alexametrics

BMKG dan Kemkominfo Investigasi soal Peringatan SMS Tsunami Palsu

Liberty Jemadu | Dicky Prastya
BMKG dan Kemkominfo Investigasi soal Peringatan SMS Tsunami Palsu
Kepala BMKG Dwi Korita Karnawati dalam konfrensi pers virtual terkait gempabumi di Nias Barat, Sumatera Utara, Jumat (14/5/2021). [Bidik layar]

BMKG bersama Kementerian Kominfo sedang melakukan penelusuran dan investigasi lebih mendalam terhadap penyebab pengiriman SMS tsunami palsu tersebut.

Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengaku sedang melakukan investigasi terkait penyebab kesalahan sistem  yang menyebarkan SMS tsunami palsu pada sekitar pukul 10.36 WIB hari ini.

"Saat ini BMKG bersama Kementerian Kominfo sedang melakukan penelusuran dan investigasi lebih mendalam terhadap penyebab kesalahan sistem SMS hingga tersebar informasi gempa berpotensi tsunami," kata BMKG dalam siaran pers, Kamis (27/5/2021).

Selain itu, BMKG menyatakan bahwa informasi tersebut tidak benar. Sebab, telah terjadi kesalahan pada sistem pengiriman informasi gempabumi dan peringatan dini tsunami yang tersebar melalui kanal SMS.

"Informasi yang tersebar tersebut juga bukan merupakan prediksi gempa yang akan terjadi dalam waktu dekat. Sebab hingga saat ini belum ada satu pun teknologi di dunia yang mampu memprediksi dengan tepat dan akurat kapan, di mana, dan berapa besar kekuatan gempa akan terjadi," tambah BMKG.

Baca Juga: BMKG Jadi Trending Topik, Warganet Heboh SMS Peringatan Gempa Berpotensi Tsunami

Lebih lanjut, masyarakat tetap diimbau agar tetap tenang karena hasil monitoring BMKG saat ini tidak terjadi gempa berkekuatan M8,5 di wilayah Indonesia. Sehingga secara institusi BMKG tidak mengeluarkan Peringatan Dini Tsunami.

"Masyarakat agar tetap mengupdate informasi BMKG melalui saluran resmi seperti website, saluran komunikasi infobmkg berbasis media sosial, Call Center 196, maupun kantor BMKG terdekat," jelas BMKG.

Sebelumnya diwartakan bahwa SMS atas nama BMKG telah dikirim ke sejumlah besar orang pada Kamis (27/5/2021). Isi SMS itu mengatakan bahwa telah terjadi gempa bermagnitudo 8.5 yang berpotensi memicu tsunami di NTT, NTB, Bali, dan Jawa. Belakangan BMKG mengatakan tidak pernah mengirim SMS tersebut.

Komentar