Bukan di Mesir, Arkeolog Temukan Mumi Burung Beo di Amerika

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Rabu, 31 Maret 2021 | 09:30 WIB
Bukan di Mesir, Arkeolog Temukan Mumi Burung Beo di Amerika
Burung beo. (Shutterstock)

Suara.com - Orang Mesir kuno terkenal dengan membuat mumi kucing, anjing, dan hewan lainnya. Namun, para arkeolog telah menemukan mumi burung beo di Gurun Atacama, Amerika Selatan.

Penemuan ini mengungkapkan jalur perdagangan burung beo dan makaw antara tahun 1100 dan 1450 M.

"Burung dihargai di seluruh Amerika dan kami melihatnya dalam penguburan berstatus tinggi. Kami tidak tahu bagaimana burung itu sampai di sana, rute yang mereka ambil atau jaringan perdagangannya," kata José M. Capriles, asisten profesor antropologi di Penn State.

Burung beo dan macaw bukan hewan asli Atacama, yang berada di Chili utara dan merupakan gurun terkering di dunia.

Namun, para arkeolog telah menemukan bukti mumi burung beo dan burung yang diawetkan dalam kotak kulit atau bahan pelindung lainnya di dalam situs penguburan.

"Fakta bahwa burung hidup berhasil melintasi Andes yang tingginya lebih dari 10.000 kaki sungguh menakjubkan. Mereka harus diangkut melintasi stepa yang besar, cuaca dingin, dan medan yang sulit ke Atacama," tambah Capriles.

Mumi burung beo. [Proceedings of the National Academy of Sciences]
Mumi burung beo. [Proceedings of the National Academy of Sciences]

Saat menjadi mahasiswa pascadoktoral di Chili, Capriles pernah menyelidiki perdagangan dan pengangkutan barang seperti koka, cangkang, logam, bulu, dan hewan di sekitar Bolivia, Peru, dan Chili.

Capriles mengatakan bahwa profesor antropologi di Universidad de Tarapacá, Calogero Santoro, menyarankan ia dan ibunya yang seorang ahli burung Bolivia di Museo Nacional de Historia Natural untuk berkunjung ke situs dan mempelajarinya.

Sebagian besar sisa-sisa burung yang ditemukan para peneliti berasal dari antara 1000 dan 1460 M, dimulai pada akhir kerajaan Tiwanaku dan tepat sebelum Inca datang melalui daerah tersebut.

baca juga

Menurut Capriles, itu adalah waktu peperangan, tetapi juga waktu yang tepat untuk berdagang menggunakan karavan yang sering berpindah-pindah.

Para peneliti kini telah mempelajari 27 sisa-sisa dari makaw merah dan burung beo Amazon yang ditemukan di Atacama.

Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan di Prosiding National Academy of Sciences pada 29 Maret 2021.

Dengan menggunakan rekonstruksi makanan isotop, penanggalan radiokarbon, dan pengujian DNA purba, penelitian ini menghasilkan katalog makaw merah dan setidaknya lima spesies burung beo lainnya.

Tim memetakan kisaran habitat alami yang berbeda dari makaw merah tua, makaw biru dan kuning, serta berbagai burung beo untuk mencoba menentukan bagaimana burung-burung itu melakukan perjalanan ke Atacama.

Para peneliti juga menemukan bahwa burung-burung itu makan makanan yang sama dengan para petani pemiliknya.

"Beberapa dari burung ini tidak hidup bahagia. Mereka dipelihara untuk menghasilkan bulu dan bulu mereka dicabut segera setelah tumbuh," jelas Capriles, dikutip dari Scitechdaily, Rabu (31/3/2021).

Lokasi asal burung beo. [Proceedings of the National Academy of Sciences]
Lokasi asal burung beo. [Proceedings of the National Academy of Sciences]

Tak hanya itu, banyak mumi burung beo juga ditemukan dengan mulut terbuka lebar dan lidah mereka menjulur keluar.

Beberapa juga memiliki sayap yang terbentang lebar seolah dalam posisi terbang.

Tim ahli tidak mengetahui alasan mengapa burung beo tersebut dimumikan seperti itu.

Isi perut burung beo tersebut juga dikeluarkan untuk membantu pengawetan mumi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkubur Es Selama 57.000 Tahun, Ilmuwan Temukan Mumi Anak Serigala

Terkubur Es Selama 57.000 Tahun, Ilmuwan Temukan Mumi Anak Serigala

Tekno | Kamis, 24 Desember 2020 | 09:26 WIB

Mumi Anak Serigala Purba yang Hidup 56 Ribu Tahun Lalu Ditemukan

Mumi Anak Serigala Purba yang Hidup 56 Ribu Tahun Lalu Ditemukan

News | Rabu, 23 Desember 2020 | 16:14 WIB

Temukan Mumi Babon, Ilmuwan Ungkap Lokasi Tanah Punt

Temukan Mumi Babon, Ilmuwan Ungkap Lokasi Tanah Punt

Tekno | Senin, 21 Desember 2020 | 16:27 WIB

Beredar Kabar Mumi Biksu Berusia 200 Tahun dan Masih Hidup, Ini Faktanya!

Beredar Kabar Mumi Biksu Berusia 200 Tahun dan Masih Hidup, Ini Faktanya!

Kaltim | Sabtu, 21 November 2020 | 20:50 WIB

Ilmuwan Intip Organ Dalam dan Otak Mumi Berusia 400 Tahun

Ilmuwan Intip Organ Dalam dan Otak Mumi Berusia 400 Tahun

Jogja | Jum'at, 13 November 2020 | 12:30 WIB

Berusia 400 Tahun, Ilmuwan Intip Bagian Organ Dalam dan Otak Mumi

Berusia 400 Tahun, Ilmuwan Intip Bagian Organ Dalam dan Otak Mumi

Tekno | Jum'at, 13 November 2020 | 06:05 WIB

Terkini

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Video | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:00 WIB

×