Aktivisme Berbasis Karya Seni Digital Sangat Ampuh di Tengah Pandemi

Liberty Jemadu | Suara.com

Senin, 23 Agustus 2021 | 21:34 WIB
Aktivisme Berbasis Karya Seni Digital Sangat Ampuh di Tengah Pandemi
Mural berwajah mirip Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertuliskan '404:Not Found' berada di bawah jembatan layang Jalan Pembangunan 1, Kelurahan Batujaya, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang. [Ist]

Suara.com - Kandi Aryani Suwito, dosen departemen Komunikasi Universitas Airlangga yang sedang menempuh studi doktoral di King's College London Inggris mengatakan demonstrasi politik di tengah pandemi sebaiknya diboyong ke ranah digital. Sudah terbukti ampuh di berbagai negara. Berikut ulasan Kandi:

Semasa pandemi COVID-19, melakukan demonstrasi dan gerakan politik yang turun ke jalan menjadi sulit karena berbagai pembatasan aktivitas sosial.

Berbagai kampanye di seluruh dunia seperti gerakan #ClimateStrike yang digagas Greta Thunberg telah pindah secara daring (online) ke media sosial. Gerakan tersebut kini berubah menjadi #ClimateStrikeOnline, di mana ratusan unggahan konten di media sosial bermunculan setiap minggu.

Poster-poster bernuansa seni di Twitter serta koreografi tari di Tiktok telah membantu meningkatkan kesadaran terkait gerakan tersebut, terutama untuk anak muda di seluruh dunia yang melanjutkannya dengan cara yang lebih ‘seru’ dan ‘ringan.

Keberlanjutan dari gerakan ini dan juga kemampuannya untuk menarik perhatian audiens menandakan bahwa pendekatan seni semacam ini bisa menjadi media yang baik bagi aktivisme online.

Aktivisme seni – yang biasanya dilakukan secara luring (offline) pada masa pra-media sosial – menggabungkan aspek kreatif dan emosional dari seni dengan perencanaan strategis yang khas aktivisme politik untuk mendorong perubahan bermakna bagi masyarakat di ruang digital.

Apalagi, di negara berkembang seperti Indonesia, praktik aktivisme seni juga kerap mengalami represi oleh negara. Belum lama ini, misalnya, mural di Tangerang, Banten yang mengkritik Presiden Joko “Jokowi” Widodo diminta dihapus karena dianggap tidak sesuai koridor hukum, melecehkan presiden, dan dinilai tidak sesuai dengan “budaya ketimuran”

Karya seni digital bisa memberikan ruang alternatif bagi masyarakat untuk melanjutkan gerakan politiknya.

Ketiga contoh di bawah ini menunjukkan bagaimana karya seni dapat membantu menciptakan percikan perubahan dan menumbuhkan rasa keterlibatan politik seiring berpindah ruang ke dunia maya di tengah pandemi.

Mengunggah emosi, menumbuhkan partisipasi

Aktivisme berbasis karya seni digital memiliki kemampuan untuk membantu kita menyalurkan rasa penderitaan, trauma, dan amarah menjadi pesan-pesan yang menggugah.

Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa sentuhan khas ini bisa mendorong keterlibatan dan partisipasi aktif dari masyarakat – dari aktivisme terkait hak asasi manusia (HAM) hingga kampanye melawan diskriminasi dan ketimpangan ekonomi.

Danelle Coke, ilustrator berusia 25 tahun dari Atlanta di Amerika Serikat (AS), misalnya, mengunggah berbagai karya lukis digital di Instagram untuk menyuarakan isu-isu penting seperti rasisme yang mengakar di negaranya.

Meskipun ia telah mengkritik banyak orang karena tidak memberikan kredit atau atribusi pada dia, karya-karyanya telah banyak disebut dan dibagikan pada masyarakat luas serta digunakan untuk mendukung beragam gerakan politik seperti #BlackLivesMatter.

Misalnya, beberapa karya yang ia buat membahas kasus Ahmaud Arbery dan George Floyd - dua warga AS berkulit hitam yang dibunuh oleh polisi dalam dua insiden berbeda. Karya seni milik Coke kemudian telah digunakan ribuan orang untuk menyampaikan rasa amarah mereka terhadap rasisme di berbagai institusi penegakan hukum AS.

Contoh lain adalah poster ikonik yang berjudul “ballerina and the bull” (sang balerina dan banteng).

Karya tersebut, yang diciptakan oleh Micah White dari majalah anti-konsumerisme bernama Adbusters, memainkan peran yang signifikan dalam gerakan Occupy Wall Street (Duduki Wall Street); Wall Street adalah sebuah area keuangan penting di New York. Gerakan demonstrasi politik tersebut berupaya melawan ketimpangan ekonomi di AS.

Poster tersebut mengontraskan antara citra patung banteng Wall Street – sebagai simbol dari dinamika kapitalisme – dengan “ketenangan jiwa” dari seorang penari balet.

