Penelitian: Telehealth Jarak Jauh, Hampir Sepertiga Tenaga Medis Membahayakan Data Pasien

Dythia Novianty

Kamis, 06 Januari 2022 | 10:33 WIB
Penelitian: Telehealth Jarak Jauh, Hampir Sepertiga Tenaga Medis Membahayakan Data Pasien
Telehealth. (Elements Envanto)

Suara.com - Penelitian Global Kaspersky mengungkap bahwa 30 persen penyedia layanan kesehatan pernah mengalami kasus, di mana karyawan mereka membahayakan informasi pribadi pasien selama konsultasi jarak jauh.

Selain itu, hampir setengah dari penyedia layanan setuju bahwa dokter mereka tidak memahami dengan jelas bagaimana data pasien dilindungi.

Namun, 67 persen dari mereka percaya bahwa penting bagi sektor kesehatan untuk mengumpulkan lebih banyak informasi pribadi demi pengembangan industri lebih lanjut.

Pelanggaran data tidak selalu terjadi sebagai akibat dari aksi para pelaku kejahatan siber. Cukup sering, informasi dapat dikompromikan oleh pihak internal.

Organisasi medis mengumpulkan, memproses, hingga berbagi sejumlah besar data sensitif dan oleh karena itu mereka harus memberikan perhatian penuh pada keamanan informasi yang diterima.

Sejak transisi massal ke kesehatan digital, Kaspersky menyurvei para pembuat keputusan layanan kesehatan di seluruh dunia untuk mendapatkan masukan tentang masalah keamanan dari kesehatan jarak jauh saat ini dan solusi untuk mengatasinya.

Kemampuan dokter saat melakukan telehealth. [Keaspersky]
Kemampuan dokter saat melakukan telehealth. [Keaspersky]

Penelitian menunjukkan bahwa hanya 17 persen penyedia layanan kesehatan, meyakini sebagian besar dokter mereka yang melakukan sesi jarak jauh memiliki wawasan penuh tentang perlindungan data pasien.

Ini terlepas dari kenyataan bahwa sebanyak 70 persen organisasi medis telah mendedikasikan pelatihan kesadaran keamanan TI.

Angka-angka ini menunjukkan bahwa sebagian besar praktik edukasi keamanan siber yang diterapkan, tidak sesuai dengan kenyataan dan gagal merangkul topik yang paling penting untuk praktik tenaga medis (dokter) sehari-hari.

baca juga

Sebanyak 54 persen responden mengakui bahwa beberapa dokter mereka melakukan sesi jarak jauh menggunakan aplikasi yang tidak dirancang khusus untuk telehealth, seperti FaceTime, Facebook Messenger, WhatsApp, Zoom, dan lainnya.

Menggunakan aplikasi yang tidak diperuntukkan bagi perawatan kesehatan memiliki risiko, seperti yang ditunjukkan oleh Dr. Peter Zeggel, CEO arztkonsultation.de, penyedia telehealth terkemuka Jerman.

"Aplikasi Telehealth secara khusus dirancang dan disertifikasi untuk melindungi data pribadi yang
sensitif," ujarnya dalam keterangan resminya, Kamis (6/1/2022).

Dengan melewatkan perlindungan tingkat tinggi seperti ini berarti berisiko kehilangan kepercayaan, tindakan disipliner, dan konsekuensi yang cukup besar.

"Mereka yang gagal menerapkan alat yang tepat, juga dapat melanggar persyaratan untuk telehealth dan kehilangan fitur telehealth yang dibuat secara khusus, seperti integrasi untuk catatan pasien atau berbagi data langsung secara aman dari perangkat jarak jauh,” beber dia.

Tenaga kesehatan percaya bahwa pengumpulan data adalah salah satu aspek terpenting dari perkembangan teknologi medis, meskipun ada kekhawatiran terhadap keamanan data.

Hampir tujuh dari sepuluh (67 persen) responden setuju bahwa industri perlu mengumpulkan lebih banyak informasi pribadi daripada yang mereka miliki saat ini, untuk melatih AI dan memastikan diagnosis yang andal.

Ilustrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). [Shutterstock]
Ilustrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). [Shutterstock]

Itu berarti, penyedia layanan kesehatan perlu memperkuat langkah-langkah keamanan siber mereka untuk mempersiapkan era baru kedokteran digital.

“Untuk mempercepat evolusi kesehatan digital, kita harus berhati-hati dalam menyusun, mengelola, dan mengatur data kesehatan yang sensitif.

Informasi ini juga berharga bagi individu dan sistem perawatan kesehatan untuk meningkatkan hasil yang efektif dan alokasi biaya yang efisien.

"Kami dapat memanfaatkan teknologi untuk memberikan manfaat sembari mengutamakan privasi, misalnya, menggunakan langkah-langkah privasi tambahan untuk memfasilitasi adopsi AI,” kata Prof. Chengyi Lin, Profesor Strategi Afiliasi di INSEAD dan pakar terkemuka dalam transformasi digital.

