran Seharusnya Mundur atau Diberhentikan!

News | Jum'at, 06 November 2026 | 22:49 WIB

Singapura Ancam Perusahaan Penyebab Kabut Asap dengan Denda Rp250 Miliar

Singapura Ancam Perusahaan Penyebab Kabut Asap dengan Denda Rp250 Miliar

News | Jum'at, 06 November 2026 | 22:00 WIB

×