Matahari Terbit Lebih Cepat di Indonesia, Berikut Penjelasan LAPAN dan Daftar Kotanya

Dythia Novianty, Dicky Prastya

Minggu, 14 November 2021 | 14:35 WIB
Matahari Terbit Lebih Cepat di Indonesia, Berikut Penjelasan LAPAN dan Daftar Kotanya
lustrasi matahari terbit (Unsplash/Nadiya Ploschenko)

Suara.com - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengungkap Matahari akan terbit lebih cepat di sebagian wilayah Indonesia selama pertengahan November.

Bahkan, Matahari sudah terbit sebelum pukul 5 pagi.

"Mulai 13-18 November mendatang, Matahari akan terbit lebih cepat jika diamati dari Jawa, Bali dan Nusa Tenggara," kata Peneliti Pusat Sains dan Antariksa LAPAN, Andi Pangerang, dikutip dari situs Edukasi Sains LAPAN, Minggu (14/11/2021).

Daftar kota-kota di Indonesia yang alami waktu terbit Matahari lebih cepat:

13 November

  • Serang, terbit Matahari pukul 05.28.06 WIB
  • Jakarta, terbit Matahari pukul 05.25.09 WIB
Ilustrasi Matahari. [Shutterstock]
Ilustrasi Matahari. [Shutterstock]

14 November

  • Kep. Kangean, terbit Matahari pukul 04.50.09 WIB
  • Bandung, terbit Matahari pukul 05.21.10 WIB
  • Semarang, terbit Matahari pukul 05.09.49 WIB
  • Surakarta, terbit Matahari pukul 05.07.27 WIB
  • Surabaya, terbit Matahari pukul 05.00.09 WIB
  • Sumenep, terbit Matahari pukul 04.56.03 WIB

15 November

  • Buleleng, terbit Matahari pukul 05.49.26 WITA
  • Pangandaran, terbit Matahari pukul 05.15.51 WIB
  • Yogyakarta, terbit Matahari pukul 05.08.57 WIB
  • Malang, terbit Matahari pukul 04.59.28 WIB
  • Banyuwangi, terbit Matahari pukul 04.52.23 WIB

16 November

  • Denpasar, terbit Matahari pukul 05.48.22 WITA
  • Mataram, terbit Matahari pukul 05.44.52 WITA
  • Sumbawabesar, terbit Matahari pukul 05.39.47 WITA
  • Labuan Bajo, terbit Matahari pukul 05.29.43 WITA
  • Ende, terbit Matahari pukul 05.22.19 WITA
  • Kalabahi (Alor), terbit Matahari pukul 05.11.36 WITA

17 November

baca juga

Waingapu, terbit Matahari pukul 05.26.46 WITA

18 November

  • Rote Ndao, terbit Matahari pukul 05.14.02 WITA
  • Kupang, terbit Matahari pukul 05.12.39 WITA
Pulau Buru, Maluku [shutterstock]
Pulau Buru, Maluku [shutterstock]

Tak hanya wilayah di atas, fenomena Matahari terbit lebih awal juga terjadi di provinsi Maluku dan Papua.

Adapun kota-kota itu mencakup Saumlaki (Kab.Kep. Tanimbar, 15 November pukul 05.44.47 WIT), Kaiwatu (Kab. Maluku Barat Daya, 15 November pukul 05.58.32 WIT).

Kemudian, Dobo (Kab. Kepulauan Aru, 13 November pukul 05.36.02 WIT), Tanah Merah (Kab. Boven Digoel, 13 November pukul 05.11.15 WIT), dan Merauke (16 November pukul 05.07.51 WIT)

Penjelasan LAPAN soal Matahari Terbit lebih Awal

Menurut Andi, fenomena ini dapat terjadi setiap tahun dengan waktu terbit Matahari dan tanggal yang kurang lebih sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Sobat tidak perlu panik menyikapi hal ini dikarenakan fenomena ini adalah fenomena alami yang memang lazim terjadi setiap tahunnya," tambah Andi.

Andi menjelaskan, Bumi berotasi terhadap sumbunya dengan kemiringan 66,6 terhadap bidang edar atau ekliptika.

Secara bersamaan, Bumi juga mengelilingi Matahari dengan sumbu rotasi yang miring tersebut.

Miringnya sumbu rotasi Bumi saat mengelilingi Matahari dapat menyebabkan waktu terbit dan terbenamnya Matahari akan bervariasi selama satu tahun, baik itu lebih cepat maupun lebih lambat.

Saat sumbu rotasi di belahan utara Bumi dan kutub utara Bumi miring ke arah Matahari, maka Matahari akan terbit lebih cepat dan terbenam lebih lambat di belahan utara Bumi.

Kutub Utara. [Shutterstock]
Kutub Utara. [Shutterstock]

Hal ini terjadi saat solstis Juni, yakni ketika Matahari berada paling Utara saat tengah hari yang terjadi setiap 20/21 Juni setiap tahunnya.

Sementara itu, sumbu rotasi di belahan selatan Bumi dan kutub selatan Bumi miring menjauhi Matahari.

Sehingga, Matahari akan terbit lebih lambat dan terbenam lebih cepat di belahan selatan Bumi.

Hal ini terjadi saat solstis Desember, yakni ketika Matahari berada paling Selatan saat tengah hari yang terjadi setiap 21/22 Desember setiap tahunnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Potret Kuburan Sepeda di Saitama Jepang

Potret Kuburan Sepeda di Saitama Jepang

Foto | Rabu, 13 Oktober 2021 | 14:05 WIB

Selamat datang Matahari! Indonesia Mulai Alami Hari Tanpa Bayangan

Selamat datang Matahari! Indonesia Mulai Alami Hari Tanpa Bayangan

Tekno | Senin, 06 September 2021 | 13:29 WIB

Mau Lihat Matahari Terbit dari Barat ? Di Sini Tempatnya

Mau Lihat Matahari Terbit dari Barat ? Di Sini Tempatnya

Sulsel | Jum'at, 03 September 2021 | 12:48 WIB

Indonesia Akan Alami Hari Tanpa Bayangan, Berikut Faktanya

Indonesia Akan Alami Hari Tanpa Bayangan, Berikut Faktanya

Your Say | Kamis, 02 September 2021 | 21:10 WIB

Semua LPNK Terintegrasi ke dalam BRIN sejak 1 September 2021

Semua LPNK Terintegrasi ke dalam BRIN sejak 1 September 2021

Tekno | Kamis, 02 September 2021 | 19:47 WIB

Lapan, Batan, LIPI, dan BPPT Diintegrasikan ke BRIN, Sejumlah Pejabat Dirombak

Lapan, Batan, LIPI, dan BPPT Diintegrasikan ke BRIN, Sejumlah Pejabat Dirombak

Tekno | Kamis, 02 September 2021 | 17:14 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×