Bioavtur Jadi Solusi Pemerintah Tekan Emisi Karbon Transportasi Udara

Liberty Jemadu

Jum'at, 08 Oktober 2021 | 23:44 WIB
Bioavtur Jadi Solusi Pemerintah Tekan Emisi Karbon Transportasi Udara
Pesawat CN235-220 terbang menggunakan bahan bakar Bioavtur J2.4 yang merupakan campuran 2,4 persen minyak inti kelapa sawit dengan minyak fosil. [Antara/Kementerian ESDM]

Suara.com - Pemerintah berkomitmen untuk menurunkan emisi karbon transportasi udara melalui penggunaan bahan bakar nabati untuk pesawat. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan sektor transportasi udara turut menyumbang 2 persen dari total emisi karbondioksida dunia, sehingga memicu perubahan iklim.

"Kami menyadari pengembangan bioavtur merupakan isu strategis tidak hanya di dalam negeri tapi juga di luar negeri," ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Rabu (6/10/2021).

Saat ini, Indonesia telah berhasil melakukan uji coba campuran bahan bakar nabati untuk pesawat terbang dengan nama produk Bioavtur J2.4 yang diproduksi oleh PT Pertamina (Persero) di Kilang Cilacap, Jawa Tengah.

Produk bioavtur J2.4 mengandung bahan bakar nabati dari minyak inti kelapa sawit sebanyak 2,4 persen melalui teknologi katalis. Bahan bakar ini baru saja diuji coba pesawat CN235 yang melakukan penerbangan dari Bandung menuju Jakarta.

Menurut Menteri Budi Karya, uji coba penerbangan campuran bahan bakar bioavtur itu dapat menjadi momentum positif bagi Indonesia untuk segera menuntaskan pengujian bioavtur pada pesawat udara sipil, merealisasikan produksi energi baru terbarukan, hingga menambah daftar kontribusi nyata Indonesia dalam upaya penurunan emisi karbon dan mencegah perubahan iklim dunia dari aktivitas penerbangan.

Produk bioavtur J2.4 telah melalui proses panjang hingga akhirnya bisa dipakai sebagai bahan bakar pesawat.

Kegiatan co-processing bioavtur skala laboratorium dimulai di Pusat Rekayasa Katalis Institusi Teknologi Bandung dengan menggunakan bahan baku refined bleaced degummed palm kernel oil (RBDPKO) dengan katalis Merah Putih.

Kemudian selanjutnya dilakukan uji coba produksi co-processing skala industri di Refinery Unit IV Cilacap PT Pertamina (Persero) menghasilkan J2.0 pada 2020 dan J2.4 pada awal 2021.

Serangkaian uji coba teknis bioavtur J2.4 telah dilakukan sepanjang September hingga Oktober tahun ini.

baca juga

Hasil uji menunjukkan bahwa produk J2.4 dapat memenuhi spesifikasi bahan bakar avtur sesuai Keputusan Direktur Jenderal Migas Nomor 35 Tahun 2021 atau dapat dikatakan secara spesifikasi produk J2.4 dapat digunakan sebagai pengganti avtur murni.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif mengatakan keberhasilan uji coba terbang pesawat dari Bandung ke Jakarta menjadi sejarah baru penerbangan pesawat menggunakan bahan bakar nabati campuran inti minyak sawit.

"Keberhasilan ini akan menjadi tahap awal dalam peningkatan kontribusi bioavtur di sektor transportasi udara dalam rangka meningkatkan ketahanan dan keamanan energi nasional," ujarnya.

Dalam Peraturan Kementerian ESDM nomor 12 tahun 2015, pemerintah telah yang mengatur kewajiban pencampuran bahan bakar nabati dalam bahan bakar jenis avtur dengan persentase sebesar 3 persen pada 2020 dan meningkat menjadi 5 persen pada 2025.

Pemerintah mendorong penggunaan bahan bakar nabati pada pesawat terbang untuk mengurangi emisi karbon yang dihasilkan transportasi udara. Selain itu, pengembangan bioavtur juga menjadi upaya pemerintah dalam memanfaatkan potensi kelapa sawit lokal. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

80% Distribusi Energi Jawa Bagian Barat Lewat RU VI Balongan, Kapal Siaga 24 Jam

80% Distribusi Energi Jawa Bagian Barat Lewat RU VI Balongan, Kapal Siaga 24 Jam

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 18:19 WIB

Elnusa Komitmen Perkuat Ketahanan Energi Nasional dengan Bangun Terminal Terpadu Palaran

Elnusa Komitmen Perkuat Ketahanan Energi Nasional dengan Bangun Terminal Terpadu Palaran

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 14:39 WIB

PMEP - Ruangguru Perkuat Karakter Anak PMI di Malaysia Lewat Program Charisma

PMEP - Ruangguru Perkuat Karakter Anak PMI di Malaysia Lewat Program Charisma

Lifestyle | Senin, 31 Agustus 2026 | 14:30 WIB

Dari Cilacap, AI Bantu Nelayan Membaca Laut Sebelum Berlayar

Dari Cilacap, AI Bantu Nelayan Membaca Laut Sebelum Berlayar

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 13:55 WIB

Saatnya Aliansi Sawit Melindungi Petani Swadaya, Bukan Cuma Korporasi

Saatnya Aliansi Sawit Melindungi Petani Swadaya, Bukan Cuma Korporasi

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 18:15 WIB

Adu Nyali di Sirkuit Gery Mang Subang! Kejurnas MotoPrix 2026 Siap Lahirkan Pembalap Masa Depan

Adu Nyali di Sirkuit Gery Mang Subang! Kejurnas MotoPrix 2026 Siap Lahirkan Pembalap Masa Depan

Sport | Minggu, 30 Agustus 2026 | 09:09 WIB

Dari Limbah Plastik dan Tekstil, Ini Eco Jersey Pertamina Eco RunFest 2026

Dari Limbah Plastik dan Tekstil, Ini Eco Jersey Pertamina Eco RunFest 2026

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 20:44 WIB

Perkuat Keandalan Operasi dan Produksi Migas, PHR Resmikan Fasilitas EPF Libo GS

Perkuat Keandalan Operasi dan Produksi Migas, PHR Resmikan Fasilitas EPF Libo GS

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 20:34 WIB

Flores Diguncang Gempa, Pertamina Segera Pulihkan Distribusi Energi

Flores Diguncang Gempa, Pertamina Segera Pulihkan Distribusi Energi

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 20:28 WIB

Pertamina Siap Pimpin Pengembangan Ekosistem Carbon Capture Storage di Indonesia

Pertamina Siap Pimpin Pengembangan Ekosistem Carbon Capture Storage di Indonesia

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 18:36 WIB

Terkini

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Video | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:20 WIB

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Jabar | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:04 WIB

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:00 WIB

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Bogor | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:55 WIB

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Banten | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:46 WIB

×