Seperti Huawei, Politikus AS Desak Biden Blacklist Honor

Selasa, 19 Oktober 2021 | 13:50 WIB
Seperti Huawei, Politikus AS Desak Biden Blacklist Honor
Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden. [Saul Loeb/AFP]

Suara.com - Sejumlah politikus Amerika Serikat yang dipimpin oleh Marco Rubio, meminta Presiden Joe Biden memasukkan Honor ke dalam daftar hitam seperti Huawei.

Melalui sebuah surat, mereka menyebut bahwa mantan anak perusahaan Huawei ini menjadi ancaman terhadap keamanan nasional.

Honor juga dituduh sebagai perpanjangan tangan pemerintah China, yang kini menikmati akses tak terbatas untuk teknologi buatan AS.

Honor, Commerce, dan Kedutaan Besar China di Washington DC tidak menanggapi komentar.

Sementara Huawei menegaskan bahwa mereka tidak lagi memiliki saham Honor setelah melepasnya ke konsorsium.

Ini bukan pertama kali Honor terancam bernasib sama seperti Huawei.

Ilustrasi logo Honor. [Shutterstock]
Ilustrasi logo Honor. [Shutterstock]

Agustus lalu, sekelompok anggota Kongres Partai Republik AS yang dipimpin Michael McCaul meminta Departemen Perdagangan untuk menempatkan Honor ke daftar hitam.

Mereka mengklaim bahwa Huawei menjual Honor agar mendapatkan akses ke chip dan perangkat lunak yang secara hukum tidak boleh dibeli, sebagaimana diwartakan Phone Arena, Selasa (19/10/2021).

Kemudian pada September, beberapa lembaga AS saling beda pendapat dengan ajuan ini.

Baca Juga: ITDRI Gandeng Huawei Kembangkan Kurikulum Data Science

Pentagon dan Departemen Energi AS mendukung usulan Honor agar masuk ke daftar hitam, sementara Departemen Perdagangan dan Departemen Luar Negeri tidak.

Apabila laporan masih buntu, maka usulan ini akan diteruskan ke Kabinet. Jika masih tidak ada kesepakatan, maka Presiden Biden yang akan membuat keputusan.

Sebagai informasi, Huawei sudah dimasukkan ke daftar hitam sejak 2019 yang saat itu presidennya Donald Trump. Ia beralasan bahwa Huawei bisa menjadi ancaman nasional.

Akibatnya, Huawei tidak bisa mendapatkan teknologi buatan AS seperti chip hingga software buatan Google.

Kemudian pada November 2020, Huawei memutuskan untuk menjual Honor agar bisa mendapatkan akses yang dibatasi pemerintah AS.

Ilustrasi Kantor Huawei. [Adrian Dennis/AFP]
Ilustrasi Kantor Huawei. [Adrian Dennis/AFP]

Dari sana, Honor bisa kembali kerja sama dengan perusahaan seperti Qualcomm, Google, Intel, MediaTek, Samsung, hingga Sony.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI