Sering Tertabrak Mobil, Spesies Monyet Ini Terancam Punah

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Senin, 12 April 2021 | 15:30 WIB
Sering Tertabrak Mobil, Spesies Monyet Ini Terancam Punah
Kolobus Zanzibar merah. [WCS]

Suara.com - Spesies monyet terancam punah di Zanzibar, Tanzania, sering terbunuh oleh mobil saat mencoba menyebrang jalan di sebuah taman nasional, membuat jumlah primata kecil itu semakin berkurang.

Kolobus Zanzibar merah (Piliocolobus kirkii) adalah primata kecil dengan bulu berwarna putih, bagian punggung berwarna merah, dan bagian wajah hitam.

Jenis monyet tersebut saat ini terdaftar sebagai spesies yang terancam punah, dengan kurang dari 6.000 individu dewasa yang tersisa di alam liar.

Menurut Daftar Merah spesies terancam punah dari International Union for Conservation of Nature (IUCN), spesies ini endemik Unguja, pulau terbesar di Kepulauan Zanzibar, dan sebagian besar individu sekarang tinggal di Taman Nasional Teluk Jozani-Chwaka.

Namun, menurut studi baru yang dipublikasikan di jurnal Oryx pada 16 Maret, meski merupakan spesies yang dilindungi dalam kawasan, primata kecil ini masih terancam oleh manusia.

Kolobus merah sering ditabrak mobil saat hewan itu menyeberang jalan utama melalui taman.

Kolobus Zanzibar merah. [IUCN]
Kolobus Zanzibar merah. [IUCN]

Sebagai upaya pencegahan, sekelompok ilmuwan dari Bangor University, Wildlife Conservation Society (WCS), dan taman nasional di Zanzibar memasang empat polisi tidur di sepanjang jalan.

"Sebelum polisi tidur dipasang, seekor kolobus dilaporkan mati setiap dua hingga tiga minggu, yang mengakibatkan kemungkinan kematian tahunan sekitar 12 persen hingga 17 persen," kata Harry Olgun, penulis utama studi di Bangor University, dikutip dari Live Science, Senin (12/4/2021).

Sejak para ahli memasang polisi tidur, tingkat tabrakan antara mobil dan kolobus merah telah berkurang setengahnya.

baca juga

"Data terbaru menunjukkan bahwa polisi tidur telah membuat perbedaan besar bagi keamanan kolobus," tambah Olgun.

Namun, menurut Alexander Georgiev, ahli primata di Bangor University mengatakan, tabrakan dengan mobil masih tetap menjadi risiko besar bagi primata tersebut karena mobil tidak "selektif" pada hewan yang dibunuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kawanan Monyet Ekor Panjang Serang Warga, Bocah 3 Tahun Jadi Korban

Kawanan Monyet Ekor Panjang Serang Warga, Bocah 3 Tahun Jadi Korban

Batam | Kamis, 18 Februari 2021 | 09:03 WIB

Masuk Rumah Curi Makanan, Kawanan Monyet Resahkan Warga Pekanbaru

Masuk Rumah Curi Makanan, Kawanan Monyet Resahkan Warga Pekanbaru

Riau | Rabu, 17 Februari 2021 | 17:35 WIB

Tragis, Bayi Terjatuh dari Atap Usai Diculik Kawanan Monyet

Tragis, Bayi Terjatuh dari Atap Usai Diculik Kawanan Monyet

Lampung | Selasa, 16 Februari 2021 | 19:47 WIB

Sadis! Bayi Dilempar dari Atap Rumah Hingga Tewas, Pelakunya Monyet

Sadis! Bayi Dilempar dari Atap Rumah Hingga Tewas, Pelakunya Monyet

Bogor | Selasa, 16 Februari 2021 | 09:53 WIB

Direkam buat YouTube Abang Satwa, Rian Aniaya 3 Ekor Monyet Pakai Petasan

Direkam buat YouTube Abang Satwa, Rian Aniaya 3 Ekor Monyet Pakai Petasan

News | Senin, 01 Februari 2021 | 18:06 WIB

Tak Hanya Gigit Bocah, Monyet Liar di Puspitek Tangsel Acak-acak Dapur

Tak Hanya Gigit Bocah, Monyet Liar di Puspitek Tangsel Acak-acak Dapur

Jakarta | Kamis, 28 Januari 2021 | 16:33 WIB

Terkini

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Jabar | Selasa, 08 September 2026 | 23:51 WIB

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

News | Selasa, 08 September 2026 | 23:30 WIB

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Banten | Selasa, 08 September 2026 | 23:23 WIB

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Bali | Selasa, 08 September 2026 | 23:12 WIB

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Surakarta | Selasa, 08 September 2026 | 23:07 WIB

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Jatim | Selasa, 08 September 2026 | 22:54 WIB

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 22:26 WIB

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 22:24 WIB

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Tekno | Selasa, 08 September 2026 | 22:20 WIB

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

News | Selasa, 08 September 2026 | 22:15 WIB

×