Menurutnya, semakin kompleks dan kritis teknologi, semakin dibutuhkan kesadaran dari orang-orang yang menggunakannya.

"Ini sangat penting bagi industri perawatan kesehatan yang memasuki tahap digital baru dan semakin menghadapi masalah terkait dengan privasi dan keamanan," kata Denis Barinov, Head of Kaspersky Academy.

Ilustrasi peretas (hacker). (Shutterstock/Benoit Daoust)
Ilustrasi peretas (hacker). (Shutterstock/Benoit Daoust)

Untuk meminimalkan risiko insiden yang disebabkan secara internal dan memberikan perspektif baru bagi industri, organisasi layanan kesehatan harus menyesuaikan kebijakan keamanan siber mereka dan membuatnya relevan dengan kebutuhan saat ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Masuk Daftar Prolegnas Prioritas 2022, RUU Pelindungan Data Pribadi Molor Lagi?

Masuk Daftar Prolegnas Prioritas 2022, RUU Pelindungan Data Pribadi Molor Lagi?

Tekno | Senin, 06 Desember 2021 | 21:12 WIB

Bahaya, Jangan Pernah Simpan 5 Jenis Email Ini Lama-lama

Bahaya, Jangan Pernah Simpan 5 Jenis Email Ini Lama-lama

Tekno | Minggu, 05 Desember 2021 | 21:39 WIB

Sering Kirim Foto Lewat Ponsel? Waspadai Bahaya Metadata yang Mengintai Ini

Sering Kirim Foto Lewat Ponsel? Waspadai Bahaya Metadata yang Mengintai Ini

Your Say | Sabtu, 04 Desember 2021 | 11:20 WIB

OJK Akan Bentuk Satgas Keamanan Siber

OJK Akan Bentuk Satgas Keamanan Siber

Tekno | Sabtu, 04 Desember 2021 | 02:57 WIB

Kominfo Tetap Fokus Sosialisasi Data Pribadi ke Masyarakat di Tengah Pembahasan UU PDP

Kominfo Tetap Fokus Sosialisasi Data Pribadi ke Masyarakat di Tengah Pembahasan UU PDP

Tekno | Jum'at, 03 Desember 2021 | 12:01 WIB

Hacker Bobol Server Email IKEA, Incar Data Pribadi Karyawan

Hacker Bobol Server Email IKEA, Incar Data Pribadi Karyawan

Tekno | Minggu, 28 November 2021 | 14:27 WIB

Terkini

Indonesia vs Thailand: Laga Final Dua Rival Klasik di Kawasan ASEAN

Indonesia vs Thailand: Laga Final Dua Rival Klasik di Kawasan ASEAN

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:40 WIB

Rumah Terlalu Lembap Bisa Ganggu Kesehatan, Ini Cara Mengatasinya

Rumah Terlalu Lembap Bisa Ganggu Kesehatan, Ini Cara Mengatasinya

Health | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:37 WIB

Harga Cabai Kompak Meroket, Ada yang Tembus  Rp100 Ribu per Kilogram

Harga Cabai Kompak Meroket, Ada yang Tembus Rp100 Ribu per Kilogram

Bisnis | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:35 WIB

3 Rekomendasi Sepatu Lokal Sol Empuk Aman untuk Hujan-hujanan, Anti Licin

3 Rekomendasi Sepatu Lokal Sol Empuk Aman untuk Hujan-hujanan, Anti Licin

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:27 WIB

Bupati Afni Nangis Sesenggukan Lihat Kondisi Rakyatnya di Daerah Terluar Siak

Bupati Afni Nangis Sesenggukan Lihat Kondisi Rakyatnya di Daerah Terluar Siak

Riau | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:25 WIB

Tinted Sunscreen untuk Apa? Ini Manfaat dan Cara Memilih Produk yang Tepat

Tinted Sunscreen untuk Apa? Ini Manfaat dan Cara Memilih Produk yang Tepat

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:24 WIB

Menakar Nasib Gibran di Akhir Sidang Usai Ahli Relawan Diusir Hakim

Menakar Nasib Gibran di Akhir Sidang Usai Ahli Relawan Diusir Hakim

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:07 WIB

Membongkar Teka-Teki Sejarah dalam Madiun 1948: PKI Bergerak

Membongkar Teka-Teki Sejarah dalam Madiun 1948: PKI Bergerak

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Fasilitas Minyak Aramco Digempur Rudal, Pasar Minyak Global Langsung Panik

Fasilitas Minyak Aramco Digempur Rudal, Pasar Minyak Global Langsung Panik

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 10:59 WIB

5 Rekomendasi Body Mist HMNS untuk Daily, dari Aroma Floral hingga Vanila Tersedia Ukuran 250 ml

5 Rekomendasi Body Mist HMNS untuk Daily, dari Aroma Floral hingga Vanila Tersedia Ukuran 250 ml

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 10:59 WIB

×