Ilmuwan Peringatkan Badai Matahari Bisa Sebabkan Kiamat Internet

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Selasa, 07 September 2021 | 08:15 WIB
Ilmuwan Peringatkan Badai Matahari Bisa Sebabkan Kiamat Internet
Ilustrasi badai Matahari. [Shutterstock]

Suara.com - Para ilmuwan memperingatkan bahwa cuaca luar angkasa ekstrem seperti badai Matahari bisa menjadi bencana besar bagi kehidupan modern di Bumi.

Matahari selalu menghujani Bumi dengan kabut partikel magnet yang disebut angin Matahari.

Untungnya, magnet Bumi dapat menghalangi sebagian besar angin tersebut sehingga tidak menyebabkan kerusakan.

Namun, para ahli memperingatkan terkadang setiap abad atau lebih, angin itu dapat meningkat menjadi badai Matahari.

Jika badai Matahari terjadi dan mengenai Bumi, hal itu bisa menyebabkan "kiamat internet".

Kondisi ini akan mengakibatkan sebagian besar manusia akan offline selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan.

Ilustrasi browsing internet. [Pixabay]
Ilustrasi browsing internet. [Pixabay]

"Saya melihat betapa tidak siapnya dunia menghadapi pandemi saat ini. Tidak ada protokol untuk menanganinya secara efektif dan itu sama dengan ketahanan internet. Infrastruktur kita tidak siap untuk peristiwa Matahari skala besar," kata Sangeetha Abdu Jyothi, asisten profesor di University of California.

Meski begitu, badai Matahari yang ekstrem relatif jarang terjadi.

Para ilmuwan memperkirakan kemungkinan cuaca luar angkasa ekstrem yang berdampak langsung ke Bumi antara 1,6 persen hingga 12 persen per dekade.

Dalam sejarah baru-baru ini, hanya dua badai yang tercatat, yaitu pada 1859 dan 1921.

Insiden sebelumnya yang dikenal sebagai Peristiwa Carrington, menyebabkan gangguan geomagnetik yang sangat parah di Bumi, sehingga kabel telegraf terbakar dan aurora yang biasanya hanya terlihat di dekat kutub planet pun muncul di dekat khatulistiwa Kolombia.

Badai yang lebih kecil juga bisa membawa dampak kerusakan, seperti yang tercatat dalam sejarah pada Maret 1989 membuat seluruh provinsi Quebec di Kanada padam selama sembilan jam.

Sejak itu, peradaban manusia menjadi jauh lebih bergantung pada internet global dan potensi dampak badai geomagnetik besar-besaran pada infrastruktur baru itu sebagian besar masih belum dipelajari.

Walau begitu, koneksi internet lokal dan regional memiliki kerusakan yang cenderung lebih rendah karena kabel serat optik itu sendiri tidak terpengaruh oleh arus yang diinduksi secara geomagnetik.

Namun, kabel internet bawah laut yang menghubungkan benua dapat sangat rentan.

Kabel ini dilengkapi dengan repeater untuk meningkatkan sinyal optik, dengan jarak sekitar 50-150 km.

Ilustrasi kabel serat optik Shutterstock).
Ilustrasi kabel serat optik (Shutterstock).

Repeater ini rentan terhadap arus geomagnetik dan seluruh kabel bisa tidak berfungsi jika satu repeater offline.

Jika banyak kabel bawah laut yang terdampak, maka seluruh benua dapat terputus satu sama lain.

Terlebih negara-negara di garis lintang tinggi seperti Amerika dan Inggris yang jauh lebih rentan terhadap cuaca Matahari.

Jika terjadi badai geomagnetik yang dahsyat, negara-negara yang berada di garis lintang tinggi kemungkinan besar akan terputus jaringan terlebih dahulu.

Menurut para ahli, sulit memprediksi berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki infrastruktur bawah laut.

Tapi Abdu Jyothi menunjukkan bahwa pemadaman internet skala besar yang berlangsung beberapa minggu atau bulan terakhir mungkin terjadi.

Dilansir dari Live Science, Selasa (7/9/2021), di sisi lain jutaan orang juga bisa kehilangan mata pencaharian jika jaringan tidak berfungsi selama berbulan-bulan.

Tim ilmuwan menambahkan bahwa operator jaringan harus mulai menganggap serius ancaman cuaca Matahari yang ekstrem karena infrastruktur internet global terus berkembang.