Berbagai detail tersebut, bersamaan dengan sosok-sosok misterius di latar belakang poster membantu menanamkan rasa ketakutan maupun urgensi terkait kondisi ketimpangan ekonomi di AS. Ini mendorong banyak orang untuk berpartisipasi, atau setidaknya menjadi sadar tentang adanya gerakan #OccupyWallStreet.

Surat kabar The New York Times menyebutkan dalam suatu artikel bahwa meskipun poster yang dimuat dalam majalah tersebut tidak sepenuhnya menyebabkan timbulnya rasa frustrasi yang dirasakan para demonstran, namun ikut berperan besar membentuk citra estetis dari gerakan tersebut.

Mempertahankan kompleksitas dari performa teatrikal

Pandemi COVID-19 telah menyebabkan banyak gerakan seni untuk bermigrasi ke ruang digital.

Salah satu contohnya adalah pameran “Conexion: Art and Activism in Oaxaca” yang diselenggarakan pada akhir 2020. Conexion Oaxaca adalah pameran digital yang interaktif dari sekumpulan mahasiswa program studi Amerika Latin. Awalnya, pameran itu direncanakan sebagai salah satu pertunjukan di Museum Seni Newcomb di Louisiana, AS.

Pameran digital ini mengangkat isu-isu seputar kekerasan berbasis gender, akses untuk pendidikan, keadilan migrasi, serta ketimpangan ekonomi.

Akibat pandemi, pameran ini berubah bentuk menjadi situs web yang sepenuhnya interaktif dan memandu audiens menjelajahi beberapa tema berbeda yang berbentuk karya majalah, seni tenun, dan film dokumenter.

Tetapi, mengadakan pameran digital seperti ini secara umum bukanlah hal yang mudah.

Praktik menyelenggarakan pameran seni secara online pernah dikritik karena gagal membawa apa yang disebut filsuf Jerman bernama Walter Benjamin sebagai “aura seni yang autentik” – suatu pengalaman sensoris yang muncul saat suatu karya seni benar-benar ditunjukkan dalam ruang dan waktu yang secara nyata kita rasakan.

Meskipun demikian, pertumbuhan media sosial telah membantu pameran online untuk memenuhi beberapa prinsip mendasar dari seni; yakni harus nampak secara visual, adaptif, serta membawa suatu gagasan yang bisa ditangkap dan disebarkan oleh audiens.

Bahkan, saya berpendapat bahwa pengalaman dari menghadiri pameran digital justru semakin kaya karena dengan demikian karya seni bisa diputar ulang dan dipelajari secara mendalam, kapan pun kita inginkan, serta oleh beragam jenis audiens.

Ajarkan aktivisme berbasis seni pada mahasiswa

Suatu cara yang efektif untuk mempopulerkan aktvisme berbasis karya seni digital di antara mahasiswa dan anak muda adalah dengan menanamkannnya dalam sistem pendidikan tinggi.

Sayangnya, di berbagai negara berkembang, seni masih menjadi mata kuliah atau program studi yang masih sangat terpusat pada jurusan tertentu. Sementara itu, gerakan aktivisme juga kebanyakan baru diajarkan di fakultas yang mengajarkan ilmu sosial atau humaniora.

Untuk melengkapi metodologi ilmiah yang kini banyak dipakai di universitas, kampus perlu melembagakan pelajaran terkait seni ke dalam kurikulum berbagai departemen agar menjadi suatu tradisi keilmuan yang penting dalam pendidikan tinggi.

King’s College London di Inggris, misalnya, telah mengembangkan modul interdisipliner berjudul “Seni dan Aktivisme di Era Digtal” untuk diterapkan di seluruh program studi.

Kampus tersebut juga berkolaborasi dengan seniman lokal serta memberikan dana hibah untuk proyek seni digital yang bisa digunakan bahkan oleh mahasiswa di luar Fakultas Humaniora.

Jika kita ingin pendidikan tinggi untuk memiliki dampak sosial sebesar-besarnya, mahasiswa perlu berlajar bagaimana menyerap dan mengekspresikan pengalaman dari berbagai kejadian di sekitar mereka. Aktivisme berbasis seni adalah strategi sekaligus praktik kreatif untuk menyalurkan gagasan-gagasan kritis mereka agar lebih bermakna dan membawa perubahan.

Artikel ini sebelumnya tayang di The Conversation.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari Jalanan ke Galeri: Pameran Street Art Tidak Ada Makan Siang Hari Ini di EDSU House

Dari Jalanan ke Galeri: Pameran Street Art Tidak Ada Makan Siang Hari Ini di EDSU House

Video | Rabu, 25 Maret 2026 | 10:43 WIB

Narasi Makar di Hambalang: Kritik Rakyat atau Ancaman Negara?

Narasi Makar di Hambalang: Kritik Rakyat atau Ancaman Negara?

