Wabah Ebola Merebak Lagi di Guinea, Ini Alasannya Menurut Ilmuwan

M. Reza Sulaiman, Lilis Varwati

Rabu, 17 Maret 2021 | 22:55 WIB
Wabah Ebola Merebak Lagi di Guinea, Ini Alasannya Menurut Ilmuwan
Ilustrasi Ebola. (Shutterstock)

Suara.com - Ilmuwan memperkirakan bahwa virus ebola selama ini masih terperangkap di dalam tubuh seseorang di Afrika Selatan yang selamat dari infeksi ebola.

Orang tersebut dikabarkan terinfeksi virus ebola ketika wabah besar terjadi di Afrika Selatan pada 2014-2016.

Analisis terbaru para ilmuwan memperkirakan bahwa virus itu tersimpan selama lima tahun hingga akhirnya sekarang menular dan memicu wabah ebola di Guinea.

Pada laporan di Live Science sebelumnya, ilmuwan juga telah menyatakan bahwa virus Ebola dapat bersembunyi di tubuh orang yang selamat dari infeksi, terutama bagian tubuh yang sistem kekebalannya kurang aktif seperti bola mata atau testis.

Artinya, seseorang dapat menularkan virus untuk beberapa waktu setelah sembuh dari infeksi ebola. Menurut STAT News, orang terlama yang diketahui menularkan virus Ebola adalah 500 hari pasca sembuh.

Tetapi analisis baru menunjukkan bahwa virus Ebola tidak hanya dapat bersembunyi lebih lama dari itu, tetapi mungkin juga memiliki kemampuan untuk memicu wabah baru. Untuk menganalisis wabah Ebola di Guinea, yang telah menginfeksi 18 orang dan menewaskan sembilan orang, Kementerian Kesehatan setempat mengirim tiga sampel varian ke laboratorium Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Institut Pasteur de Dakar, Senegal.

Di sana, para peneliti mengurutkan sampel untuk mencari tahu gen yang tepat dalam pembentukan genomnya. Kemudian para ahli juga membandingkannya dengan varian virus Ebola sebelumnya. Mereka menemukan bahwa varian saat ini sangat mirip dengan varian Makona yang menyebabkan wabah ebola di Afrika Barat pada 2014 hingga 2016. Ketika itu tercatat lebih dari 11.000 orang meninggal di Guinea, Liberia, dan Sierra Leone.

"Varian baru hanya memiliki sekitar selusin perbedaan genetik, yang jauh lebih sedikit dari yang diharapkan selama penularan berkelanjutan dari manusia ke manusia," tulis para peneliti dalam analisis yang dipublikasikan di forum diskusi virological.org.

Para ilmuwan memperkirakan, jika virus itu tidak diketahui telah menyebar dari orang ke orang sejak wabah di Afrika Barat, maka kemungkinan besar akan mengembangkan lebih dari 100 mutasi berbeda dalam lima tahun terakhir. Sebaliknya, kemungkinan virus juga bertahan di tubuh seseorang yang terinfeksi ketika wabah sebelumnya dan menular ke orang lain, seperti melalui aktivitas seksual, kemudian memicu wabah saat ini.

baca juga

Penularan seperti itu biasanya terjadi ketika seorang pria yang selamat menginfeksi seorang wanita melalui kontak seksual, menurut STAT. Tetapi dalam kasus wabah ebola tang terjadi di Guinea sekarang belum diketahui awal mula terjadinya infeksi pertama.

"Diperlukan lebih banyak penelitian untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi," menurut Science Magazine dikutip dari FoxNews.

Kasus infeksi ebola pertama saat ini di Guinea terjadi pada seorang perawat yang terinfeksi dan meninggal pada Januari 2021. Kemungkinan perawat tersebut terinfeksi setelah merawat ibunya yang sakit, menurut STAT News. Beberapa orang juga dikabarkan terinfeksi setelah menghadiri pemakaman perawat tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal Perjalanan Ibnu Sina, Sang Ilmuwan Bidang Kedokteran dan Filsafat

Mengenal Perjalanan Ibnu Sina, Sang Ilmuwan Bidang Kedokteran dan Filsafat

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Israel Laporkan Kasus Suspek Ebola Kedua, Pasien Baru Pulang dari Kongo

Israel Laporkan Kasus Suspek Ebola Kedua, Pasien Baru Pulang dari Kongo

News | Senin, 22 Juni 2026 | 10:01 WIB

Ancaman Penyakit Menular di Piala Dunia 2026: Dari Campak hingga Ebola

Ancaman Penyakit Menular di Piala Dunia 2026: Dari Campak hingga Ebola

Bola | Selasa, 16 Juni 2026 | 13:28 WIB

Timnas Kongo Tersandung Jelang Piala Dunia 2026, Laga Uji Coba Dibatalkan Gegara Ebola

Timnas Kongo Tersandung Jelang Piala Dunia 2026, Laga Uji Coba Dibatalkan Gegara Ebola

Bola | Rabu, 03 Juni 2026 | 07:30 WIB

Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19

Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:23 WIB

Amerika Larang Warganya yang Terjangkit Ebola Pulang, Dibiarkan di Kenya Karena Takut Menyebar

Amerika Larang Warganya yang Terjangkit Ebola Pulang, Dibiarkan di Kenya Karena Takut Menyebar

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:05 WIB

Ebola Makin Gila! Uganda Blokade Perbatasan Kongo, Abaikan WHO

Ebola Makin Gila! Uganda Blokade Perbatasan Kongo, Abaikan WHO

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 07:04 WIB

Tiket Piala Dunia 2026 Milik Warga Kongo Hangus karena Wabah Ebola, Federasi Minta Balikin Duit

Tiket Piala Dunia 2026 Milik Warga Kongo Hangus karena Wabah Ebola, Federasi Minta Balikin Duit

Bola | Rabu, 27 Mei 2026 | 14:23 WIB

Alarm Bahaya Wabah Ebola, IPMG Percepat Transfer Riset Farmasi di Indonesia

Alarm Bahaya Wabah Ebola, IPMG Percepat Transfer Riset Farmasi di Indonesia

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:10 WIB

Tragedi Ebola Kongo: Disangka Virus Hoaks Hingga Kehilangan Seluruh Keluarga

Tragedi Ebola Kongo: Disangka Virus Hoaks Hingga Kehilangan Seluruh Keluarga

News | Senin, 25 Mei 2026 | 13:12 WIB

Terkini

Dijemput Keluarga dan LBH, 34 Orang Pascademo Ricuh di Malioboro Resmi Dipulangkan

Dijemput Keluarga dan LBH, 34 Orang Pascademo Ricuh di Malioboro Resmi Dipulangkan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 06:04 WIB

Pasar Bergejolak, Perusahaan Asuransi Putar Otak Buat Produk Perlindungan dan Investasi

Pasar Bergejolak, Perusahaan Asuransi Putar Otak Buat Produk Perlindungan dan Investasi

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 05:57 WIB

QRIS BRI Permudah Transaksi UMKM, Pemilik Depot Yamie di Kutoarjo Ini Rasakan Manfaatnya

QRIS BRI Permudah Transaksi UMKM, Pemilik Depot Yamie di Kutoarjo Ini Rasakan Manfaatnya

Bri | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 05:17 WIB

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

×