alexametrics

Gempa Kian Sering Terjadi di Indonesia, BMKG Luncurkan Aplikasi Sirita

Liberty Jemadu
Gempa Kian Sering Terjadi di Indonesia, BMKG Luncurkan Aplikasi Sirita
Aplikasi Sirita yang berfungsi sebagai peringatan dini tsunami telah diluncurkan BMKG pada Oktober 2021. [Antara]

Aplikasi Sirita diluncurkan di tengah meningkatnya aktivitas kegempaan di Indonesia.

Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meluncurkan dua inovasi sekaligus guna mengantisipasi potensi tsunami di Selatan Jawa yakni EWS Radio Broadcaster dan aplikasi Sirita (Sirens for Rapid Information on Tsunami Alert) berbasis Android.

“Saat ini, saya yakin hampir semua orang telah memiliki ponsel pintar berbasis Android. Aplikasi ini akan sangat bermanfaat sebagai bentuk peringatan dini evakuasi bagi masyarakat di pesisir pantai,” ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati seperti dilansir dari Antara, Rabu (6/10/2021).

Dwikorita mengatakan bahwa peluncuran dua inovasi tersebut sebagai respon BMKG atas meningkatnya aktivitas kegempaan di Indonesia. Berdasarkan data gempabumi hasil pengamatan BMKG, selama perioda tahun 2008-2016 rata-rata 5000 hingga 6000 kali, 2017 meningkat menjadi 7169, selanjutnya mulai 2018 hingga 2019 melompat menjadi lebih dari 11500 kali dalam satu tahun.

Meskipun kemudian agak menurun menjadi 8258 kali di tahun 2020, jumlah ini masih di atas rata-rata kejadian gempabumi tahunan di Indonesia.

Baca Juga: BMKG Sarankan Jalur Evakuasi Tsunami di atas Pipa Pertamina Ditutup

Dwikorita menjelaskan, EWS Radio Broadcaster merupakan moda diseminasi berbasis suara guna mengantisipasi kerusakan jaringan komunikasi selular pasca gempa merusak.

Sistem ini memanfaatkan jaringan komunikasi berbasis radio yang banyak digunakan oleh pegiat kebencanaan dan komunitas radio berbasis masyarakat, seperti RAPI dan ORARI sebagai hub untuk menyebarkan informasi secara cepat, akurat serta ramah terhadap kelompok masyarakat rentan yang memiliki keterbatasan menelaah pesan berbasis teks.

Sedangkan Sirita adalah aplikasi sirine tsunami berbasis Android yang dibuat untuk memudahkan pemerintah daerah menyampaikan perintah evakuasi kepada masyarakat sebagai bentuk peringatan dini.

Dwikorita menyebut inovasi yang diprakarsai Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara ini, menjadi terobosan di tengah kendala akan banyaknya sirine tsunami yang mati akibat usia pakai.

“Handphone yang menginstal aplikasi Sirita akan berbunyi keras layaknya sirine apabila BMKG mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi tsunami. Jadi, kendala seperti tidak tersampaikannya peringatan dini kepada masyarakat bisa diminimalisir. Pun, akibat jauhnya tempat tinggal dengan lokasi sirine karena sifat handphone yang sangat personal,” terangnya. [Antara]

Baca Juga: Paling Rawan Tsunami, Cilacap Punya Infrastruktur Vital Nasional

Komentar