Your Say | Senin, 23 Maret 2026 | 13:15 WIB

"Anakku Tak Bersalah", Tangis Haru Ibunda Delpedro Marhaen Pecah saat Vonis Bebas

"Anakku Tak Bersalah", Tangis Haru Ibunda Delpedro Marhaen Pecah saat Vonis Bebas

Video | Sabtu, 07 Maret 2026 | 13:00 WIB

Tak Terbukti Lakukan Tindak Pidana, Delpedro Dkk Divonis Bebas!

Tak Terbukti Lakukan Tindak Pidana, Delpedro Dkk Divonis Bebas!

News | Jum'at, 06 Maret 2026 | 16:47 WIB

Ratusan Mahasiswa UI dan UPNVJ Mulai Datang! 'Polisi Pembunuh' Menggema di Depan Mabes Polri

Ratusan Mahasiswa UI dan UPNVJ Mulai Datang! 'Polisi Pembunuh' Menggema di Depan Mabes Polri

News | Jum'at, 27 Februari 2026 | 17:19 WIB

Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil

Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil

News | Selasa, 24 Februari 2026 | 21:24 WIB

Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan

Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan

News | Selasa, 24 Februari 2026 | 20:21 WIB

Unik, Aksi Massa di Mapolda DIY Bergerak Organik Tanpa Orasi dan Tuntutan Tertulis

Unik, Aksi Massa di Mapolda DIY Bergerak Organik Tanpa Orasi dan Tuntutan Tertulis

News | Selasa, 24 Februari 2026 | 20:05 WIB

Aksi di Mapolda DIY: Massa Kecam Kekerasan Aparat yang Tewaskan Bocah di Maluku

Aksi di Mapolda DIY: Massa Kecam Kekerasan Aparat yang Tewaskan Bocah di Maluku

News | Selasa, 24 Februari 2026 | 19:56 WIB

Munculnya Grup WhatsApp KPR-Depok hingga Pasukan Revolusi Jolly Roger Sebelum Aksi Demo Agustus 2025

Munculnya Grup WhatsApp KPR-Depok hingga Pasukan Revolusi Jolly Roger Sebelum Aksi Demo Agustus 2025

News | Rabu, 18 Februari 2026 | 20:05 WIB

Terkini

5 Hero Mobile Legends Terbaik Patch 2.1.6.1 yang Wajib Pick untuk Push Rank

5 Hero Mobile Legends Terbaik Patch 2.1.6.1 yang Wajib Pick untuk Push Rank

Tekno | Jum'at, 27 Maret 2026 | 20:35 WIB

Prediksi Harga Vivo T5 Pro Beredar: Andalkan Snapdragon 7s Gen 4, Siap Masuk ke India dan Indonesia

Prediksi Harga Vivo T5 Pro Beredar: Andalkan Snapdragon 7s Gen 4, Siap Masuk ke India dan Indonesia

Tekno | Jum'at, 27 Maret 2026 | 19:30 WIB

Terpopuler: Rekomendasi HP untuk Ojol, Sederet Smartphone Baru Siap Rilis April 2026

Terpopuler: Rekomendasi HP untuk Ojol, Sederet Smartphone Baru Siap Rilis April 2026

Tekno | Jum'at, 27 Maret 2026 | 19:06 WIB

Samsung Tak Lagi Mendominasi di Pasar HP Lipat, Motorola Melesat

Samsung Tak Lagi Mendominasi di Pasar HP Lipat, Motorola Melesat

Tekno | Jum'at, 27 Maret 2026 | 19:00 WIB

5 Rekomendasi HP Samsung Murah Terupdate Maret 2026

5 Rekomendasi HP Samsung Murah Terupdate Maret 2026

Tekno | Jum'at, 27 Maret 2026 | 18:36 WIB

Spesifikasi iQOO Z11: Usung Dimensity Terbaru, Skor AnTuTu Libas iPhone 16, Baterai Jumbo!

Spesifikasi iQOO Z11: Usung Dimensity Terbaru, Skor AnTuTu Libas iPhone 16, Baterai Jumbo!

Tekno | Jum'at, 27 Maret 2026 | 18:02 WIB

10 Penerbit Game Terbaik Versi Metacritic: Square Enix Pemuncak, Capcom Nomor 3

10 Penerbit Game Terbaik Versi Metacritic: Square Enix Pemuncak, Capcom Nomor 3

Tekno | Jum'at, 27 Maret 2026 | 18:00 WIB

Setelah Meluncur di China, iQOO Z11 5G Bersiap Masuk ke Indonesia dan Malaysia

Setelah Meluncur di China, iQOO Z11 5G Bersiap Masuk ke Indonesia dan Malaysia

Tekno | Jum'at, 27 Maret 2026 | 17:00 WIB

HP Baru April 2026: Oppo, Huawei, Redmi, dan Honor Siap Rilis, Ini Daftar Lengkapnya!

HP Baru April 2026: Oppo, Huawei, Redmi, dan Honor Siap Rilis, Ini Daftar Lengkapnya!

Tekno | Jum'at, 27 Maret 2026 | 15:25 WIB

63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond

63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond

Tekno | Jum'at, 27 Maret 2026 | 14:54 WIB