Siklus Badai Matahari. [NASA]
Siklus Badai Matahari. [NASA]

Abdu Jyothi menyarankan untuk meletakkan lebih banyak kabel di garis lintang yang lebih rendah dan mengembangkan tes ketahanan yang berfokus pada efek kegagalan jaringan skala besar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ilmuwan Temukan Pulau Paling Dekat dengan Kutub Utara

Ilmuwan Temukan Pulau Paling Dekat dengan Kutub Utara

Tekno | Kamis, 02 September 2021 | 12:30 WIB

Tahun Depan Indonesia Bisa Bebas Pandemi Covid-19? Begini Kata Ilmuwan

Tahun Depan Indonesia Bisa Bebas Pandemi Covid-19? Begini Kata Ilmuwan

Sumbar | Kamis, 02 September 2021 | 08:00 WIB

Perhitungan Ilmuwan, Butuh Satu Tahun Lagi untuk Indonesia Keluar dari Masa Pandemi

Perhitungan Ilmuwan, Butuh Satu Tahun Lagi untuk Indonesia Keluar dari Masa Pandemi

Health | Kamis, 02 September 2021 | 06:50 WIB

Ilmuwan Pantau Varian Baru Virus Corona, Tingkat Mutasinya Sangat Tinggi

Ilmuwan Pantau Varian Baru Virus Corona, Tingkat Mutasinya Sangat Tinggi

Tekno | Rabu, 01 September 2021 | 20:23 WIB

Layanan Internet 5G di Indonesia Akan Berkembang dalam 5 Tahun ke Depan

Layanan Internet 5G di Indonesia Akan Berkembang dalam 5 Tahun ke Depan

Tekno | Rabu, 01 September 2021 | 15:32 WIB

4 Metode Canggih bagi Orang Tua, Lindungi Anak dari Bahaya Internet!

4 Metode Canggih bagi Orang Tua, Lindungi Anak dari Bahaya Internet!

Your Say | Rabu, 01 September 2021 | 11:24 WIB

Terkini

5 HP Samsung dengan Kamera 0.5 Paling Kece untuk Konten Estetik Kreator Pemula

5 HP Samsung dengan Kamera 0.5 Paling Kece untuk Konten Estetik Kreator Pemula

Tekno | Kamis, 04 Juni 2026 | 17:17 WIB

Posisi Laufey dalam Game God of War, Rahasia Karakter Utama Terungkap

Posisi Laufey dalam Game God of War, Rahasia Karakter Utama Terungkap

Tekno | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:56 WIB

4 HP Android dengan Fitur Live Photo seperti iPhone, Harga Mulai Rp1 Jutaan

4 HP Android dengan Fitur Live Photo seperti iPhone, Harga Mulai Rp1 Jutaan

Tekno | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:48 WIB

5 HP Baterai 7000 mAh untuk Main Game Berat: Spek Gahar, Layar AMOLED, dan Cas Super Ngebut

5 HP Baterai 7000 mAh untuk Main Game Berat: Spek Gahar, Layar AMOLED, dan Cas Super Ngebut

Tekno | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:35 WIB

Smartwatch Premium, Amazfit Balance 3 Hadir dengan Layar 3.000 Nits dan Memori Lega

Smartwatch Premium, Amazfit Balance 3 Hadir dengan Layar 3.000 Nits dan Memori Lega

Tekno | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:24 WIB

4 HP Kapasitas 1 TB Paling Murah di Konter Terdekat, Simpan Ribuan Foto Tanpa Takut Penuh

4 HP Kapasitas 1 TB Paling Murah di Konter Terdekat, Simpan Ribuan Foto Tanpa Takut Penuh

Tekno | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:15 WIB

Daftar Harga HP iQOO dari Kelas Midrange hingga Flagship Terbaik

Daftar Harga HP iQOO dari Kelas Midrange hingga Flagship Terbaik

Tekno | Kamis, 04 Juni 2026 | 14:49 WIB

5 HP Android Warna Pink untuk Alternatif iPhone 15 Bila Budget Terbatas

5 HP Android Warna Pink untuk Alternatif iPhone 15 Bila Budget Terbatas

Tekno | Kamis, 04 Juni 2026 | 14:48 WIB

Onimusha: Way of the Sword Siap Meluncur September, Ada Demo Gratis dengan Bonus

Onimusha: Way of the Sword Siap Meluncur September, Ada Demo Gratis dengan Bonus

Tekno | Kamis, 04 Juni 2026 | 14:41 WIB

Realme P4R 5G Siap Usung Baterai 8.000 mAh dan Layar 144 Hz, Diklaim Tahan 3 Hari

Realme P4R 5G Siap Usung Baterai 8.000 mAh dan Layar 144 Hz, Diklaim Tahan 3 Hari

Tekno | Kamis, 04 Juni 2026 | 14:25 WIB